The Amriza Family

Berbagi Ilmu dan TIPS kepada siapa saja

Informasi Seputar Preschool

Informasi di bawah ini mungkin bisa berguna untuk anda yang ingin mendaftarkan buah hati tercinta di sebuah Preschool atau Mantesorri. Untuk sementara kami hanya menyediakan informasi Preschool seputar JABODETABEK saja.

Demikian list-nya, semoga berguna:

BAMBINO Jl. Brawijaya Raya, No.4

Kebayoran Baru-Jakarta Selatan

T: 021-720 3356

CAMBRIDGE

PT. Cakrawala Cikal Didaktika Centra

Jl. Pejaten Raya, No.19B, Suite 106

T: 021-797 1910

CIKAL Jl. TB Simatupang, Kav.18

Cilandak-Jakarta Selatan

T: 021-7590 2560

DOCTOR RABBIT

Jl. Taman Lebak Bulus Raya,

Blok L-15Lebak bulus–Jakarta Selatan

T: 021-7591 3309 / F: 021-7591 5581

E:
doctorabbit@dnet.net.id

First step preschool & Activity centre

Jl. H Mursid 16, Kebagusan

Jakarta Selatan-12520

T: 021-7869 241

GLOBAL ART

Ruko Pinangsia, Blok 1, No.18

Karawaci-Tangerang

T: 021-5577 1965

HIGH SCOPE

Jl. TB Simatupang No.8

Cilandak B arat-Jakarta Selatan

T: 021-7591 7888

INDONESIA MONTESSORI

* Jl. Tebet Barat IX, No.10,

Jakarta Selatan

P: 024-8379 1555

* Jl. Cempaka Putih Barat XXVI, No.4

Jakarta Pusat

T: 021-421 5621

JUNIOR EXPLORER

Jl. Mampang Prapatan Raya, No.79

Jakarta selatan

P: 021-7000 9151, 7900 712

KINDERFIELD

Jl. Asem Baris Raya, Blok A, No.1

Tebet-Jakarta Selatan

T: 021-829 2583, 829 1451 / F: 021-830 6331

KINDERLAND

Jl. Caringin Barat, No.1

Cilandak Barat-Jakarta 12430

T: 021-7590 2560

KEENKIDS

Jl. Ciputat Raya, No. 2

Kebayoran Lama

T: 021-729 4181

KLUB DINO

Ruko Bona Indah A1-A2

Karang Tengah Raya, Jakarta Selatan

P: 021-7581 6415 / F: 021-7655 473

E:
klubdino@yahoo.com

LITTLE APPLE SCHOOL

Jl. Gading Asri I, Blok PA 2/1

Kelapa gading permai

T: 021-453 3093 / 452 8848

LITTLE SKOOL HOUSE

Jl. Niaga Hijau Raya, No.15

Pondok Indah, Jakarta Selatan

T: 021-766 5566

POPAY MONTESSORI

Gading Mediteranian apartment

Tower B, Ground FloorJl. Boulevard

Bukit Gading Raya, Jakut

T: 021-3004 1443

SAHABAT ANAK

Kemang Pratama 3

Jl. Lantana V D5-8, Bekasi-Indonesia

T: 021-821 5906 / F: 021-7017 7393

E:
risma22@yahoo.com

TEDDY BEAR

Jl. Metro Pondok Indah, No.61

Jakarta Selatan-12310

T: 021-769 0385, 769 0683 / F: 021-7661329

Last Edited: November 30, 2006 - By: Shrie amriza (SA)

CP: Pilihanku...!

Judul: Pilihanku...!

Category: Cerita Pendek

Publish at WRM: November 24, 2006

Betapa sedihnya aku saat ini. Aku tidak bisa mendampingi putra tercinta dirumah, disaat ia sedang lucu-lucunya dan sedang membutuhkan perhatian ekstra dari Ibunya.

Perasaan ini semakin menjadi ketika semalam, aku dan suami tiba di rumah. Kami di kejutkan oleh laporan pengasuh Omar, bahwa Omar terjatuh disaat sedang bermain bola dengan teman-temannya.

Aduh mbak ini kali keberapa Omar jatuh seperti ini, batinku dalam hati.

Saat itu ingin rasanya aku marah terhadap Mbak Iyah, pengasuh Omar. Tetapi ku-urungkan niat itu karena Omar menyambut kami dengan tawanya yang hangat dan tingkah lucunya yang sengaja ia tunjukan untuk menarik perhatian kami.

Segera kupeluk erat tubuhnya yang mungil, mengajaknya masuk kerumah dan memeriksa luka di jidatnya.

Aku hanya bisa istigfar saat mendapati luka di jidat Omar lumayan parah. Ada luka memanjang dan bengkak sebesar bola golf, menghiasi jidatnya.

"Maaf ya nak!" bisikku di kuping Omar. Kupeluk erat tubuh mungilnya serasa tak ingin melepasnya, tak terasa air mataku bergulir di pipi. Suamiku hanya mengelus rambutku lembut dan tersenyum melihat putra kami.

Omar meronta mencoba melepaskan pelukanku, saat berhasil melepaskan pelukanku ia mulai berlari kesana kemari. Ngoceh dengan bahasa yang tidak kami mengerti, dengan riangnya, dan perhatiannya teralih ke layar televisi saat iklan kesanyangannya muncul.

Betapa sakitnya hatiku saat itu. Jagoan mungilku terluka parah dan aku tidak sedang disampingnya!.

Ibu seperti apa aku ini? saat putra tercinta sedang kesakitan aku justru sedang bersenda gurau dengan rekan sekantor. Chit-chat dengan teman di mailing list dan ngerumpi dengan teman di telepon!. Kadang aku muak dengan statusku sebagai Ibu yang Bekerja!.

