
Setiap anak itu unik, punya ciri khas sendiri. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang benar2 100% sama, bahkan kembar identik sekalipun. Itulah kenapa, sebagai parents kita nggak boleh menyamaratakan anak kita. Baik itu dari segi perkembangan fisik, motorik dan intelektual.
Sering kali saya melihat parents membanding-bandingkan anak A dengan anak B. Paling sering yang saya dengar begini, "Si Andi ngomongnya lebih cepat dari si Budi!" "Wah sih Wati lebih cepat berjalan dari si Desi" dll...
Mom's and Dad's...
Harus di ingat, perkembangan anak itu unik, nggak ada yang sama. Jadi bila si Andi lebih cepat ngomong, maka belum tentu si Budi ngomongnya sama cepatnya dengan Andi.
Dulu ketika baru saja menjadi parents, saya sering bersedih hati bila ada saudara yang bertanya "Kok Ryu belum bisa ngomong sih? kan sudah 20bulan? Dulu anak saya 11 bulan aja udah bisa nyanyi loh!!" GUBRAXX... hati ini rasanya sakit loh! Walau yg ngomong itu nganggap biasa, dan becanda... tapi sebagai new PARENTS itu nyakitin banget!
So, mom's and dad's...
Bila anda berada di posisi saya, menghadapi saudara, orang tua, mertua, nenek, opa yang membanding2kan anak anda dengan anak lain, bersabar hati saja... nggak perlu di ambil pusing karena nggak ada satu orang pun yang perkembangannya sama :-)
Dulu, saya diam saja kalau ada yang mulai membanding2kan, tapi lama2 nggak nahan juga, lama2 saya jawab "Bu/pak... stop membanding2kan, nggak ada satupun orang yang perkembangannya sama! Setiap anak itu unik, jadi anak saya jangan di sama2in dengan anak orang lain!" Jangan di ikutin ya mom's and dad's :D
Alhamdulillah masa2 itu sudah berlalu, sekarang saya lebih menghargai perkembangan putra sulung saya Ryu dan bungsu saya Rai, mereka sangat berbeda! Yang menyamakan adalah nama belakangnya saja AMRIZA :D
Happy parenting yaaa mom's and dad's.
Info pic: Ryu Amriza & Rai Amriza
Baca cerita saya yang lain:
4. Resep Bubur Untuk Bayi 6 Bulan
 |
| Hari, saat di vonis Katarak! |
"Apa bisa anak kecil terkena katarak?" pertanyaan itu menerorku!
Flash back ya...
2 minggu yang lalu tepatnya tgl 28 december 2010 aku dan Ryu ke rumah sakit mata AINI, saya hanya ingin perikasa mata Ryu yang
'kayaknya agak minus atau plus' karena saya menerima laporan dari sekolah bahwa Ryu agak susah kalau membaca.
Oke well, santai saja lah saya dan Ryu kesana, registrasi lalu test mata. Pada saat tes mata, saya sedikit kwatir secara suster yang memeriksa matanya, agak2 kesulitan dengan mata kirinya, saya mulai panik!
Ditengah kekalutan saya menunggu dokter mata nya datang, mulai deh saya mengira2 Ryu ini matanya kenapa? sambil berdoa semoga dia cuman minus or plus saja.
15 menit kemudian Ryu di panggil dan kami pun bertemu dengan dokter mata Tety. Saat mata kiri Ryu di periksa dokter agak lama men-cek nya, saya kembali kwatir. Setelah dokter selesai, ia pun memberitahukan saya
"Bu, mata kiri anak ibu terkena KATARAK!"
Duaaarrr... bagai tersetrum listrik 100watt saya pun kaget!
"Kok bisa? Dia kan masih kecil? Bukannya katarak hanya menyerang lansia? Lalu apa yang harus dilakukan? Apa bisa sembuh?" rentetan pertanyaan saya seolah2 tumpah... berlomba-lomba keluar dari mulut saya!
Saat Dr. Tety menjelaskan, saya bagai berada di pulau yang tak berpenghuni! Kosong!! Nggak bisa mikir!! Shock! sudah pasti *menyesal kenapa bukan Ayah saja yang antar saat itu*
"Ryu harus operasi bu! Nggak ada obatnya! Dan harus di operasi sekarang karena usianya sudah mau 7 tahun!!" samar2 saya mendengar Dr.Tety mengatakan itu!
Oh.. oke oke ...
Seolah belum yakin saya dan Ryu pun keluar, sambil menunggu reaksi obat yang di tetesin untuk memeriksa saraf matanya, butuh 15 menit untuk bisa mencek nya. di ruang tunggu saya langsung mengabari Ayah! Saat itu saya nggak bisa mikir apa-apa, saya hanya bisa mikir
'gimana caranya agar dia segera di Operasi!'
