The Amriza Family

Berbagi Ilmu dan TIPS kepada siapa saja

Showing posts with label My Kids. Show all posts
Showing posts with label My Kids. Show all posts

Setiap Anak Itu Unik. Maka, Stop Membanding-bandingkan!!

Setiap anak itu unik, punya ciri khas sendiri. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang benar2 100% sama, bahkan kembar identik sekalipun. Itulah kenapa, sebagai parents kita nggak boleh menyamaratakan anak kita. Baik itu dari segi perkembangan fisik, motorik dan intelektual.

Sering kali saya melihat parents membanding-bandingkan anak A dengan anak B. Paling sering yang saya dengar begini, "Si Andi ngomongnya lebih cepat dari si Budi!" "Wah sih Wati lebih cepat berjalan dari si Desi" dll...

Mom's and Dad's...
Harus di ingat, perkembangan anak itu unik, nggak ada yang sama. Jadi bila si Andi lebih cepat ngomong, maka belum tentu si Budi ngomongnya sama cepatnya dengan Andi.

Dulu ketika baru saja menjadi parents, saya sering bersedih hati bila ada saudara yang bertanya "Kok Ryu belum bisa ngomong sih? kan sudah 20bulan? Dulu anak saya 11 bulan aja udah bisa nyanyi loh!!" GUBRAXX... hati ini rasanya sakit loh! Walau yg ngomong itu nganggap biasa, dan becanda... tapi sebagai new PARENTS itu nyakitin banget!

So, mom's and dad's...
Bila anda berada di posisi saya, menghadapi saudara, orang tua, mertua, nenek, opa yang membanding2kan anak anda dengan anak lain, bersabar hati saja... nggak perlu di ambil pusing karena nggak ada satu orang pun yang perkembangannya sama :-)

Dulu, saya diam saja kalau ada yang mulai membanding2kan, tapi lama2 nggak nahan juga, lama2 saya jawab "Bu/pak... stop membanding2kan, nggak ada satupun orang yang perkembangannya sama! Setiap anak itu unik, jadi anak saya jangan di sama2in dengan anak orang lain!" Jangan di ikutin ya mom's and dad's :D

Alhamdulillah masa2 itu sudah berlalu, sekarang saya lebih menghargai perkembangan putra sulung saya Ryu dan bungsu saya Rai, mereka sangat berbeda! Yang menyamakan adalah nama belakangnya saja AMRIZA :D

Happy parenting yaaa mom's and dad's.

Info pic: Ryu Amriza & Rai Amriza

Baca cerita saya yang lain:
4. Resep Bubur Untuk Bayi 6 Bulan


Apa Bisa Anak Kecil Terkena Katarak?


Hari, saat di vonis Katarak!
"Apa bisa anak kecil terkena katarak?" pertanyaan itu menerorku!

Flash back ya...
2 minggu yang lalu tepatnya tgl 28 december 2010 aku dan Ryu ke rumah sakit mata AINI, saya hanya ingin perikasa mata Ryu yang 'kayaknya agak minus atau plus' karena saya menerima laporan dari sekolah bahwa Ryu agak susah kalau membaca.

Oke well, santai saja lah saya dan Ryu kesana, registrasi lalu test mata. Pada saat tes mata, saya sedikit kwatir secara suster yang memeriksa matanya, agak2 kesulitan dengan mata kirinya, saya mulai panik!

Ditengah kekalutan saya menunggu dokter mata nya datang, mulai deh saya mengira2 Ryu ini matanya kenapa? sambil berdoa semoga dia cuman minus or plus saja.

15 menit kemudian Ryu di panggil dan kami pun bertemu dengan dokter mata Tety. Saat mata kiri Ryu di periksa dokter agak lama men-cek nya, saya kembali kwatir. Setelah dokter selesai, ia pun memberitahukan saya "Bu, mata kiri anak ibu terkena KATARAK!"

Duaaarrr... bagai tersetrum listrik 100watt saya pun kaget! "Kok bisa? Dia kan masih kecil? Bukannya katarak hanya menyerang lansia? Lalu apa yang harus dilakukan? Apa bisa sembuh?" rentetan pertanyaan saya seolah2 tumpah... berlomba-lomba keluar dari mulut saya!

Saat Dr. Tety menjelaskan, saya bagai berada di pulau yang tak berpenghuni! Kosong!! Nggak bisa mikir!! Shock! sudah pasti *menyesal kenapa bukan Ayah saja yang antar saat itu*

"Ryu harus operasi bu! Nggak ada obatnya! Dan harus di operasi sekarang karena usianya sudah mau 7 tahun!!" samar2 saya mendengar Dr.Tety mengatakan itu!

Oh.. oke oke ...

Seolah belum yakin saya dan Ryu pun keluar, sambil menunggu reaksi obat yang di tetesin untuk memeriksa saraf matanya, butuh 15 menit untuk bisa mencek nya. di ruang tunggu saya  langsung mengabari Ayah! Saat itu saya nggak bisa mikir apa-apa, saya hanya bisa mikir 'gimana caranya agar dia segera di Operasi!'

Waktu 15menit terasa singkat! Setelah di cek untuk kedua kalinya, confirmed kalau mata kiri Ryu KATARAK! dan harus di operasi.

OKE.... setelah diskusi dengan Ayah, kami memutuskan Ryu di operasi Tgl 30/Dec 2010. Serangkaian tes lagi-lagi harus di lakukan, mulai dari tes ukuran lensa mata yang akan di tanam di matanya, seumur hidup. USG Mata. Dan Tes Darah!

Oh ia, sebelum masuk ruang operasi 30/Dec, Ayah dan Ryu ke "Jakarta Eye centre" untuk mencari second opinion dan disanapun di vonis kalau mata kiri Ryu KATARAK! Mata kirinya hanya bisa melihat dengan jelas sejauh 2 meter saja! Yang paling scary, dokter mengatakan kalau Ryu terlambat di diognoasa dan di lakukan tindakan. Seharusnya dia sudah di operasi sejak usia 4 tahun.