Memang sejak hamil niat untuk menjadi Full Time Mother untuk omar sudah terngiang-ngiang di telingaku. Tapi saat itu, karirku sedang menanjak. Aku baru saja di promosikan menjadi Manager di divisiku. Iming-iming Jabatan dan penghasilan tambahan-lah yang menutup mata hatiku untuk menjadi ibu seutuhnya untuk anakku tercinta, Omar!.

Haruskah aku meninggalkan segalanya?, batinku pelan. Jawaban untuk pertanyaan ini yang tidak pernah kutemukan. Bukan karena pertanyaannya susah! tapi karena aku masih terlalu mencintai pekerjaanku dan karena aku masih terlalu ambisius untuk mengejar impianku.

Apa aku egois? Hanya mementingkan karir dan mengabaikan putraku tercinta!, pikirku.

Setelah seminggu aku mencoba mencari petunjuk pada-Nya. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bekerja, saja.

Keputusannku sudah bulat untuk mengasuh Omar dan mendampingi Omar disegala kegiatannya.

Aku tidak ingin kehilangan momen indah dan penting dalam hidupnya. Aku takut menyesal dikemudian hari karena tidak bisa melihatnya tumbuh dewasa.

Untuk kesekian kalinya aku membaca surat yang baru saja kubuat, kulipat surat itu dan memasukkan kembali ke amplop putih polos.

"Tekatku sudah bulat!" ujarku dalam hati, lalu meletakkan amplop itu kembali ke laci mejaku.

Hari ini aku akan menghadap atasanku dan menyerahkan amplop putih itu. Amplop yang berisi surat pengajuan pengunduran diriku!.

Bukan hal mudah membuat surat itu. Aku harus melawan ke egoisanku dan sekuat tenaga menekan impianku untuk meninggalkan semua yang sudah kuraih.

Aku telah memilih tugas mulia mengasuh putraku tercinta dan mengabdikan diriku pada suami yang kucinta.

Terima kasih yang tak terhingga kuucapkan ke pada-Nya, karena dengan pentunjuk-Nya aku bisa memilih jalan ini. Impian bisa menunggu!. Kelak, jika kesempatan itu ada aku akan mengejar dan meraihnya kembali. (SA)

Ia begitu Aktif dengan Aktifitasnya!

Usia putra saya saat ini sudah 2th 7bln, usia dimana ia sedang ingin menyalurkan semua energi yang ada di dalam dirinya. Sebagai orang tua, saya dan suami berusaha membantu putra kami untuk menyalurkan semua energinya dengan tepat, dan mengembangkan keterampilannya dengan baik.

Dinding rumah kami hampir penuh dengan coretan crayon, kursi, lemari, pintu, cark park, lantai pun tidak luput dari sasarannya. Terkadang timbul rasa ingin melarangnya, namun apa daya, si kecil tidak perduli, ia hanya mau menyalurkan kebisaan-nya yang baru itu.

Sejauh ini saya dan suami membuat kesepakatan dengan-nya, kami memberi ijin padanya untuk mencoret-coret 1 sisi tembok di kamar, lalu ia boleh mencoret cark park, lantai dan kursi. Beruntung ia mau berkompromi, tapi kadang-kadang kalau lagi over exiting dia lupa dengan kesepakatan itu, kalau sudah begini saya dan suami hanya bisa tersenyum, dan mencoba mengingatkannya kembali.

Selain senang mencoret-coret, ia juga sedang senang mendengarkan musik, sejauh ini kami menyediakan medianya dengan membeli DVD musik anak-anak, seperti; barney, sesame street dan lain-lain.

Hasilnya ia jadi sering kali menendangkan lirik lagu-lagu itu, walaupun dengan kosa kata yang belum jelas, tapi jujur membuat kami senang dengan tingkahnya.

Ia juga senang sekali melompat-lompat di tempat tidur, bila sedang mendengar musik. Memang sih untuk urusan senang musik dan lompat-lompat tadi belum kami arahkan dengan baik, sejauh ini kalau ia sedang serius mengikuti lirik lagu kami hanya memberinya "remote control" untuk ia jadikan microphone.

Sementara untuk menyalurkan bakat lompat-lompatnya, kami belum kepikiran memasukkan-nya ke gym, kami menunggu sampai ia berusia 3 tahun saja, kalau memang hobby lompat-lompatnya tadi masih ada baru kami akan mencari gym yang cocok untuknya.

Ini untuk kesekian kalinya saya berkomentar "AMAZING!!", dunia tumbuh kembang anak memang sangat luar biasa, loncatan perkembangan anak se-usia putra saya benar-benar sangat cepat, membuatku kembali harus/wajib membuka-buka buku panduan dan sebisa mungkin mencari informasi, bagaimana cara menghadapinya!.(SA)

[A] Tips Menggunting Kuku Bayi

Kebanyakan bayi terlahir dengan kuku yang panjang, putih dan tampak lemas. Walau kukunya tampak lemas, kuku tersebut dapat menggores wajah imutnya. Sementara bila mau mengguntingnya terkadang kita ragu atau takut akan melukai jari mungilnya.

Diperlukan strategi khusus saat akan menggunting kuku bayi, selain itu mom harus extra hati-hati agar jari mungilnya tidak ikut tergores gunting!. Berikut ini beberapa hal yang perlu di perhatikan Sebelum dan Saat menggunting kuku si kecil:

* Sebelum Menggunting Kuku.