Waktu 15menit terasa singkat! Setelah di cek untuk kedua kalinya, confirmed kalau mata kiri Ryu KATARAK! dan harus di operasi.
OKE.... setelah diskusi dengan Ayah, kami memutuskan Ryu di operasi Tgl 30/Dec 2010. Serangkaian tes lagi-lagi harus di lakukan, mulai dari tes ukuran lensa mata yang akan di tanam di matanya, seumur hidup. USG Mata. Dan Tes Darah!
Oh ia, sebelum masuk ruang operasi 30/Dec, Ayah dan Ryu ke "Jakarta Eye centre" untuk mencari second opinion dan disanapun di vonis kalau mata kiri Ryu KATARAK! Mata kirinya hanya bisa melihat dengan jelas sejauh 2 meter saja! Yang paling scary, dokter mengatakan kalau Ryu terlambat di diognoasa dan di lakukan tindakan. Seharusnya dia sudah di operasi sejak usia 4 tahun.
Karena telat!
Jadi, saraf matanya mengalami keterlambatan perkembangan, karena sinar yang masuk ke matanya sedikit, terhalang si KATARAK. Jadi, walaupun dia sudah operasi, nggak bakalan bisa 100% sama dengan mata kanan. Si mata kiri butuh terapi agar syaraf2 matanya bisa tumbuh. Agak2 stress juga ya, secara syaraf mata itu berkembang sampai anak berusia 8 thn, huhuhu kalau saja telat apa jadinya nanti!
Thanks to GOD kami masih di beri tahu sekarang2 ini.
Apa bisa anak di bawah umur terkena KATARAK? Bisa sekali!
Penyebabnya?
- Faktor genetik / bawaan lahir
- Pernah terbentur benda keras
- dll.
Dalam kasus Ryu, mata kiri nya ini terkena KATARAK kemungkinan bawaan lahir.
Lalu setelah Operasi apa bisa sembuh TOTAL?
Nggak bisa!!!!
Ryu kemungkinan besar akan butuh kaca mata.
Lesson dari jurnal ini: "Sebaiknya periksa mata anak anda sejak dini, apa lagi bila orang tuanya memakai kaca mata sejak kecil."
 |
| Sesaat sebelum operasi. Habis di bius :P |
 |
| 3 jam setelah operasi. Udah semangat :D |
 |
| Sehari setelah. Ini habis cek-up minta beli buku |
 |
| Seminggu setelah. Habis cek up menemani bunda kerja di Starbucks. |
Happy 2nd Birthday to our little boy 'RaiAmriza'
My little kiddo kemarin b'day yang ke 2. Syukur alhamdulillah AllahSWT telah memberikan Rai kesehatan, kecerdasan, ketampanan, kebaikan, alhamdulillah alhamdulillah...
2 tahun itu seperti baru kemarin saja, cepat sekali berlalu. Seperti baru kemarin menimang2nya, menyusuinya, menggendongnya kemana-mana. Sekarang? Dia udah bertambah tinggi, bertambah cerdas, sudah pandai bicara, dan sudah susah di gendong2 secara dia mau explore terus.
Di hari ulang tahunnya yang ke dua ini kami nggak ngerayain "memang nggak biasa ngerayain sih" kami hanya ngajak Rai jalan2 ke mall, dan kami niat mau ngenalin padanya NONTON di BIOSKOP. Kami sengaja memilih film animasi Rapunzel yang penuh dengan lagu-lagu bagus dan gambar-gambar lucu, berharap Rai akan senang.
Pengalaman pertama nonton ini alhamdulillah sukses, didalam bioskop Rai anteng saja nonton filmnya, sambil ngemil cake namun ditengah-tengah film, ia sukses tertidur lelap sambil minum susu, hahahaha.
Misi berhasil! Rai nggak berisik, nggak takut gelap dan menikmati film Rapunzel nya walaupun hanya 1/2 film saja :")
Senang, akhirnya anak-anak kami doyan nonton juga :")
So, mommies jangan segan ngajak si 2 tahun nonton ya, tapi sebelum ajak nonton sebaiknya sediakan:
- membiasakan si kecil berada diruangan gelap
- membekalinya dengan makanan, minuman kesukaannya.
- bersiap-siap keluar bioskop bila si kecil mendadak rewel :)
Happy parenting mommies :")
Dan,
Happy B'day to our beloved RAI AMRIZA, bunda ayah and kakak love you always :")
Bagaimana cara Mengajarkan Berpuasa Untuk Anak SD?
Tahun ini adalah kali pertama saya dan suami mencoba mengajarkan pada sulung kami Ryu bahwa berpuasa itu adalah kewajiban bagi semua muslim, maka iapun wajib melakukannya tak terkecuali dia masih ber-usia 6 tahun.