Karena telat!
Jadi, saraf matanya mengalami keterlambatan perkembangan, karena sinar yang masuk ke matanya sedikit, terhalang si KATARAK. Jadi, walaupun dia sudah operasi, nggak bakalan bisa 100% sama dengan mata kanan. Si mata kiri butuh terapi agar syaraf2 matanya bisa tumbuh. Agak2 stress juga ya, secara syaraf mata itu berkembang sampai anak berusia 8 thn, huhuhu kalau saja telat apa jadinya nanti!

Thanks to GOD kami masih di beri tahu sekarang2 ini.

Apa bisa anak di bawah umur terkena KATARAK? Bisa sekali!
Penyebabnya?
- Faktor genetik / bawaan lahir
- Pernah terbentur benda keras
- dll.

Dalam kasus Ryu, mata kiri nya ini terkena KATARAK kemungkinan bawaan lahir.
Lalu setelah Operasi apa bisa sembuh TOTAL?
Nggak bisa!!!!
Ryu kemungkinan besar akan butuh kaca mata.

Lesson dari jurnal ini: "Sebaiknya periksa mata anak anda sejak dini, apa lagi bila orang tuanya memakai kaca mata sejak kecil."


Sesaat sebelum operasi. Habis di bius :P

3 jam setelah operasi. Udah semangat :D

Sehari setelah. Ini habis cek-up minta beli buku
Seminggu setelah. Habis cek up menemani bunda kerja di Starbucks.

Mengajak si 2 tahun Nonton Bioskop!

Happy 2nd Birthday to our little boy 'RaiAmriza'

My little kiddo kemarin b'day yang ke 2. Syukur alhamdulillah AllahSWT telah memberikan Rai kesehatan, kecerdasan, ketampanan, kebaikan, alhamdulillah alhamdulillah...

2 tahun itu seperti baru kemarin saja, cepat sekali berlalu. Seperti baru kemarin menimang2nya, menyusuinya, menggendongnya kemana-mana. Sekarang? Dia udah bertambah tinggi, bertambah cerdas, sudah pandai bicara, dan sudah susah di gendong2 secara dia mau explore terus.

Di hari ulang tahunnya yang ke dua ini kami nggak ngerayain "memang nggak biasa ngerayain sih" kami hanya ngajak Rai jalan2 ke mall, dan kami niat mau ngenalin padanya NONTON di BIOSKOP. Kami sengaja memilih film animasi Rapunzel yang penuh dengan lagu-lagu bagus dan gambar-gambar lucu, berharap Rai akan senang.

Pengalaman pertama nonton ini alhamdulillah sukses, didalam bioskop Rai anteng saja nonton filmnya, sambil ngemil cake namun ditengah-tengah film, ia sukses tertidur lelap sambil minum susu, hahahaha.

Misi berhasil! Rai nggak berisik, nggak takut gelap dan menikmati film Rapunzel nya walaupun hanya 1/2 film saja :")

Senang, akhirnya anak-anak kami doyan nonton juga :")

So, mommies jangan segan ngajak si 2 tahun nonton ya, tapi sebelum ajak nonton sebaiknya sediakan:
- membiasakan si kecil berada diruangan gelap
- membekalinya dengan makanan, minuman kesukaannya.
- bersiap-siap keluar bioskop bila si kecil mendadak rewel :)

Happy parenting mommies :")

Dan, 
Happy B'day to our beloved RAI AMRIZA, bunda ayah and kakak love you always :")

Liburan Lebaran 2010

Part 2: Jalan - Jalan seputar Jakarta

Well, nyambung cerita lebaran nih. Kali ini aku mau share tentang jalan-jalan during holiday.

Sebelum liburan aku dan ryu sudah buat schedule, tapi berhubung Jakarta dan sekitarnya lagi musim hujan maka semua plan gatot (baca: gagal total)

Semua plan outdoor kami hilangin, yang jadi indoor aja. Mall to mall, play ground to play ground.

Lihat aja nih foto-foto yang sempat diabadikan saat jalan-jalan liburan lebaran 2010 :")























Mengajarkan Puasa Untuk Anak SD

Bagaimana cara Mengajarkan Berpuasa Untuk Anak SD?

Tahun ini adalah kali pertama saya dan suami mencoba mengajarkan pada sulung kami Ryu bahwa berpuasa itu adalah kewajiban bagi semua muslim, maka iapun wajib melakukannya tak terkecuali dia masih ber-usia 6 tahun.

Beruntung sekali di sekolahnya, semua anak di wajibkan sudah bisa berpuasa full day, jadi saya punya alasan yang bisa menguatkan statement saya bila sedang tawar menawar dengan Ryu :D

Hihihihi, ngajarin puasa kok pakai tawar menawar? Yupeee... bener banget soalnya yang sedang di latih ini adalah anak SD usia 6 thn dan baru kali ini di wajibkan puasa full :D. Jadi saya butuh bargain atau tawar menawar ketika menghadapinya.

Parents, ini tips saya, semoga berguna bagi anda yang membutuhkannya:
 

- Orang tua dan seisi rumah berperan penting mensukseskan misi puasa full day si anak 6th / SD :D

- Sebelum hari H kami sudah menjelaskan pelan2 bahwa sebentar lagi Ramadhan. Kami menjelaskan dengan cara yang paling mudah dia mengerti tentang ramadhan, apa saja yang akan di kerjakan, apa saja manfaat bila ia mengerjakan dll.


- Libatkan ia dengan semua kegiatan sholat, taraweh, sahur, membuat buka puasa, ngaji. 