Siapkan peralatan yang di butuhkan, yaitu;

- Gunting kuku, pilih yang berujung bulat agar tepinya tidak melukai jari. (sebelum digunakan, bersihkan gunting kuku dengan kapas yang sudah di beri Alkohol)

- Kapas

- Air Matang

- Alkohol 70%

- Obat Merah / Antiseptik (Bila di perlukan)

* Saat Menggunting Kuku

- Gunting kuku si kecil setelah ia selesai mandi, sebab kukunya jadi agak lunak. Atau gunting kukunya saat ia sedang terlelap tidur.

- Pada bayi, bila jari-jarinya masih dalam posisi menggenggam, secara perlahan buka genggamannya dengan cara meletakkan ibu jari Mom di bagian luar telapak tangan si kecil, sementara jari Mom yang lain masuk ke bagian dalam telapak kanannya.

- Tekan dengan lembut jari yang kukunya akan digunting dengan ibu jari dan telunjuk kiri Mom. Lalu, gunting kuku si kecil dengan tangan kanan Mom.

- Jangan terlalu dalam memotong kuku si kecil. Gunting bagian kuku yang putih saja dan sisahkan sedikit.

Aktifitas potong kuku ini akan sering dialami oleh mom yang baru mempunyai bayi dikarenakan kuku bayi sangat cepat tumbuhnya. Gunting kuku si kecil bila panjang kukunya kira-kira 1-2 mm, bila tidak segera di potong maka kukunya bisa melukai wajah atau menjadi sarang kotoran dan kuman penyakit.

Jangan panik bila jari mungilnya sedikit berdarah. Segera bersihkan lukanya dengan kapas yang sudah di basahi alkohol, lalu olesi dengan obat Merah atau Antiseptik. Semoga TIPS diatas bisa mengurangi keraguan atau rasa takut mom saat menggunting kuku si kecil. Selamat mencoba. (WRM/SA)

Categories: Parenting

[A] Stretch Marks

Bagi kaum perempuan Stretch Marks adalah mimpi buruk. Garis-garis berwarna putih seperti kulit jeruk di bagian tubuh, atau yang lebih di kenal dengan sebutan stretch marks merupakan hal biasa yang sering di temui pada wanita, apa lagi wanita yang pernah hamil. Beberapa mitos yang beredar mengatakan kalau stretch marks muncul akibat kebiasaan menggaruk terlalu keras saat sedang haid atau hamil.

Tapi tahukah moms kalau sebenarnya stretch marks itu juga di alami oleh laki-laki? Dari beberapa artikel yang saya baca, ternyata laki-laki yang sering melakukan gerakan olahraga angkat berat sangat potensial mengalami stretch marks, guratan putih halus itu akan muncul di lapisan kulit kedua atau dermis yang sifatnya elastis.

Bagaimana sih timbulnya stretch marks? Biasanya stretch marks diawali dengan timbulnya guratan berwarna kemerahan yang secara perlahan-lahan berubah berwarna keputihan atau lebih terang dari warna kulit mom. Saat kulitnya masih berwarna kemerahan, moms masih menanggulangi dengan mengoleskan putih telur, tunggu sekitar 15 menit kemudian dibersihkan. Yang sulit itu ketika sudah berwarna keputihan, inilah yang susah di hilangkan dan butuh perawatan khusus.

Sebenarnya Stretch marks ini tidak mengganggu kesehatan, tetapi hanya menggangu penampilan saja. Oleh karena itu, banyak sekali produk kecantikan yang di tawarkan dengan dalih dapat menghilangkan stretch marks, mulai dari lotion, krim khusus, pemijatan sampai dengan penggunaan sinar laser.

Stretch marks biasanya muncul di daerah payudara, perut, pinggul atau paha. Mengingat Stretch marks sulit untuk dihilangkan, maka sebaiknya sedini mungkin moms melakukan berbagai tindakan pencegahan. Simple saja, biasakan hidup dengan sehat, makanlah dengan pola gizi yang seimbang, olahraga teratur, mengkonsumsi air putih minimal delapan gelas sehari dan tidak mengkonsumsi lemak jenuh.

Untuk moms yang senang mengkonsumsi kopi, teh, minuman beralkohol atau rokok, maka sebaiknya segera mengurangi kebiasaan itu atau di hentikan saja, karena pola hidup yang tidak sehat bisa memicu timbulnya stretch marks. Dan mulai-lah mengkonsumsi, Sayuran hijau, buah-buahan, bawang bombai dan bawang putih yang sangat baik untuk pembuangan lemak, atau racun dari tubuh dan yang terpenting bisa menghindari munculnya stretch marks.(WRM/SA)

Sumber: Berbagai Sumber

[NEWS] Flash Fiction Nya BLOGFAM...!

Waduh senengnya akhirnya corat coret ku yang super duper singkat itu di cetak juga ;-).

Asli kirimnya juga buru-buru saat itu, eh gak taunya lolos seleksi.... lomba FF yang di gelar sama komunitas BLOGFAM , buku ini di terbitkan oleh GRADIEN. Penasaran? tulisan singkat kami itu seperti apa? Sabar karena buku ini akan launching bulan december nanti .... buruan cari di toko buku yang terdekat ya hehehehehe *narsis.com*

***********

Sekapur Sirih : Isman H Suryaman (216 Kata)

Kata Pengantar an Blogfam : Labibah Zain (216 Kata)

Mau tau siapa saja Penulis -Penulis Blogfam, berikut list nya:

- Syafrina Siregar
- Nahria Medina
- Gredika Enha
- Sari SaFitri Mohan
- Linda Astuti
- Ryu Tri
- Masatomo-Mamat
- Iwok Abqary
- Pritha Khalida
- Ika Widyastuti
- La Rane Hafied
- Tuteh Pharmantara
-Ririn Teguh Setyowati
-Nunik Utami Ambarsari
-Primadonna Angela
- Labibah Zain
- Zeeca
-Shrie Amriza
- Muhamad Sidik
- Arief Yudhanto
- Sylvia R. Agustini
- Alps
- Riesna
-Dewi Rieka
- Farika R. Lawendatu
- Rizka Boedhiyono
- Nana
- Wa Ode Nirmala Ningrum
-Yunisri Murliani
- Hesti Pratiwiafwian
- Be Samyono
- Arie Ishami
- Cepi Komara
- Indahjuli Usmar Sibarani
- Tira
- B. Dwiagus S
- Martha Pratana
- Adhika Putra Rakhmatullah
-Chelly TW
- Ang Tek Khun
- Adhi
- Amril Taufik Gobel
-Elsa van der Veer

Editor:
Labibah Zain
Elsa van der Veer
Amril Taufik Gobel

Akhirnya saya memilih Speedy

Setelah 1 tahun bimbang mau menggunakan apa, akhirnya pilihan saya jatuh ke speedy TELKOM. Lama amat ya, after one year baru menentukan pilihan. Memang sih lama sekali, banyak pertimbangan yang harus saya pikirkan sebelum menjatuhkan pilihan ke speedy.

Awalnya saya pakai Dial up CBN, karena CBN suka blank SPOT akhirnya saya memilih mengganti CBN dengan Dial up INDOSAT, awalnya indosat bagus, tapi lama-lama kalau siang hari ikut-ikut blank spot juga, jadi deh saya uring-uringan lagi, ditambah tagihan penggunaan internet melonjak drastis, membuat my hubby kasih warning.

Beruntung ada promo Telkomnet yang kasih potongan harga kalau weekend, jadi deh saya survive pakai telkom net, lumayan sih awalnya tagihan pulsa telpon bisa turun, tapi seiring dengan penggunaan akses internet saya yang semakin menggila akhirnya tagihan telpon mulai merangkak naik lagi, sampai-sampai naikknya sudah tidak bisa di tolerir lagi, fuiih! bener-bener bikin pusing kepala deh.

Padahal saya sudah berhemat lo, seperti saya sudah pensium main game Online, sudah berhemat updated blog dari rumah tetep aja tuh tagihan membengkak.

Untugnya pas minggu lalu ada kurir yang bawah brosur speedy promo telkom bulan ini. Entah si petugas TELKOM nya yang nyadar tagihan Telkomnet instant saya yang selalu di atas rata-rata atau memang semua rumah di kasih promo itu. Ibaratnya Pucuk di cinta ulam pun tiba, aku langsung contact petugas telkom nya dan setelah melengkapi administrasi dalam kurun waktu 2 hari aku bisa menikmati online 24 jam dari rumah dengan nyaman, biasanya kalau pakai dial-up, mesti deh main kejar-kejaran dengan waktu.

Lumayan lah saya bisa hemat banyak ngambil paket speedy ini, oh iya so far so good kok, blum ada problem. Just FYI, kantor saya juga sudah 2 tahun belakangan ini pakai SPEEDY dan no problem kok...cuman yang perlu di perhatikan mungkin penggunaan bytes nya, karena ada limit kan. Lain halnya kalau ambil yang unlimited, ini sih bebas mau sampai DL banyak-banyak gak di kenain add charges lagi. Kapan ya Indonesia bisa seperti negara-negara maju lainnya, internet bisa di akses dengan murah meriah...??

Anyway paket Speedy Telkom yang saya ambil adalah sbb:

1. Kategori Pendidik (guru,dosen,staf pengajar yayasan atau bidang pendidikan lainnya)
Syarat:
* Foto copy KTP
* Foto copy surat keterangan mengajar (SK) / Jadwal mengajar << ini bisa pake punya sodara atau temen juga gpp... :D
* Materai 6000, 2 lembar
* Aktivasi Rp.82,500
* Modem ADSL Rp.380,000

Paket Speedy PERSONAL, ABONEMEN perbulannya hanya Rp.150,000 / 1GB / bulan, selama 1 tahun Kalau normal 300,0000/bulan)

Proses aktivasinya cepat sekali tidak sampai 1 jam, sudah bisa online ...

FF: D&L-2. Berubah?

Jenis: Flash Fiction Bersambung
Chapter: satu
Word: 153 Words
Created: Nov 17, 2006
Last Edited:

"Lina tunggu," panggil deni dari belakang, aku menghentikan langkahku tanpa menoleh padanya "Lin, ada apa? kenapa kamu menghindariku?" tanyanya lagi, ia memegang lenganku "Lin, aku salah apa? Kenapa kamu tiba-tiba berubah seperti ini?."

Apa aku berubah? Aku tidak merasa menghindarinya. Itu pasti perasaan Deni saja.

"Berubah? Itu perasaan mu saja den," jawabku.

"Kamu berubah Lin."

"Saya biasa saja kok!, gak ada yang berubah" jawabku, mencoba meyakinkannya.

"Trus kenapa kamu tidak melihatku? Ini bukan seperti kamu yang saya kenal!" ujar deni.

Bagaimana aku bisa melihatmu kalau hati ini tidak sanggup melakukannya. Aku takut kalau aku akan semakin sakit menerima kenyataan itu, kenyataan kalau ternyata kau mencintai Adikku, Liza. Aku tidak tau kenapa aku bersikap begini padamu!.

"Saya sedang terburu-buru, mau ke perpus!" jawabku dan segera berlari meninggalkan-nya. Deni mencoba memanggilku, namun aku tidak berhenti karena aku malu pada diriku sendiri, aku malu kalau ia melihatku sedang menangis, menangisi kenyataan bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan!.

CP: Sahabatku, Menggugat Cerai!

Category: Cerita Pendek
Dated: July 4, 2005
Last Edited: March 17, 2008
By: Shrie Amriza
Note: Base on true story!