Beruntung sekali di sekolahnya, semua anak di wajibkan sudah bisa berpuasa full day, jadi saya punya alasan yang bisa menguatkan statement saya bila sedang tawar menawar dengan Ryu :D
Hihihihi, ngajarin puasa kok pakai tawar menawar? Yupeee... bener banget soalnya yang sedang di latih ini adalah anak SD usia 6 thn dan baru kali ini di wajibkan puasa full :D. Jadi saya butuh bargain atau tawar menawar ketika menghadapinya.
Parents, ini tips saya, semoga berguna bagi anda yang membutuhkannya:
- Orang tua dan seisi rumah berperan penting mensukseskan misi puasa full day si anak 6th / SD :D
- Sebelum hari H kami sudah menjelaskan pelan2 bahwa sebentar lagi Ramadhan. Kami menjelaskan dengan cara yang paling mudah dia mengerti tentang ramadhan, apa saja yang akan di kerjakan, apa saja manfaat bila ia mengerjakan dll.
- Libatkan ia dengan semua kegiatan sholat, taraweh, sahur, membuat buka puasa, ngaji.
- Jangan di paksa bila ia nggak mampu. Misal: Ryu, di hari pertama langsung nyamplok roti saat jam 10 pagi, setelah tawar menawar akhirnya kami sepakat jam 12 ia boleh minum susu + makan 1 roti, dan ia melanjutkan lagi puasanya hingga bedug magrib. Alhamdulillah Ryu setuju dan ia tetap melakukan sholat 5 waktu seperti biasa.
- Alhamdulillah di hari kedua sulung kami Ryu tidak perlu buka di tengah2 hari, ia bablas hingga bedug magrib. Subhanalah... Alhamdulillah dia berhasil menahan godaan untuk berbuka.
- Jangan lupa memberikan pujian padanya dengan mengatakan "ALhamdulillah. Kakak hebat bisa puasa penuh. Selamat ya nak!"
Parents, anak tidak akan bisa melakukannya sendiri, kewajiban kita sebagai orang tua untuk mensupport nya dan tawar menawar dengannya. Percaya deh, rasa bersalah kita, karena TEGA saat ia ngeluh lemes, saat ia protes karena magrib itu lama, terbayar ketika si anak dengan bangganya bilang dengan mata berbinar2 "Bunda, kakak hebat bisa puasa pool!" ingin nangis rasanya.
Dan, pengenalan puasa sejak dini iAllah bisa memberi dampak yang baik bagi si anak. Terima kasih yaAllah KAU telah mengajari kami.

Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya proyek baru
WRM Indonesia selesai juga. Proyek kali ini sangat luarbiasa sekali, ini kali pertama WRM terlibat pembuatan sebuah '
Audio Book'.
Audio Book, nggak familiar ya di Indonesia :-)
Memang... tapi di Amerika Audio Book sangat familiar.
Kenapa sih WRM mau menerbitkan tema "Happy Melahirkan -- Cara Pintar Persiapan Melahirkan!" kedalam audio book? Kenapa nggak di cetak dalam bentuk buku saja?
Banyak alasan mengapa kali ini kami nggak menerbitkan sebuah buku biasa; Mulai dari mom's lagi pada sibuk dengan dunia nya masing2 :-), kalau masuk percetakan kami hanya mendapatkan 10% royalti :D.
Duh, dihargai 10% rasanya gimana gitu, secara nyusun sebuah buku nggak segampang yang di kira. Nah, Mbak Meidya Derni (menetap di USA) dan Moderator WRM akhirnya memutuskan untuk menerbitkan sebuah Audio Book.
Dimana Audio book sangat membantu calon ibu dan para suami untuk mengetahui tentang SERBA SERBI MELAHIRKAN . Misi kami kali ini, ingin membantu keluarga baru yang awam tentang proses kehamilan hingga melahirkan dan nggak punya banyak waktu untuk membaca buku atau nggak doyan baca buku... ini dia solusi untuk anda :-)
Sebuah buku dalam format Audio, silahkan mendapatkannya DISINI .
"Akhirnya, Mom and Dad dapat memperoleh semua info yang Mom butuhkan Hanya dengan mendengarkan audio book ini!"
Oh ia, selain anda juga bisa mendapatkan segala macam informasi tentang SERBA SERBI MELAHIRKAN, anda juga berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi RE-SELLER untuk Audio Book ini :-)
Caranya? Mudah saja... silahkan daftar :
DISINI

Mau sharing bubur Little Rai disini...
Kali aja nanti aku butuh lagi kan tinggal browsing, maklum deh mom, waktu LittleR mau 6 bulan aku kebingungan nyari resep bubur bayi, secara lupaaa resep waktu
kakaknya dulu seperti apa, hehehehe
Ini ada resep bubur yang biasa aku buatin buat littleR dan alhamdulillah dia
doyaaan banget.