- Jangan di paksa bila ia nggak mampu. Misal: Ryu, di hari pertama langsung nyamplok roti saat jam 10 pagi, setelah tawar menawar akhirnya kami sepakat jam 12 ia boleh minum susu + makan 1 roti, dan ia melanjutkan lagi puasanya hingga bedug magrib. Alhamdulillah Ryu setuju dan ia tetap melakukan sholat 5 waktu seperti biasa. 


- Alhamdulillah di hari kedua sulung kami Ryu tidak perlu buka di tengah2 hari, ia bablas hingga bedug magrib. Subhanalah... Alhamdulillah dia berhasil menahan godaan untuk berbuka. 


- Jangan lupa memberikan pujian padanya dengan mengatakan "ALhamdulillah. Kakak hebat bisa puasa penuh. Selamat ya nak!"


Parents, anak tidak akan bisa melakukannya sendiri, kewajiban kita sebagai orang tua untuk mensupport nya dan tawar menawar dengannya. Percaya deh, rasa bersalah kita, karena TEGA saat ia ngeluh lemes, saat ia protes karena magrib itu lama, terbayar ketika si anak dengan bangganya bilang dengan mata berbinar2 "Bunda, kakak hebat bisa puasa pool!" ingin nangis rasanya.

Dan, pengenalan puasa sejak dini iAllah bisa memberi dampak yang baik bagi si anak. Terima kasih yaAllah KAU telah mengajari kami.

Usianya sudah 6th!

Syukur Alhamdulillah.
Sulung kami RyuOmarAmriza sudah berusia 6thn. 
Nggak terasa dia semakin besar.
Dia semakin cerdas. 
Semakin kritis.
Semakin bisa di ajak ngobrol.

Dia juga sudah bisa curhat.
Sudah bisa nasehatin orang tuanya bila kami kehilangan kendali , sigh. 

Our beloved Ryu happy blessing b'day ya nak...
Semoga AllahSWT selalu memberimu umur panjang, jadi anak yg soleh, cerdas dan menghormati orang tua. Aminnn...

Ryu sudah bukan BALITA lagi... :-)
Ryu sudah mulai besar nih...
bentar lagi masuk SD. 

Ya ampun...
habis SD, SMP, SMA, kuliah than....married huaaaaa
Betapa waktu cepat berlalu...

Saya nggak mau kehilangan moment menemani anak saya bertumbuh...
Saya nggak mau disaat mereka sudah ounya dunia sendiri baru saya bisa punya waktu...
Saya mau mereka menyayangiku sebagai ibu, teman, sahabat mereka..

Ya Allah... jaga anak2ku...
Beri saya usia yang panjang agar saya bisa menyaksikan kesuksesan mereka nanti ^_^. Amiiiiin. 

Sedihhhh banget nulis ini. 
Serasa Ryu sudah dewasa...
Serasa sebentar lagi dia akan pindah kota tuk menemupuh kuliah. 
*Meweeekkkmodeon*

Sekali lagi Selamat ultah Ryu Omar Amriza :-)
Our HUG and Kiss...
Bunda dan Ayah.

Resep Bubur Bayi - 6bulan

Mau sharing bubur Little Rai disini...

Kali aja nanti aku butuh lagi kan tinggal browsing, maklum deh mom, waktu LittleR mau 6 bulan aku kebingungan nyari resep bubur bayi, secara lupaaa resep waktu kakaknya dulu seperti apa, hehehehe

Ini ada resep bubur yang biasa aku buatin buat littleR dan alhamdulillah dia doyaaan banget.

Bahan:

- Beras (secukupnya) aku biasanya segenggam

- Dada ayam

- Brokoli (dicuci bersihhh lalu di cincang halus)

- Wortel (diparut)

- Gula + Garam (dikiiiiiiiiiiiiit ajaa)

- Kuning telor (di goreng "acak" pakai mentega)

- Bawah merah 1 siung (dicincang halus di goreng pakai mentega hingga menguning)

Cara buat:

- Masak air + beras hingga mendidih

- Masukkan dada ayam , brokoli, wortel, gula + garam

- setelah ayam empuk, angkat lalu cincang halus, masukkan lagi

- masukkan kuning telor

- diaduk2 aduk hingga menjadi bubur...

- sebelum air bubur kering, masukkan bawang merah yg telah di goreng.

- Aduk aduk aduk... dan siap disajikan.

Ini kesukaan little Rai, dulu waktu 6 bulan aku saring halus, sejak dia 9 bulan aku saring kasar... kalau udah dibuatin ini....mulutnya buka mulu "HUUUPPPP" lucu deh liat ekspresinya hehehehe

Ia deh selamat mencoba ya mom....

Mulai Mencari Sekolah SD di Depok!

“Shock dengan uang pendaftaran sekolah SD?” Duh, pertanyaan di atas tuh lagu lama!! Secara ini dilema para ibu2 setiap tahun ajaran baru. Dulu, aku nggak ambil pusing deh, secara anakku kan masih kecil hehehehehe.

Tapi, sekarang pas di hadapkan dengan kenyataan anakku akan segera masuk SD, kepala langsung pening, melihat brosur sebuah sekolah swasta yang uang pendaftarannya saja sudah mencapai 8dijit.

Gubraxxxx Dan itu harus di bayar lunas 6 bulan sebelum tahun ajaran baru dimulai, which is December or January!! Mannnn…. Insurance pendidikan aja cair Juni, gimana dong?

Nggak ada pilihan? Banyak kok. Ya… tergantung kita orang tua mau seperti apa pendidikan yang mau kita berikan pada buah hati kita.

Kalau aku sih maunya tuh pendidikan agama sejajar dengan pendidikan akademik, balance.

Soalnya apa? Saya merasa kedua hal itu sama pentingnya. Agama, tentu sangat penting itu kan pondasi dasar buat anak ya, selain dapat di sekolah iAllah dirumah juga akan diajarkan, begitu juga akademik sangat penting juga, ini dia butuhkan untuk mengejar cita2 nya kelak.