Ia tiba-tiba saja menggugat cerai suami yang telah ia nikahi selama 7 tahun! Sebagai sahabat terdekatnya, saya berpikir perkawinan itu masih layak untuk dipertahankan. Sayangnya ia tidak sependapat dengan saya!

Sahabat saya adalah wanita impian semua pria, well itu menurut saya dan teman yang mengenalnya. Ia sangat cantik rupawan. Modis. Penampilannya up-to-date, berkulit putih bak mutiara, rambut panjang mengkilat. Penampilannya tidak kalah dengan model-model cantik yang ada di majalah fashion. Dan, yang terpenting dari semua kelebihannya itu, ia juga ber-otak cerdas serta baik hati. Namanya Artitah Kuswondo, dan aku memanggilnya Titah.

Titah, begitu mudah mendekati pria-pria tampan dan mapan. Bila ia menginginkan mereka sebagai teman kencan, ia tinggal menjentikkan kedua jarinya, saat itu juga para pria sudah antri di depannya. Awalnya, semua pria itu hanya dijadikan teman kencan sesaat saja, tidak pernah sekalipun ia jatuh hati pada mereka.

“Saya tidak mau melibatkan perasaan,” ujarnya saat itu.

Namun semua berubah saat ia bertemu dengan Bimo, rekan bisnis perusahaan kami yang telah menikah dan mempunyai dua orang anak. Intensitas pertemuan kerja, membuat hubungan Titah dan Bimo semakin dekat . Well, dekat bukan sekedar dekat saja, tapi Titah mulai menaruh hati padanya.

"Saya merasakan getar-getar aneh bila berada di dekat Bimo", ungkap Titah beberapa waktu lalu. Dan saya hanya dapat tersenyu ketika ia mulai memuji Bimo. Hal yang tak pernah ia lakukan selama saya mengenalnya.

****

Pagi itu, Titah datang sedikit terlambat. Ekspresi wajahnya berbeda dari biasa, ia terlihat sumringah. Saya yakin sekali jika ekspresinya seperti itu, ia pasti sedang bahagia! Titah melewati ruangan saya, melirik sesaat dan melempar senyumnya yang paling manis, lalu bergegas masuk ke ruangannya.

"Pagi say…"sebuah pesan di ICR saya muncul, rupanya Titah sedang ingin menceritakan sesuatu. Seperti biasa, kami selalu ngobrol melalui Internal Chat Room, salah satu hiburan di kantor kami. Sudah menjadi kebiasaan, bila tiba di kantor hal pertama yang akan saya lakukan adalah membuka ICR, begitupun dengannya.

"Romannya happy banget, Ta?" saya mencoba mengorek informasi. Maklum, saya merasa penasaran melihat tampangnya yang sumringah.

"Masa sih?"

"Iya, dapat sesuatu dari Dimas?" tebak saya asal.

"Bukan, bukan dengan Dimas, tapi dangan Bimo" jawabnya.

Tentu saja saya kaget. Dengan Bimo! Sejak kapan ia peduli dengan teman kencannya?

"Bimo?" kuketik kata itu tapi tidak langsung menekan tombol SEND, kerongkongan saya tiba-tiba terasa kering, mungkin efek shock dengan beritanya, segera saya mengambil susu hangat yang disediakan oleh Mang Jami, office boy kami, lalu meminumnya beberapa teguk. Bimo yang saya kenal hanya ada satu dan itu adalah client kami "Bimo yang mana, tah?" saya coba memastikan kalau orang yang sedang ia bicarakan adalah orang yang sama dengan apa yang sedang saya pikirkan, lalu saya mengklik tombol send.

Tiba-tiba muncul pesan singkat darinya lagi "Come on! Say, I think I'm fall in love with him."

"With who?" Spontan saya menulis kalimat itu, saya sangat terkejut dengan apa yang barusan ia katakan.

"Say, saya serius nih, please!" Kalimat itu muncul seketika di monitor.

"Edann!," ketikku, lalu berdiri dari kursi dan langsung menuju keruangannya.

Well, ternyata benar. Ia sedang jatuh cinta dengan Bimo, Bimo Atmaja Client perusahaan kami. Bagaimana dengan Dimas? Apakah ia pernah memikirkan perasaan Dimas?

Yang paling membuat saya shock, beberapa waktu yang lalu ia mengatakan kalau ia sudah berniat untuk menggugat cerai suaminya, Dimas. Karena menurut Titah, perkawinannya dengan Dimas bagaikan sayur tanpa garam, HAMBAR! Itulah yang menyebabkan ia sangat tertarik dengan sosok Bimo yang sangat dewasa dan perhatian padanya. Saya mencoba menasehatinya, agar memikirkan lagi semua tindakan yang ia pilih. Tapi, itu usaha saya dan usaha teman-teman yang lain sia-sia. Karena beberapa minggu setelah kejadian pagi itu. Kembali saya harus terkejut dengan ceritanya...

"Say, gugatan cerai saya, sekarang sudah terdaftar di pengadilan agama Negeri Jakpus".

Saya benar-benar tidak menyangkah secepat ini ia akan mengajukan gugatan cerainya. Jujur saja saya bingung mau berkomentar apa. Belum sempat saya mengetik sesuatu, tiba-tiba ada pesan singkat lagi darinya "Aku juga sudah minta Dimas untuk mempercepat proses ini."

"Begitu cepat dan gampangkah Titah sahabat saya mengakhiri perkawinannya?" saya berguman di dalam hati.