Bahan:
- Beras (secukupnya) aku biasanya segenggam
- Dada ayam
- Brokoli (dicuci bersihhh lalu di cincang halus)
- Wortel (diparut)
- Gula + Garam (dikiiiiiiiiiiiiit ajaa)
- Kuning telor (di goreng "acak" pakai mentega)
- Bawah merah 1 siung (dicincang halus di goreng pakai mentega hingga
menguning)
Cara buat:
- Masak air + beras hingga mendidih
- Masukkan dada ayam , brokoli, wortel, gula + garam
- setelah ayam empuk, angkat lalu cincang halus, masukkan lagi
- masukkan kuning telor
- diaduk2 aduk hingga menjadi bubur...
- sebelum air bubur kering, masukkan bawang merah yg telah di goreng.
- Aduk aduk aduk... dan siap disajikan.
Ini kesukaan little Rai, dulu waktu 6 bulan aku saring halus, sejak dia 9
bulan aku saring kasar... kalau udah dibuatin ini....mulutnya buka mulu
"HUUUPPPP" lucu deh liat ekspresinya hehehehe
Ia deh selamat mencoba ya mom....
Updated tentang Ryuga, our beloved kid yang sudah duduk di TKA, dan berusia 4th 6 bln.
Beberapa minggu belakangan ini Ryu sudah mulai dapat tugas rumah (setiap weekend), mulai dari dotting (menebalkan huruf/angka) sampai dengan mewarnai gambar. Alhamdulillah Ryu tidak terlalu susah diajak mengerjakan tugas rumah tersebut.
Well, awalnya memang rada susah, apa lagi kalau yang bimbing nggak sabaran, tentu Ryu pun jadi males-malesan dan banyak alasan untuk tidak mengerjakan tugas itu, tetapi kalau yang bimbing itu bisa menahan sabar pasti deh hasilnya memuaskan.
To be honest susah sekali membimbing anak belajar, butuh kesabaran ekstra untuk melakukannya. Bukan itu saja, kita juga perlu menciptakan rasa fun dan kenyamanan untuk si anak. Bila kedua hal itu mampu kita ciptakan, maka hasil yang didapatkan tentu akan sangat memuaskan.
Rasanya bahagia dan bangga deh, ketika Ibu guru memberikan bintang dan nilai yang memuaskan untuk tugas-tugasnya itu. Sebagai ortu tentu senang dong… apa lagi Ryu. Wiih dia sih bangga sekali dipuji gurunya “Ryu belajarnya hebat ya!”
Aku yang mendengar cerita Ryu, menjadi semangat. Setiap kali ada tugas rumah, pasti deh dengan antusias aku ajak Ryu mengerjakannya.
Oh iya masih terbawah suasana semangat, semalam hunting buku belajar ‘calistung’ untuk anak usia 4th/TKA, Alhamdulilah Ryu senang bukan main ketika ia tau dibelikan buku-buku itu, dengan antusias ia langsung mengerjakannya, waktu aku tungguin dia mengerjakan buku itu, dengan santainya Ryu bilang, “bunda kesana aja, biar kakak aja yang kerjain, kakak kan sudah jago!”
Duh, rasanya senang sekali melihat putraku mempunyai rasa tertarik dengan buku-buku pelajarannya..
Selamat belajar ya nak…
R: “Bunda, aku tadi jajan di kentin.”
B: Shock!!! “Jajan!! Jajan apa?” Suer deh shock berat. Maklum nggak pernah ngajarin Ryu jajan, dan ngasih uang jajan.
R: “Ciki…”
B: Tambah shock “Memang Ryu punya uang?”
R: “Nggak punya.”
B: Semakin shock, “kok bisa jajan? Kan Ryu nggak punya uang!”
R: “aku ambil aja…!”
B: Pengen pingsan.
Oalaa nak.. itu bukan jajan namanya, kalau ndak punya uang. Sebagai ortu tentu aku gusar bukan main. Dan jadi ngorek-ngorek keterangan apa sih yang terjadi di ‘kentin’ tersebut, apa bener Ryu ngambil barang tampa bayar, atau dia ngambil barang karena dikasih orang!! Tapi susah juga ya ngorek info dari anak sekecil itu, secara jawaban yang di berikan suka aneh-aneh dan berliku-liku.
Well, dari pada pusing tujuh keliling mikiran itu, aku langsung saja cek dan ricek ke ibu gurunya.
B: “Ass.wr.wb bu guru, aku mau tanya. Di sekolahan anak-anak apa diperbolehkan jajan kekantin?”
BG: “Walaikumsalam. Alow bunda, dari pihak sekolah, tidak diperbolehkan jajan. Dan pagar sekolah selalu terkunci (kebetulan lokasi kantin di luar sekolah), kecuali pada saat jam pulang.”
B: Legah mendengarnya. Aku langsung ceritain deh kisah Ryu itu. “Mm… kalau pulang sekolah rasanya nggak mungkin bu, soalnya Ryu langsung dijemput didepan pagar.”