Intinya kami ingin yang terbaik buat putra kami. Makanya sekarang masih hunting sekolah SD didaereh Depok yang bisa menyediakan kedua hal di atas “Agama dan Akademik” dengan harga yang bersahabat dengan kantong :P

Selamat ultah anakku Ryu.

Alhamdulillah akhir april yang lalu Ryu genap 5thn. Aku sangat bersyukur karena ia selalu diberi kesehatan dan kecerdasan oleh AllahSAW, alhamdulillah.

Namun hatiku terasa sedih, karena dihari ultahnya aku dan ayahnya tetap masuk kantor! Kami nggak bisa cuti pada hari itu. Lalu ketika weekend aku terlalu sibuk mengurus bisnisku *maaf ya nak*.

Saking sibuknya, mau beli kue tart saja sampai tertunda2. Bahkan aku sempet berpikir untuk tidak membelikannya kue tart. Duh!!! Teganya aku ini. Aku merasa jahat sekali. Karena diawal2 kami menikah, aku sudah sepakat dengan patnerku, disetiap kami dan anak2 ultah, kue tart harus ada!! Itu WAJIB!!! Party, NO!!! Eh sekarang, aku malah terpikir tuk menghapus kebiasaan itu :( *maaf ya ayah dan kk*

Dengan rasa bersalah yang sedemikian dalamnya, aku memesan kue tart untuk kakak Ryu. aku pesen kue tart sesuai dengan keinginannya. Beruntungnya aku, sebab Mom Ani yang super duper sibuk berkenan membuatkan kue tart untuk Ryu walau aku minta dadakan. Makasih banyak ya mom, semoga kebaikan mom di balas oleh Allah, amien.

Alhamdulillah, Ryu seneng sekali dengan kuenya *ben10 gituuulooohh* , makin senang karena ia bisa tiup lilin di ultahnya yang ke 5, ia juga sangat antusias ketika berdoa, dan waktu potong kue ia langsung memberikan potongan pertama padaku. Makasih ya nak...

Semoga diusiamu sekarang kamu bisa lebih menikmati duniamu dengan bahagia, amiennn....

Ryu, don't grow so fast ya.... Love you now and always ;-)

Rasa Sabar itu Perlu...!

Updated tentang Ryuga, our beloved kid yang sudah duduk di TKA, dan berusia 4th 6 bln.

Beberapa minggu belakangan ini Ryu sudah mulai dapat tugas rumah (setiap weekend), mulai dari dotting (menebalkan huruf/angka) sampai dengan mewarnai gambar. Alhamdulillah Ryu tidak terlalu susah diajak mengerjakan tugas rumah tersebut.

Well, awalnya memang rada susah, apa lagi kalau yang bimbing nggak sabaran, tentu Ryu pun jadi males-malesan dan banyak alasan untuk tidak mengerjakan tugas itu, tetapi kalau yang bimbing itu bisa menahan sabar pasti deh hasilnya memuaskan.

To be honest susah sekali membimbing anak belajar, butuh kesabaran ekstra untuk melakukannya. Bukan itu saja, kita juga perlu menciptakan rasa fun dan kenyamanan untuk si anak. Bila kedua hal itu mampu kita ciptakan, maka hasil yang didapatkan tentu akan sangat memuaskan.

Rasanya bahagia dan bangga deh, ketika Ibu guru memberikan bintang dan nilai yang memuaskan untuk tugas-tugasnya itu. Sebagai ortu tentu senang dong… apa lagi Ryu. Wiih dia sih bangga sekali dipuji gurunya “Ryu belajarnya hebat ya!”

Aku yang mendengar cerita Ryu, menjadi semangat. Setiap kali ada tugas rumah, pasti deh dengan antusias aku ajak Ryu mengerjakannya.

Oh iya masih terbawah suasana semangat, semalam hunting buku belajar ‘calistung’ untuk anak usia 4th/TKA, Alhamdulilah Ryu senang bukan main ketika ia tau dibelikan buku-buku itu, dengan antusias ia langsung mengerjakannya, waktu aku tungguin dia mengerjakan buku itu, dengan santainya Ryu bilang, “bunda kesana aja, biar kakak aja yang kerjain, kakak kan sudah jago!”

Duh, rasanya senang sekali melihat putraku mempunyai rasa tertarik dengan buku-buku pelajarannya..

Selamat belajar ya nak…

Jajan di Kentin!

R: “Bunda, aku tadi jajan di kentin.” B: Shock!!! “Jajan!! Jajan apa?” Suer deh shock berat. Maklum nggak pernah ngajarin Ryu jajan, dan ngasih uang jajan. R: “Ciki…” B: Tambah shock “Memang Ryu punya uang?” R: “Nggak punya.” B: Semakin shock, “kok bisa jajan? Kan Ryu nggak punya uang!” R: “aku ambil aja…!” B: Pengen pingsan.

Oalaa nak.. itu bukan jajan namanya, kalau ndak punya uang. Sebagai ortu tentu aku gusar bukan main. Dan jadi ngorek-ngorek keterangan apa sih yang terjadi di ‘kentin’ tersebut, apa bener Ryu ngambil barang tampa bayar, atau dia ngambil barang karena dikasih orang!! Tapi susah juga ya ngorek info dari anak sekecil itu, secara jawaban yang di berikan suka aneh-aneh dan berliku-liku.

Well, dari pada pusing tujuh keliling mikiran itu, aku langsung saja cek dan ricek ke ibu gurunya.

B: “Ass.wr.wb bu guru, aku mau tanya. Di sekolahan anak-anak apa diperbolehkan jajan kekantin?” BG: “Walaikumsalam. Alow bunda, dari pihak sekolah, tidak diperbolehkan jajan. Dan pagar sekolah selalu terkunci (kebetulan lokasi kantin di luar sekolah), kecuali pada saat jam pulang.” B: Legah mendengarnya. Aku langsung ceritain deh kisah Ryu itu. “Mm… kalau pulang sekolah rasanya nggak mungkin bu, soalnya Ryu langsung dijemput didepan pagar.”