"Wah, secepat ini Tah?" hanya itu yang bisa kuketik. Rasanya otak saya susah untuk memikirkan kata-kata lain dan saya juga enggan untuk memikirkan masalah yang sedang ia hadapi saat ini. Ups! mungkin ini bukan masaalah buatnya tapi ini merupakan awal menuju gerbang kebahagiaan untuknya, benarkah?

"Say, udah 7 tahun lo!" kembali pesan singkatnya muncul .

Well, sebenarnya dia tidak salah juga. Memang betul 7 tahun menikah tanpa di karuniai seorang anak pasti lah membosankan. Apa lagi gaya hidupnya dengan gaya hidup Dimas sangat jauh berbeda. "Bukan karena Bimo kan?" Saya tak sanggup lagi menahan keinginan untuk bertanya seperti itu.

"Kalau mau jujur sih, pastinya iya. Bimo yang membuka mata hati saya untuk segera menceraikan Dimas"

Begitu besarkah pengaruh Bimo dalam hidupnya saat ini? Apakah bijak menggugat cerai Dimas karena di sarankan oleh Bimo, yang notabene adalah selingkuhannya? Bagaimana kalau Dimas tau, kalau ia digugat cerai karena orang ketiga? Apa yang ia harapkan dari Bimo? Bagaimana kalau istri Bimo mengetahui affair mereka? Pertanyaan-pertanyaan itu seolah berlomba keluar dari pikiran saya. Tapi rasanya jari ini kaku untuk mengetik satu katapun!

Perkawinan sahabat saya, tak bisa di pertahankan. Proses perceraiannya pun selesai, degan berat hati Dimas akhirnya keluar dari rumah, ia pindah kerumah orang tuanya. Sementara sahabat saya, mengundurkan diri dari kantor. Ia juga tetap melanjutkan kisah asmaranya dengan Bimo dan tentu saja banyak orang-orang tak berdosa yang harus menanggung penderitaan.

****

Hari ini, genap lima tahun sudah sejak kejadian itu. Betapa terkejutnya saya saat saya melihat Titah sedang antri di kasir di sebuah pusat perbelanjaan, dan saya berdiri tepat di belakangnya.

"Titah?" panggil saya ragu-ragu. Saat itu saya memang ragu, saya takut kalau saya salah orang. Wajar saja keraguan saya itu timbul, karena Titah yang berdiri di depan saya terlihat berubah 190 derajat. Kecantikannya memang tidak berubah masih sama seperti dulu. Yang berubah adalah penampilannya, SURPRISE! Benar-benar di luar dugaan. Ia terlihat semakin cantik dengan hijabnya, ia terlihat santun dan lembut.

Betapa bahagianya saya, karena saya memang tidak salah orang, ia Titah sahabat saya yang telah hilang sekian tahun. Seketika, ia langsung mengenali saya.

Kami langsung menuju sebuah cafetaria kecil untuk melepas kangen dan bertukar kabar. Saya lagi-lagi harus terkejut dengan ceritanya. Betapa tidak, Ia baru saja mengatakan kalai saat ini ia kembali rujuk dengan Dimas!.

Saya sangat terharu, terlebih saat ia mengatakan kalau mereka telah dikaruniai seorang putra yang kini telah berusia dua tahun. Saat itu, saya tak kuasa menitikkan air mata. Saya merasa berdosa pernah menganggapnya negatif kekita ia menggugat cerai Dimas.

“Ta, Allah memang maha adil.” Kubisikkan di telinga nya, saat kami akhirnya harus berpisah.

****

Kisah sahabat saya ini semakin membuat saya yakin 100%, bahwa rezeki, jodoh dan ajal sudah ditentukan oleh-Nya. Jadi sekuat apapun usaha kita untuk mengubahnya, atau keluar dari rel itu, maka Ia akan mengembalikan kita ke rel yang telah Ia tentukan, Walahu a' lam, Allah maha besar.(SA)

Jakarta, 24 November 2005

FF: Gila Kerja...

Category: Flash Fiction
Word: 221 Words
Date: November 7, 2006

"Belum pulang, Mbak?" tanya Office Boy kantor.

"Belum di jemput!," jawabku gelisah, kulirik jam tangan, jarum jam sudah menunjuk-kan pukul 8 malam!. Tumben jam segini Andi, suamiku belum juga sampai?, tanyaku dalam hati.

Tiba-tiba saja Handphoneku berdering, tertera nomor Andi di layar handphone "Hallo, mas sudah di mana?" tanyaku setengah merajuk, aku tau ia pasti akan memberi jawaban klise seperti biasanya, jadi tidak akan ada gunanya kalau aku harus mebuang energiku untuk marah!.

"Maaf ini baru keluar dari ruang meeting," jawabnya.

"Kenapa gak bilang kalau mas mau meeting," ujarku mencoba menahan diri untuk tidak marah "mas, kantorku sudah gelap nih..., tinggal aku sendiri di kantor!" aku memang tinggal seorang diri di lantai ini, semua rekan kerjaku sudah pada hilang sejak jam enam tadi.

"Sabar ya sayang," ujarnya lembut Andi sedang mencoba menenangkanku, itu memang jurus ampuhnya. Setiap kali ia harus lembur dengan tiba-tiba ia pasti meminta maaf dan merayuku, anehnya selalu saja aku luluh dengan rayuannya "ini mas sudah mau jalan kok!" lanjutnya.

Aku beranjak meninggalkan ruanganku menuju lobby di lantai satu, rasanya lebih nyaman bila menunggunya disana. Namun baru saja pintu lift terbuka, tiba-tiba handphoneku berbunyi dan nama andi muncul di layar handphone!

"Sayang, maaf ya aku harus meeting dengan Pak Danu di Mulia Hotel" ujarnya merasa bersalah.

Rasanya kesabaranku sudah habis, ingin rasanya aku teriak, Dasaaarr!!! Gilaa Kerja....