Setelah ngobrol-ngobrol, si ibu guru berjanji akan lebih memperhatikan siswa yang nyasar ke kantin. Aku juga minta tolong di cross cek ke kantin apa ada anak yang ambil ciki tanpa bayar? Hehehehehe, asli aku takut banget, jangan sampai apa yang diceritakan Ryu itu bener… *sigh.*
Rasanya lama sekali aku nggak cerita tentang si ‘Kakak Ryu,’ maklum deh aku masih 'eneg' berlama-lama di depan PC
Tapi, mumpung lagi geli dengan tingkah pola My Kiddo, jadinya tangan ini gatal ingin nulis . Well, sekarang Kak Ryu sudah bertambah besar (teteup kuyus sih) yang bertambah itu tinggi-nya, pola pikir dan tingkah lakunya, seperti anak dewasa deh.
Oh iya pertengahan bulan ini Kak Ryu sudah masuk TK-A loh, 5 hari dalam seminggu ia masuk sekolah, mulai jam 7.30 – 10.30. Tapi dua minggu ini ia belum belajar, masih tarap pengenalan kelas, guru dan teman-teman barunya, nanti bulan Agustus baru mulai agak-agak serius, belajarnya.
Akhir-akhir ini Kak Ryu banyak maunya. Sudah pandai meminta barang-barang yang dimiliki teman bermainnya, . Mulai dari sepeda yang minta diganti dengan sepeda yang lebih besar, beli celana jeans (dia nggak mau pakai celana pendek kalau bepergian), beli tas sesuai kemauan, dlsb.
Tentang sepeda, sudah 6 bulan ini Ryu sudah bisa naik sepeda roda 2, duh senang sekali melihatnya. Akhirnya ia bisa menaklukan si roda bantu . Tapi sedikit seram juga, karena sejak kami membelikan sepeda yang agak besar dia semakin canggih saja ngebutnya. Aku tuh paling nggak bias lihat dia sedang naik sepeda, rasanya suerem, deg deg kan, apa lagi Kak Ryu belum pandai ngerem pakai tangan, makin nggak kuat lihatnya, takut dia terjatuh atau gimana-gimana!!
Well, hobby kebut-kebutannya itu akhirnya berakhir tragis, minggu lalu ia jatuh karena nabrak sepeda temennya yang tergeletak di tengah jalan. Sambil ndorong sepedanya, ia pulang kerumah, tangisnya pecah dan darah bercucuran dari hidung dan bibirnya. Semalaman bibirnya bengkak dan ia nggak bisa bicara. Duh, ngelihatnya seperti itu aku makin sedih deh, bawaannya ingin larang dia naik sepeda lagi, hanya saja patner warning “Don’t do that!” patnerku takut Kak Ryu bakalan trauma dan nggak mau naik sepeda lagi, ia hanya di skors nggak boleh naik sepeda selama luka nya belum sembuh.
Selain cerita sepeda, ada lagi tingkahnya yang buat kami gemes. Sekarang ini Kak Ryu hanya mau di panggil “ANAK GANTENG” , menurutnya ‘Anak Ganteng = Anak Gede’ Karena ia sudah jadi anak ganteng, maka guling kesayangannya yang sejak bayi di bawah kemanapun ia pergi (nginap) di hibahkan ke DD-nya, . Aku senang banget secara itu guling lumayan buat repot juga. Kalau nggak salah perjalanan si-guling yang terjauh itu… saat kami mudik ke Sulawesi, si-guling setia menemani si Anak Ganteng, makanya pas prosesi menghibahkan itu, aku agak-agak nggak percaya!! Geli deh melihatnya, dan sekarang sudah masuk hari ke 4 ia lepas guling itu dan memilih memakai guling orang dewasa.
Dan cerita yang paling terbaru, seminggu ini Kak Ryu ribut minta di belikan Dompet. Dia bilang begini, “Bunda beliin kakak dompet dong. Semua teman Kakak udah punya dompet loh Bunda!!” Wah, aku di terror tuh selama seminggu dengan kalimat itu. Nah, semalam baru sempet beli dan saat di kasih, dia senang bukan kepalang, dan langsung nodong aku minta dompet itu di isi Uang dan Fotonya
Oh iya ada yang lupa, Kak Ryu juga minta di belikan Parfume, weekend kemarin pas ke supermarket dia langsung milih parfume nya sendirian, jadi deh sekarang setiap habis mandi dia langsung wangi ngalahin kita-kita, gile benerr...
Duh, anakku sudah jadi Anak Ganteng ya… ups maksud ku Anak Gede, Alhamdulillah.

Sudah masuk week 14, tapi sama sekali belum terlihat aku ini Bumil , sigh. Jadi bumil berperut kecil itu ada plusnya ada pula minusnya.