Setelah ngobrol-ngobrol, si ibu guru berjanji akan lebih memperhatikan siswa yang nyasar ke kantin. Aku juga minta tolong di cross cek ke kantin apa ada anak yang ambil ciki tanpa bayar? Hehehehehe, asli aku takut banget, jangan sampai apa yang diceritakan Ryu itu bener… *sigh.*

Anak Ganteng!

Rasanya lama sekali aku nggak cerita tentang si ‘Kakak Ryu,’ maklum deh aku masih 'eneg' berlama-lama di depan PC

Tapi, mumpung lagi geli dengan tingkah pola My Kiddo, jadinya tangan ini gatal ingin nulis . Well, sekarang Kak Ryu sudah bertambah besar (teteup kuyus sih) yang bertambah itu tinggi-nya, pola pikir dan tingkah lakunya, seperti anak dewasa deh.

Oh iya pertengahan bulan ini Kak Ryu sudah masuk TK-A loh, 5 hari dalam seminggu ia masuk sekolah, mulai jam 7.30 – 10.30. Tapi dua minggu ini ia belum belajar, masih tarap pengenalan kelas, guru dan teman-teman barunya, nanti bulan Agustus baru mulai agak-agak serius, belajarnya.

Akhir-akhir ini Kak Ryu banyak maunya. Sudah pandai meminta barang-barang yang dimiliki teman bermainnya, . Mulai dari sepeda yang minta diganti dengan sepeda yang lebih besar, beli celana jeans (dia nggak mau pakai celana pendek kalau bepergian), beli tas sesuai kemauan, dlsb.

Tentang sepeda, sudah 6 bulan ini Ryu sudah bisa naik sepeda roda 2, duh senang sekali melihatnya. Akhirnya ia bisa menaklukan si roda bantu . Tapi sedikit seram juga, karena sejak kami membelikan sepeda yang agak besar dia semakin canggih saja ngebutnya. Aku tuh paling nggak bias lihat dia sedang naik sepeda, rasanya suerem, deg deg kan, apa lagi Kak Ryu belum pandai ngerem pakai tangan, makin nggak kuat lihatnya, takut dia terjatuh atau gimana-gimana!!

Well, hobby kebut-kebutannya itu akhirnya berakhir tragis, minggu lalu ia jatuh karena nabrak sepeda temennya yang tergeletak di tengah jalan. Sambil ndorong sepedanya, ia pulang kerumah, tangisnya pecah dan darah bercucuran dari hidung dan bibirnya. Semalaman bibirnya bengkak dan ia nggak bisa bicara. Duh, ngelihatnya seperti itu aku makin sedih deh, bawaannya ingin larang dia naik sepeda lagi, hanya saja patner warning “Don’t do that!” patnerku takut Kak Ryu bakalan trauma dan nggak mau naik sepeda lagi, ia hanya di skors nggak boleh naik sepeda selama luka nya belum sembuh.

Selain cerita sepeda, ada lagi tingkahnya yang buat kami gemes. Sekarang ini Kak Ryu hanya mau di panggil “ANAK GANTENG” , menurutnya ‘Anak Ganteng = Anak Gede’ Karena ia sudah jadi anak ganteng, maka guling kesayangannya yang sejak bayi di bawah kemanapun ia pergi (nginap) di hibahkan ke DD-nya, . Aku senang banget secara itu guling lumayan buat repot juga. Kalau nggak salah perjalanan si-guling yang terjauh itu… saat kami mudik ke Sulawesi, si-guling setia menemani si Anak Ganteng, makanya pas prosesi menghibahkan itu, aku agak-agak nggak percaya!! Geli deh melihatnya, dan sekarang sudah masuk hari ke 4 ia lepas guling itu dan memilih memakai guling orang dewasa.

Dan cerita yang paling terbaru, seminggu ini Kak Ryu ribut minta di belikan Dompet. Dia bilang begini, “Bunda beliin kakak dompet dong. Semua teman Kakak udah punya dompet loh Bunda!!” Wah, aku di terror tuh selama seminggu dengan kalimat itu. Nah, semalam baru sempet beli dan saat di kasih, dia senang bukan kepalang, dan langsung nodong aku minta dompet itu di isi Uang dan Fotonya

Oh iya ada yang lupa, Kak Ryu juga minta di belikan Parfume, weekend kemarin pas ke supermarket dia langsung milih parfume nya sendirian, jadi deh sekarang setiap habis mandi dia langsung wangi ngalahin kita-kita, gile benerr...

Duh, anakku sudah jadi Anak Ganteng ya… ups maksud ku Anak Gede, Alhamdulillah.

Libur Tla Tiba...

Ingin keluar kota ngajak Ryu liburan. Minimal ngajak ke Yogya atau Bandung. Tapi.... rasanya susah, karena aku dan patner kerja apa lagi saat ini aku sudah masuk week 16, takut kecapean atau kenapa-napa, jadi urung deh keinginan itu.

Setelah ku obrolin dengan patner, kami sepakat akan jalan-jalan di daerah Jakarta/Depok saja setiap weekendnya, ngajak Ryu jalan-jalan, biar dia senang. Maklum deh dia jarang banget kami ajak jalan-jalan, kami ini memang tipe orang rumahan, males kemana-mana.

Alhamdulillah, weekend kemarin jadwal yang telah kami sepakati semua terlaksana. Hari Sabtu pagi, kami sekeluarga ngajak Ryu Renang, dia senang sekali dan nggak takut tuh!! Aku antusias sekali daftarin Ryu untuk ikut les renang start next week. Yang asyiknya tuh setelah berenang Ryu langsung lahap makannya, satu porsi nasi do hoka-hoka bento nyaris di habisin sendiri :D

Dari Berenang, kami langsung ke Detos nonton Kungfu Panda, wah ini sih Ryu happy sekali, dia ketawa-ketawa nontonnya dan sepanjang film itu ia bertanya terus, "mengapa begini? Mengapa begitu?" Puas dengan acara nonton, kami nyebrang ke Margocity, makan-makan dulu di food court, trus Ryu minta main ke Timezone. Wah agak-agak surprise soalnya sudah 2 minggu ini Ryu nyandu ke Timezone, dia senang sekali main disana. Wahana permaianan yang paling ia sukai itu naik mobil-mobilan.