Jagoan Kecilku Sedang Tidak FIT

"Bunda agi bunda," pinta jagoan kecilku, sejak tadi ia hanya ingin mendengar lagu Small World dari koleksi lagu-lagunya, setiap kali lagu itu habis ia akan meminta di putar ulang, ini sudah ke 14 kali saya memencet tombol rewind, syukurlah ia bisa tertidur dengan bunyi tenggorokan yang terdengar kencang!.

Yap, saat ini jagoan kecilku sedang batuk dan flu, sebenarnya batuk ini sudah cukup lama ada, kalau gak salah ingat ia batuk sebelum lebaran, tapi hilang dan timbul sampai sekarang ini, menurutku ini yang lebih parah soalnya batuknya + bonus flu segala, so semalam aku begadang jagain suhu kamar agar tetap lembab juga tidak panas.

Serba salah jadinya, kalau suhu kamar teralu dingin dan kering maka ia akan terbatuk-batuk dan akhirnya bangun + nangis, sementara kalau suhu kamar terlalu panas maka ia akan mandi keringat seperti sedang sauna, karena panas maka ia mengigau gak jelas dan endup nya nangis jejeritan dan minta di gendong, fiiuuhhh! semalaman aku jadi begadang, dan hasilnya sekarang gak ngantor secara mata kok jadi 5 watt gini...

Tapi pas mau tidur, eehhh kok otak gak mau kompromi, maunya di depan notebook aja cek email dan updated blog, belum lagi sebuah project asal ku sedang menunggu minta di lirik, hiksss bener-bener deh hari ini buat diriku jadi sutrissno...

Balik lagi ke jagoan kecilku, sekarang dia sudah tertidur pulas tuh dengan nafas yg terdengar dari jarak meja kerjaku 8 meter dari tempat tidurnya. Sekalian curhat ah, jagoan kecilku masih bermasalah dengan acara makan, masalah klasik yang selalu menggangguku, bukan apa-apa karena ia sering nolak makan jadinya suka masuk angin dan jadi diare, atauu stok susu jadi berlipat2 karena ia hanya mau minum susu, piyeeee ini kok masalah susah makan belum selesai juga ya... aku sampai punya literatur panduan How To Make A Kid Love Food yang kusadur dari curhat para ibu-ibu, tapi tueteep aja tuh bila acara makan tiba musti perang dingin dulu, kadang kalau aku tega tak biarin aja gak makan ampe seharian, kadang berhasil dia minta makan sendiri dan habis banyak, tapi kadang kok dia menang juga gak makan ampe 2 hari tahan tuh! yang ada diriku kena omelan musia...!

Dannn... yang terakhir, aku sedang aware dengan perkembangan bicaranya Late talking, sekarang diriku sedang nguprek nguprek file Dhyspatic Development yang di anjurkan Bu Julia, semalam diriku begadang buat baca-baca file itu, syukurlah jagoan kecilku itu belum perlu untuk di bawah ke speech patalog seperti yang ingin kulakukan sebelumnya, kepanjangan kali ya curhatnya nanti saya coba lanjutkan tentang perkembangan bicara ryu dan sebaiknya apa yang harus aku/suami lakukan dalam menangani jagoan kecil kami...

Pamit mundur dulu ah, mau berusaha tidur mumpung si jagoan sedang pulas... "obat tidurku yuhuuu di mana kau berada..."

FF: D&L - 1. Bersemu Biru

Category: Flash Fiction Word: 195 Words Date: November 7, 2006 Last edited: November 11, 2006

"Ada apa?" tanyaku penasaran melihat Deni, sahabatku.

"Gak ada apa-apa!" jawabnya singkat.

"Gak ada apa-apa?" ujarku mengulang kalimatnya, aku tau ia sedang berbohong, sorot matanya berbinar-binar dan ia tersnyum misterius "lalu kenapa kamu senyum-senyum aneh begitu?" lanjutku tidak percaya.

"Bener, gak ada apa-apa kok!" jawab Deni mencoba meyakinkanku.

Katakan saja Den, aku sudah siap kok menjadi kekasihmu. Apa lagi yang kau tunggu? Kita kan sudah cocok dan serasi. Pertemanan kita juga sudah lama terjalin. Dulu memang aku tidak menaruh hati padamu. Namun, karena seringnya kita bertemu membuatku berubah pikiran. Aku sudah siap, benar-benar siap, gumanku meyakinkan hati.

"Leni..." panggil Deni, membuyarkan lamunku, ia tersenyum aneh lagi "saya" ujarnya, lalu diam dan tidak meneruskan kalimatnya.

Aku menunggu ia menyelesaikan apa yang ingin ia katakan, namun ia hanya terdiam memandangku dengan binar mata yang aneh.

Dan rasa sabarku-pun sirna. "Ia" ujarku mencoba memecah kebisuan itu "kenapa den?" tanyaku pelan.

Seketika raut mukanya berubah serius, dan ia terlihat semakin tampan "saya naksir" ia berhenti lagi, dan menatapku tajam. Sesaat mata kami beradu, binar matanya meyakinkanku kalau Deni adalah pacar ideal buatku "saya naksir adikmu, Liza" lanjutnya membuyarkan hayalku, raut wajahnya bersemu merah dan raut wajahku langsung bersemu biru!.

TAKUT!

3 Tahun yang lalu...
"Iya nanti aja, kan belum setahun" jawabku males.
"Tapi itu harus di cek lo!" ujar Dia, dengan tenang.
"Nanti aja deh, sekarang masih sibuk nih!" jawabku mengelak dari apa yang Dia suruh.