Kalau plusnya sih, perut masih terasa ringan, masih bisa pake jeans, kemana-mana anteng aja hehehe. Tapi, kalau minusnya, ya... itu saat naik depex a.k.a. Depok Express aku kerap kali di gusur-gusur pas duduk di kursi khusus bumil. Atau....kalau udah nggak dapat duduk di jamin nggak ada yang nawarin duduk tuh, nasip... nasip.
Perkembangan janin?? Alhamdulillah sehat-sehat saja, semua normal. Hanya saja seminggu yang lalu aku kena batuk, pilek dan meriang. Asli rasanya nggak nyaman banget, apa lagi sekujur tubuh terasa ngilu, belum lagi angin yang menjadi langganan, nyaris setiap malam perutku kembung, jadinya males makan dan jadi mual, hiks.
Makanya minggu lalu aku 'tepar', can't do anything. Dan akhirnya ke Dsog cek up, sekalian minta obat yang aman buat bumil, maklum aku udah nggak kuat nahan nyeri otot yang melanda di tambah pusing-pusing. Jujur deh beda banget pas hamil Ryu dulu aku sama sekali nggak pernah ngerasain sakit, si DSOG jaga pas aku masuk ruang bersalin aja bingung pas tanya-tanya riwayat kehamilanku, dia komentar, "Heh! masa sih flu aja nggak pernah?"
Kata suami sih, "mungkin sekarang kelamin nya beda kali Bun, makanya beda rasa," aku tau tuh dia hanya nyenengin aku aja yang kepengen banget punya anak pere *halah*
Hmmm.. bener-bener deh minggu lalu jadi minggu terberat bagi aku dan orang rumah, soalnya semua kena lingkaran penyakit itu, mulai dari Ryu, Aku, Suami, Adikku, sampai Adik ipar!! Sekarang aku udah baikkan, yang lain masih belum fit, hikss. Masih agak worry nih, secara masih pada kena, takut muter lagi dan aku kena kembali. Duh Jangan deh :-(

So far so good. Nggak ada yang berubah drastis. Paling-paling saya cuman males duduk lama-lama di depan notebook, nggak bisa begadang, nggak bisa bangun siang (kalau weekend), laper mulu, buang air kecil mulu, BB mulai naik!!! Wekkss ternyata banyak juga ya perubahannya
Strip 2 itu memang TOP deh, bisa buat banyak perubahan. Tapi, saya cukup senang karena perubahannya belum terlalu mengganggu, seperti; mual dan mabok berlebihan. Aduh jangan sampai deh, agak syerem juga sih memikirkan bila itu terjadi, maklum saya kan harus kerja, takut semua kegiatan terganggu. Amien...amien jangan sampai, semoga saja pengalaman kali ini bisa sama dengan yang pertama dahulu
Eh lagi omongin apa sih? Sejak tadi perubahan, strip 2, mabok???
Iya iya... yang nulis ini sedang mengalami kehamilan yang ke-2
. Minta doanya ya, semoga di lancarkan. Amien...
Cukup lama juga saya nggak updated blog, maklum deh saya sedang sibuk dengan yang
ini, Allhamdulilah.
Dan mumpung sedang tidak ada bacaan plus kereta express (EXPRESS???) lemotnya minta ampun, mending nulis aja. Duh, gaya saya seperti penulis aajaa :p
ya, memang penulis sih, tapi penulis blog hehe.
Anyway sudah 2 weekend terlewati, dengan cepat, tanpa terasa sekarang sudah tgl 14/Apr. OMG, tar lagi gajian dong hehe, maksud saya bentar lagi my kiddo b'day yg ke 4, Allhamdulilah, lagi.
Segala macam ide mulai melintas di benak, Mau buat acara apa? Mau kemana? Mau beli tart dimana? Sampai, mau beli hadiah apa?
Untuk hadiah, kemarin sempat terjadi hal yang mengharukan, ketika saya tanya Ryu mau dibelikan hadiah ultah apa? Dengan santai ia minta di belikan celana jeans (jeansnya udah pada ke gantung, dan ia malu memakainya) tentu saja saya kaget. Karena beberapa bulan sebelumnya ia minta sepeda!?
Saya pun bertanya lagi, "bukannya kakak mau sepeda?"
"Nggak usah. Jeans aja. Kalau beli sepeda nanti uang bunda habis."
Saya begong. Tak percaya anak 3thn berkata begitu. Hiks saya terharu sekali menyadari rasa empati dan pengertiannya tinggi sekali, bukan sekali ini saja ia bersikap seperti ini. Namun, tentu saja sifat keras kepalanya tetap ada, apa lagi kalau sudah menyangkut urusan makan :-(. Hmm... Ibarat pepatah,"Buah kalau jatuh nggak jauh dari pohonnya." Ia saya ngaku deh, saya lah pohon itu *sigh*.