Esok harinya, kami bangun kesiangan. Planningnya mau ke pasar tradisional untuk belanja mingguan sekalian beli jajanan pasar favorite , hiks. Setelah jadwal ulang acara ke Dokter gigi Ryu, akhirnya kami pun ke Gyant Cimanggis, disana lumayan nyantai belanjanya dan baru setelah itu ke dokter. Oh iya acara ke dokter gigi ini memang sudah masuk jadwal sejak lama, dan senang sekali karena dokter giginya ini adalah tetangga depan rumah kami persis yang di panggil "bude" oleh Ryu, jadinya nyantai saja dan PEDE JAYA deh Ryu bakal bisa kerjasama.

Alhamdulillah, Ryu pinter banget deh nggak nangis pas dua geraham bawahnya di tambal. TAPI... pas geraham atasnya mau di bersihkan (sudah mulai bolong juga), dia langsung mogok, tutup mulut rapat-rapat!! Kata bude, giginya itu memang sakit, makanya di kasih obat untuk mematikan sarafnya, so mungkin 2 minggu lagi kami balik kesana untuk di tambal, geraham atas ini memang pernah meradang, Ryu sampai ngelu-ngelu pilu bilang "SAKIT!!!" Mudahan-mudahan kemarin obatnya masuk dan bisa di kerjain 2 minggu lagi, Amien.

Ya... gitu deh kegiatan weekend kami, minggu depan planning kami akan lebih jauh lagi.. main ke Jakarta :D

Ah, Baiknya Dia!

Cukup lama juga saya nggak updated blog, maklum deh saya sedang sibuk dengan yang ini, Allhamdulilah. Dan mumpung sedang tidak ada bacaan plus kereta express (EXPRESS???) lemotnya minta ampun, mending nulis aja. Duh, gaya saya seperti penulis aajaa :p ya, memang penulis sih, tapi penulis blog hehe. Anyway sudah 2 weekend terlewati, dengan cepat, tanpa terasa sekarang sudah tgl 14/Apr. OMG, tar lagi gajian dong hehe, maksud saya bentar lagi my kiddo b'day yg ke 4, Allhamdulilah, lagi. Segala macam ide mulai melintas di benak, Mau buat acara apa? Mau kemana? Mau beli tart dimana? Sampai, mau beli hadiah apa? Untuk hadiah, kemarin sempat terjadi hal yang mengharukan, ketika saya tanya Ryu mau dibelikan hadiah ultah apa? Dengan santai ia minta di belikan celana jeans (jeansnya udah pada ke gantung, dan ia malu memakainya) tentu saja saya kaget. Karena beberapa bulan sebelumnya ia minta sepeda!? Saya pun bertanya lagi, "bukannya kakak mau sepeda?" "Nggak usah. Jeans aja. Kalau beli sepeda nanti uang bunda habis." Saya begong. Tak percaya anak 3thn berkata begitu. Hiks saya terharu sekali menyadari rasa empati dan pengertiannya tinggi sekali, bukan sekali ini saja ia bersikap seperti ini. Namun, tentu saja sifat keras kepalanya tetap ada, apa lagi kalau sudah menyangkut urusan makan :-(. Hmm... Ibarat pepatah,"Buah kalau jatuh nggak jauh dari pohonnya." Ia saya ngaku deh, saya lah pohon itu *sigh*. CRAP , keretanya belum sampai juga? Mana padat lagi, bisa keluar nggak ya? Secara yang berdiri di pintu keluar bodynya gede2 tampang pada sangar, seperti orang2 yg frustasi 24jam ngantri beli minyak tanah!! Ugh hiperbol :p

Mengerti Buku.

Alhamdulillah, akhir-akhir ini Ryu sudah mulai mengerti kegunaan buku dan buku itu harus di perlakukan bagaimana.

Ia tak pernah lagi merobek halaman buku lembar demi lembar (wah ini sih sudah sejak lama), ia tak pernah lagi mencoret-coret bukunya (kecuali buku mewarnai), mmmh... kalau menginjak-injak sih sering, ia melakukannya ketika bermain lompat-lompat di atas kasur .

Tentu saya senang sekali menyadari kesenangan Ryu pada buku. Sejak dini memang saya telah berniat mengenalkan buku padanya, harapan saya sih simple saja, saya ingin ia gemar membaca buku bila sudah bisa membaca nanti .

Ryu paling senang mengutak atik buku bergambar yang ada Flaps (Seperti buku: Tony Wolf- The Farm), kerap kali ia juga meminta kami menemaninya membaca buku dan bermain tebak-tebakan. Ada apa di belakang Flaps? Well, tentu saja ia sudah hapal luar kepala semua gambar-gambar itu, tapi tetap saja ia melemparkan pertanyaan seperti ini, "Ini apa?", "Kalau ini bunda?" dlsb nya hingga saya dan suami capek menjawabnya. Oh iya, kalau sudah capek kami balik bertanya begini, "Kira-kira itu apa?"

Kalau melihat saya atau ayahnya sedang sibuk... oh ya well... kalau telah meraung-raung minta di temanin baca buku trus kami masih saja sibuk sendiri-sendiri, maka, ia akan membaca bukunya sendiri seperti ini... "Kuda, kamu mandi dulu ya... biar nggak bau." Atau, "Ayo kerja di pabrik, nanti buat sepeda buat kakak ya..." Aku yang tadinya cuek jadi senyam senyum melihatnya membaca buku itu.