2 Tahun yang lalu...
"Pokoknya saya takut!" pekikku.
"Kenapa musti takut" ujar Dia dengan lembut "kan lebih sakit dikala kau berjuang menjadi seorang ibu?" lanjutnya dengan sabar.
"Ya, kalau takut tetap takut" jawabku masih diliputi emosi dan meninggalkan Dia.

1 Tahun yang lalu...
"Yuk di cek, sudah hampir 3 tahun lo" mencoba untuk kesekian kalinya "nanti ada apa-apa...!" lanjutnya, menakutiku.
"Iya nanti saya buat janji" jawabku asal.

2 Minggu yang lalu...
"Aku sudah buat janji, sabtu besok kesana ya!" ujarku tiba-tiba. Dia kaget dengan apa yang baru saja saya ucapkan.
"OK" jawab Dia semangat.

3 Hari yang lalu...
"Minggu depan aja ya" ujarku pelan. Ketakutan mulai melanda diriku lagi.
"Iya" jawab Dia tetap semangat.

Hari ini... November 7, 2006
"AKU HARUS BERANI...! HARUS BERANI!" Pekikku dalam hati.

[FF] Hanya Ingat Itu...

Category: Flash Fiction
Word: 205 Words
Date: November 3, 2006
Last edited:

Aku mendapati diriku terbaring lemas di ruangan yang serba putih, sorot lampu menyilaukan pandanganku. Ada Ibu, ayah dan kedua adikku disana.

Mereka tersenyum padaku saat kubuka kelopak mataku yang terasa berat, dan akupun membalas senyum bahagia meraka.

Aku mencoba bangun dari tempat tidur itu, namun badanku terasa kaku luar biasa. "Aku di mana bu?" ujarku pelan "kenapa ibu menangis?" tanyaku lagi.

"Kamu di rumah sakit sayang" ujar ibuku lembut dan mencium pipiku.

"Dina," panggil ayahku lembut, aku menoleh padanya "kamu kecelakaan nak, mobil kamu menabrak pembatas jalan tol" ujarnya lirih.

Aku bingung, shock dengan apa yang baru saja mereka katakan "Apa yang terjadi yah? Sudah berapa lama aku disini?" tanyaku.

"Nak," ujar ibuku, sambil memegang tanganku "kamu koma setelah kejadian itu, dan ini sudah hari ke 382 kamu terbaring disini" air mata ibu kembali berlinang.

Aku tidak ingat dengan kecelakaan itu. Aku hanya ingat kalau sore itu aku di pecat dari kantorku, aku dipecat setelah aku mengabdi selama 7 tahun di perusahaan itu, aku di pecat dengan tidak manusiawi!.

Terngiang di telingaku saat Pak Dibyo manager HRD menyampaikan berita duka itu "Saudari Dina, anda termasuk dari 10 orang karyawan yang di PHK ! ini hari terakhir saudari berstatus sebagai karyawan disini." Aku hanya ingat itu!.

[Curhat] Gara-gara Flashdisk

Sumpah sekarang aku lagi semangat untuk menulis. Tapi sayang flashdisk ku ketinggalan di kantor.

Semua naskah cerpen dan novel yang sedang kukerjakan tak bisa aku updated karena keteledoranku.

Lalu aku harus mengerjakan apa?. Apa aku harus berdiam diri saja dan membunuh waktu dengan menonton sinetron?.

Tidak, aku tidak boleh melakukan itu. Aku harus melakukan sesuatu yang berguna. Tapi apa itu sesuatu yang berguna?.

Sumpah aku tidak memahami arti dari kata sesuatu yang berguna itu seperti apa? Ada yang bisa memberi tahuku arti kata itu?.

Apa mungkin corat coret seperti ini bisa di bilang berguna?.

Ah, sudahlah. Lebih baik aku tidur dan berharap di tengah tidurku aku mendapatkan ide baru.

Tentang Ryuga

TIDUR SENDIRI

Sudah lama saya tidak menulis tentang putraku Ryuga. Sebenarnya jemariku sudah ingin sekali menulis, tapi karena banyak perkembangan baru yang terjadi dengannya membuat saya bingung mau mulai dari mana!.

Saya coba mulai membahas tentang keberaniannya tidur sendiri. Hampir dua bulan ini ryuga tidur pisah ranjang dengan kami, memang sih kami tetap sekamar tapi keberaniannya itu membuatku senang sekali.

Kadang saya sedih juga, disaat saya ingin kelonin dia di ranjang saya. Eh, ryuganya malah tidak mau, ia meminta turun dan balik tidur keranjangnya.

Ia juga menjadikan ranjang itu daerah kekuasaan-nya. Ia tidak mengijinkan orang lain tidur disitu, saya dan suami saja kadang suka di larang bobo di ranjangnya, "keluar, keluarrr" pekik ryuga kalau sudah melarang kami.

Jadi kalau kami ingin kelonin dia, ya harus di ranjangnya dan tentunya pada saat ia mau. Kalau dia lagi tidak ingin jangan pernah memaksa karena ia akan ngambek.

Duh! Saya jadi tidak ingin membayangkan proses alamia itu tiba! Ia akan sibuk sekolah, kuliah, bekerja dan akhirnya menikah!. Menikah dan tinggal bersama keluarganya, oh tidak rasanya berat harus berpisa dengannya, jujur saja saya takut memikirkan bahkan membayangkan saat itu tiba.

Tapi bukannya sebagai orang tua yang baik, kita harus memberi support pada anak kita agar mandiri? Sewajarnya memang harus begitu.

Semoga saya bisa menjadi ortu yang baik buat Ryuga, Amien.

The Amriza

Popular Posts

My Biz Online!

Ngobrol Yuk...

Gtalk: aurelly.one

My Email:
bunda.ryu@gmail.com