CRAP , keretanya belum sampai juga? Mana padat lagi, bisa keluar nggak ya? Secara yang berdiri di pintu keluar bodynya gede2 tampang pada sangar, seperti orang2 yg frustasi 24jam ngantri beli minyak tanah!! Ugh hiperbol :p

Alhamdulillah, akhir-akhir ini
Ryu sudah mulai mengerti kegunaan buku dan buku itu harus di perlakukan bagaimana.
Ia tak pernah lagi merobek halaman buku lembar demi lembar (wah ini sih sudah sejak lama), ia tak pernah lagi mencoret-coret bukunya (kecuali buku mewarnai), mmmh... kalau menginjak-injak sih sering, ia melakukannya ketika bermain lompat-lompat di atas kasur
.
Tentu saya senang sekali menyadari kesenangan Ryu pada buku. Sejak dini memang saya telah berniat mengenalkan buku padanya, harapan saya sih simple saja, saya ingin ia gemar membaca buku bila sudah bisa membaca nanti
.
Ryu paling senang mengutak atik buku bergambar yang ada Flaps (Seperti buku: Tony Wolf- The Farm), kerap kali ia juga meminta kami menemaninya membaca buku dan bermain tebak-tebakan. Ada apa di belakang Flaps? Well, tentu saja ia sudah hapal luar kepala semua gambar-gambar itu, tapi tetap saja ia melemparkan pertanyaan seperti ini, "Ini apa?", "Kalau ini bunda?" dlsb nya
hingga saya dan suami capek menjawabnya. Oh iya, kalau sudah capek kami balik bertanya begini, "Kira-kira itu apa?"
Kalau melihat saya atau ayahnya sedang sibuk... oh ya well... kalau telah meraung-raung minta di temanin baca buku trus kami masih saja sibuk sendiri-sendiri, maka, ia akan membaca bukunya sendiri seperti ini... "Kuda, kamu mandi dulu ya... biar nggak bau." Atau, "Ayo kerja di pabrik, nanti buat sepeda buat kakak ya..." Aku yang tadinya cuek jadi senyam senyum
melihatnya membaca buku itu.
Bahkan pernah suatu hari ia seperti sedang bercakap-cakap dengan buku Dinosaurus nya seperti ini. "Dino, ini bunda mu ya? Kamu mau kemana Dino, Oh Dino mau naik gunung ya..!!" Duh, melihatnya saya langsung terharu.
Ups... Ryu belum bisa baca tulisan loh
.. tapi ia membaca gambar-gambar dan mencoba bercerita lewat gambar-gambar itu
.
Info pic: Ryu sedang bermain sendiri.
Kasihan anakku, badannya di penuhi bentol-bentol merah. Terasa gatal semalaman. Salut padanya, karena ia sama sekali tidak mengeluh bila badannya gatal, ia hanya menggaruk tempat gatalnya, seorang diri, dan meminta di olesi minyak tawon.
Semalam ia mengadu, kalau sore tadi ia habis kecebur got, katanya, ia di dorong oleh "Maja" tetangga sebelah yang usianya lebih muda 1 tahun darinya. Salut padanya, karena ia tidak menangis apa lagi membalas dengan mendorong Maja. Ia hanya berkomentar, "Maja kan masih kecil." Ketika Ayahnya bertanya, "Di balas nggak?"
Pagi tadi, ia ngambek soalnya ia sadar kalau semalam ia di pindahkan ke tempat tidurnya, padahal sebelumnya ia sudah bilang ingin tidur dengan bunda. Maaf ya nak, soalnya kalau kamu tidur dengan kami, Ayahmu jadi nggak kreatip (hehehehehe nyengir mode on), makanya semalam kau di pindahkan.
Hari ini kucatat disini, panggilanku berubah menjadi MAMA, seperti maunya anakku yang hanya mau memanggilku begitu. Iya, gpp nak, yang penting kamu bahagia.
Sejak
Ryuga mengenal superhero yang ia lihat melalui TV, kerap kali ia meminta kami, untuk membelikannya mainan boneka/pajangan/robot dengan karakter si superhero yang ia telah hapal, bahkan sebagian menjadi favoritenya. Tidak terbatas di mainan saja, akhir-akhir ini keinginannya itu merembet kebaju. Bila kami ke toko baju, ia, dengan sangat antusias akan memilih sendiri, baju yang bergambar superhero, favoritenya.
Suatu hari, aku membelikannya satu baju superhero—Bumble bee, salah satu tokoh hero di animasi Transformer—
Ryuga senang sekali ketika ia mendapatkan baju itu. Saking senangnya, dalam waktu 1 minggu ia hanya mau memakai baju tersebut. Bila kotor, ia langsung meminta di cuci, keesokan harinya setelah bangun tidur ia langsung minta di pakaikan lagi. Nggak perduli baju tersebut masih basah, karena ia akan meminta di strika hingga kering.