Bahkan pernah suatu hari ia seperti sedang bercakap-cakap dengan buku Dinosaurus nya seperti ini. "Dino, ini bunda mu ya? Kamu mau kemana Dino, Oh Dino mau naik gunung ya..!!" Duh, melihatnya saya langsung terharu.

Ups... Ryu belum bisa baca tulisan loh .. tapi ia membaca gambar-gambar dan mencoba bercerita lewat gambar-gambar itu .

Info pic: Ryu sedang bermain sendiri.

Monster dan Robot

B: "Apa sih bedanya Monster dan Robot?" R: "Kalau monster itu menyeramkan, kalau Robot itu tinggi besar."

Long Weekend.

Libur 4 hari!? Waoh, itu panjang sekali. Biasanya kalau libur sepanjang ini kita hanya bisa menikmatinya ketika libur lebaran saja. Makanya tidak heran melihat semua pusat wisata ramai di padati para pelancong. Bahkan, harga tiket naik hingga berlipat-lipat.

Dari berita di TV yang aku lihat, banyak maskapai penerbangan yang menaikkan harga tiketnya hingga 3X lipat! Bukannya sepi, justru tiketnya ludes di beli calon penumpang. Wah... orang Indonesia ini memang TOP, senang mudik atau melancong :D, no matter harga tiket mahal.

Yah... kecuali kami sekeluarga. Lebaran saja nggak mudik, ada libur sepanjang ini juga nggak kemana-mana. Bukannya nggak mau loh... semua ada alasannya. Kalau mudik lebaran, secara kampung saya dan suami itu jauhnya minta ampun jadi kami selalu menahan diri untuk tidak melakukannya, soalnya malas harus ngantri-ngantri di bandara :D

Nggak deh, alasannya karena biaya kesana itu lumayan MAHAL, maklum harga tiketnya kena "high seasion/musim liburan" So, menurut saya lebih menyenangkan mudik saat low season, lebih santai dan harga tiketnya pun murah meriah.

Nah kalau liburan seperti weekend ini, kami sangat antusias loh, ingin sekali jalan-jalan... cuman itu dia ketika sudah planning ingin berkunjung kesuatu tempat, eh...tiba-tiba saja Ryu kena, flu/batuk/panas. Ya, automatis kami pun membatalkan planning itu. Seperti kali ini... kami memilih tinggal di rumah saja, dan hanya jalan-jalan di Depok dan sekitarnya.

Well di Depok banyak juga loh tempat yang bisa di kunjungi. Seperti; Kampus UI Depok, Gramedia, MArgo city...halah capek deh... :D

Ya sudahlah... ini sudah hari sabtu, dan cuaca di luar mendung sekali. Sebaiknya saya mengikuti Ryu dan Ayahnya, melingker di balik selimut tebal, tidur, LAGI!

Weekend di teKSas Bridge

Well, weekend kali ini kami sekeluarga mengunjungi kampus UI, kampus hubby saya. Kebetulan seminggu belakangan ini saya sudah menjanjikan hal itu pada putra saya, Ryuga.
Awalnya, hubby ingin sekali lari pagi , tapi karena bangun kesiangan, acara larinya nggak jadi deh! Yah, ngaku deh, saya yang bangun kesiangan, maklum weekend gitu loh... rasanya rugi banget kalau harus bangun subuh. Rgghh... soalnya setiap weekday kami selalu bangun di bawah jam 5.30--kantor di kota, rumah di desa--ya..gitu deh.
Well, walaupun kami berangkat kesiangan, tapi masih bisa mampir makan soto surabaya (Di Jl. Tole Iskandar) yang enak nya minta ampun itu, dan selalu ngantri, lumayan bisa mengisi perut dan menambah tenaga. Lalu meluncurlah kami ke UI. Sesampainya di gerbang UI, kami langsung di sambut udara yang menyejukkan, aroma khas pepohonan, dan langit yang pagi itu terlihat biru, cerah sekali. Berbeda dengan cuaca seminggu belakangan yang didominasi oleh kabut tebal dan awan mendung.
Tujuan utama kami adalah ke danau UI, soalnya saya sudah ingin sekali menunjukan danau pada Ryuga yang pagi itu sangat antusias, katanya dia ingin memancing dan naik perahu.
Kami langsung ke teKSas Bridge, landmark terbaru di kampus UI yang menghubungkan FT dan FIB, jembatannya lumayan menyenangkan dan terlihat bersih (masih bersih). Banyak anak-anak muda yang nongkrong di sana. Kami sesaat berhenti menikmati pemandangan sekitar danau buatan yang terhampar sangat luas dan panjang, sayang di danau tersebut kami tak melihat orang yang memancing ataupun naik perahu.
Setelah puas, kami lalu mengelilingi kampus UI yang terasa sangat luas dan masih rindang dengan pepohanan. Kami ingin sekali mampir kedanau Salam, tapi pagi itu ramainya minta ampun, selidik punya selidik ternyata ada acara yang di gelar di lapangan dekat danau. Ya, sudah lah...karena matahari sudah mulai tinggi, akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja. Badan terasa nggak enak, soalnya kami semua belum mandi pagi, hehehehehe.

Ah, aku jadi MAMA

Kasihan anakku, badannya di penuhi bentol-bentol merah. Terasa gatal semalaman. Salut padanya, karena ia sama sekali tidak mengeluh bila badannya gatal, ia hanya menggaruk tempat gatalnya, seorang diri, dan meminta di olesi minyak tawon.

Semalam ia mengadu, kalau sore tadi ia habis kecebur got, katanya, ia di dorong oleh "Maja" tetangga sebelah yang usianya lebih muda 1 tahun darinya. Salut padanya, karena ia tidak menangis apa lagi membalas dengan mendorong Maja. Ia hanya berkomentar, "Maja kan masih kecil." Ketika Ayahnya bertanya, "Di balas nggak?"

Pagi tadi, ia ngambek soalnya ia sadar kalau semalam ia di pindahkan ke tempat tidurnya, padahal sebelumnya ia sudah bilang ingin tidur dengan bunda. Maaf ya nak, soalnya kalau kamu tidur dengan kami, Ayahmu jadi nggak kreatip (hehehehehe nyengir mode on), makanya semalam kau di pindahkan.

Hari ini kucatat disini, panggilanku berubah menjadi MAMA, seperti maunya anakku yang hanya mau memanggilku begitu. Iya, gpp nak, yang penting kamu bahagia.

Baju Favorite.

Sejak Ryuga mengenal superhero yang ia lihat melalui TV, kerap kali ia meminta kami, untuk membelikannya mainan boneka/pajangan/robot dengan karakter si superhero yang ia telah hapal, bahkan sebagian menjadi favoritenya. Tidak terbatas di mainan saja, akhir-akhir ini keinginannya itu merembet kebaju. Bila kami ke toko baju, ia, dengan sangat antusias akan memilih sendiri, baju yang bergambar superhero, favoritenya.

Suatu hari, aku membelikannya satu baju superhero—Bumble bee, salah satu tokoh hero di animasi Transformer—Ryuga senang sekali ketika ia mendapatkan baju itu. Saking senangnya, dalam waktu 1 minggu ia hanya mau memakai baju tersebut. Bila kotor, ia langsung meminta di cuci, keesokan harinya setelah bangun tidur ia langsung minta di pakaikan lagi. Nggak perduli baju tersebut masih basah, karena ia akan meminta di strika hingga kering.

Kami-pun, geleng-geleng kepala melihat betapa ia menjadikan baju itu favoritenya. Ayahnya memintaku untuk membelikannya baju superhero lainnya, agar ada gantinya. Soalnya agak risih juga melihat ia memakai baju itu-itu saja, kesannya Ryuga hanya punya baju 1 pasang, sigh. 1 minggu kemudian, kami pun berangkat ke ITC dan menyuruhnya memilih baju superhero lainnya. Kali ini ia memilih Batman, Superman dan Avatar Ang. Oke, beli 3 sekalian agar bisa gonta ganti, dan kebetulan juga, kalau beli 3 pasang dapat harga special :P.

Betapa senangnya Ryuga mendapatkan 3 pasang baju sekaligus, itu artinya ia telah punya 4 pasang. Well, sebenarnanya ada lagi sih koleksi lainnya, Ninja turtle dan Spiderman, hanya saja ukurannya sudah kecil jadi ia malas-malasan memakainya, kecuali terpaksa saja.

Setibanya kami dirumah, aku langsung menyuruh assistant mencuci baju barunya itu. Rupanya, ide ku itu membuat Ryuga marah-marah dan protes berat. Ia berkata, “Bunda kenapa di cuci? Kakak kan mau pake!” Ujarnya, nyaris menangis. Aku sedih juga melihat reaksinya, sambil ku coba jelaskan kalau bajunya nggak dicuci dan ia langsung menggunakannya, nanti kulitnya bisa gatal-gatal. Usahaku merayunya nggak berbuah hasil, ia masih marah dan berkata, “Di strika aja deh, biar kakak bisa pakai.” Aku tentu tertawa di dalam hati. Gile apa, basa-basah minta di strika, pikirku. Sambil meninggalkannya yang masih ngoceh-ngoceh, tapi mau juga di pakaian baju Ninjaturtle.

Kejadian itu sudah lama berlalu, dan nyaris setiap hari ia memakai baju-baju superheronya secara bergantian. Aku sampai punya kebiasaan baru menanyakan padanya “Pakai baju apa nak?” bila sedang menelponnya. Dan dia, dengan antusias akan menjawab dan bercerita tentang si superhero, aku tentu senang bukan kepalang ia mau bercerita panjang lebar di telpon, biasanya mogok bicara.

Dan, weekend kemarin, ada kejadian seru yang terjadi di rumah. Akibat intensitas hujan yang setiap hari turun di Depok, menyebabkan pakaian di rumah menumpuk, ber-imbas dengan baju superhero Ryuga, ia tau sekali kondisi baju-bajunya yang masih basah, karena nya saat makan siang kemarin, celana yang ia pakai terkena tumpahan kuah, ia buruh-buruh menggantinya, sendiri.
Aku hanya melihatnya membuka celana, dan ia langsung berlari ketempat cucian. Aku teriak, “Kak celananya disimpan saja ditempat cucian kotor, nanti mbak yang cuci.” Ia nggak menyahut. Akupun melanjutkan makan siang di meja, sambil menunggunya balik lagi. Namun, hingga 5 menit menunggu ia nggak balik-balik, aku susul saja ia ke tempat cucian. Betapa ibahnya aku melihat Ryuga sedang mencuci celananya sendiri, ia membilasnya dengan air keran yang ia jalankan.

Aku segera menghampirinya…
B: “Kakak, pintar banget ya.”
R: Ia hanya melihatku, sambil meneruskan bilasannya.
B: “Sini bunda saja yang cuci, biar bersih.”
R: “Jangan. Kakak saja.” Ia lalu memeras celana itu.
B: “Sudah di kasih sabun belum?”
R: “Sudah.” sambil menunjuk sabun mandi yang tergeletak di lantai.
B: “Oh, ok. Kalau gitu yuk dijemur.”
Aku mengajak nya ke jemuran. Dengan suksesnya ia menjemur celananya itu.

Aku terharu. Betapa ia sangat mencintai baju favoritenya, hingga ia mau mencuci sendiri. "Nak, kau membuat bundamu ingin menangis, karena haru."

Info pic: Ryuga pakai baju Bumble bee.

The Amriza

Popular Posts

My Biz Online!

Ngobrol Yuk...

Gtalk: aurelly.one

My Email:
bunda.ryu@gmail.com