Kami-pun, geleng-geleng kepala melihat betapa ia menjadikan baju itu favoritenya. Ayahnya memintaku untuk membelikannya baju superhero lainnya, agar ada gantinya. Soalnya agak risih juga melihat ia memakai baju itu-itu saja, kesannya
Ryuga hanya punya baju 1 pasang, sigh. 1 minggu kemudian, kami pun berangkat ke ITC dan menyuruhnya memilih baju superhero lainnya. Kali ini ia memilih Batman, Superman dan Avatar Ang. Oke, beli 3 sekalian agar bisa gonta ganti, dan kebetulan juga, kalau beli 3 pasang dapat harga special :P.
Betapa senangnya
Ryuga mendapatkan 3 pasang baju sekaligus, itu artinya ia telah punya 4 pasang. Well, sebenarnanya ada lagi sih koleksi lainnya, Ninja turtle dan Spiderman, hanya saja ukurannya sudah kecil jadi ia malas-malasan memakainya, kecuali terpaksa saja.
Setibanya kami dirumah, aku langsung menyuruh assistant mencuci baju barunya itu. Rupanya, ide ku itu membuat
Ryuga marah-marah dan protes berat. Ia berkata,
“Bunda kenapa di cuci? Kakak kan mau pake!” Ujarnya, nyaris menangis. Aku sedih juga melihat reaksinya, sambil ku coba jelaskan kalau bajunya nggak dicuci dan ia langsung menggunakannya, nanti kulitnya bisa gatal-gatal. Usahaku merayunya nggak berbuah hasil, ia masih marah dan berkata,
“Di strika aja deh, biar kakak bisa pakai.” Aku tentu tertawa di dalam hati. Gile apa, basa-basah minta di strika, pikirku. Sambil meninggalkannya yang masih ngoceh-ngoceh, tapi mau juga di pakaian baju Ninjaturtle.
Kejadian itu sudah lama berlalu, dan nyaris setiap hari ia memakai baju-baju superheronya secara bergantian. Aku sampai punya kebiasaan baru menanyakan padanya
“Pakai baju apa nak?” bila sedang menelponnya. Dan dia, dengan antusias akan menjawab dan bercerita tentang si superhero, aku tentu senang bukan kepalang ia mau bercerita panjang lebar di telpon, biasanya mogok bicara.
Dan, weekend kemarin, ada kejadian seru yang terjadi di rumah. Akibat intensitas hujan yang setiap hari turun di Depok, menyebabkan pakaian di rumah menumpuk, ber-imbas dengan baju superhero
Ryuga, ia tau sekali kondisi baju-bajunya yang masih basah, karena nya saat makan siang kemarin, celana yang ia pakai terkena tumpahan kuah, ia buruh-buruh menggantinya, sendiri.
Aku hanya melihatnya membuka celana, dan ia langsung berlari ketempat cucian. Aku teriak,
“Kak celananya disimpan saja ditempat cucian kotor, nanti mbak yang cuci.” Ia nggak menyahut. Akupun melanjutkan makan siang di meja, sambil menunggunya balik lagi. Namun, hingga 5 menit menunggu ia nggak balik-balik, aku susul saja ia ke tempat cucian. Betapa ibahnya aku melihat
Ryuga sedang mencuci celananya sendiri, ia membilasnya dengan air keran yang ia jalankan.
Aku segera menghampirinya…
B: “Kakak, pintar banget ya.”
R: Ia hanya melihatku, sambil meneruskan bilasannya.
B: “Sini bunda saja yang cuci, biar bersih.”
R: “Jangan. Kakak saja.” Ia lalu memeras celana itu.
B: “Sudah di kasih sabun belum?”
R: “Sudah.” sambil menunjuk sabun mandi yang tergeletak di lantai.
B: “Oh, ok. Kalau gitu yuk dijemur.”
Aku mengajak nya ke jemuran. Dengan suksesnya ia menjemur celananya itu.
Aku terharu. Betapa ia sangat mencintai baju favoritenya, hingga ia mau mencuci sendiri. "Nak, kau membuat bundamu ingin menangis, karena haru."
Info pic:
Ryuga pakai baju Bumble bee.
Do you ever experienced your 4 years boy doing a masturbating-like act!? Well, I have and it happened few days ago. I saw him touching his genital and he looks enjoyed.
Goz, I was felt like something hard hit my head. I shocked and can barely breathe. Then I tell my boy in a loud voice “Please don’t do that”, but he only smile at me and continue touching his genital. I was feel so desperate that time.
I know, I probably overreacted. But as a new mother, this really feels like a nightmare. A few minute after telling him to stop, I finally could control my emotion. Then I hugged my son and try to talk nicely. “Please don’t do that again, that is a bad thing to do. If you touch your genital like that, bacteria will eat the organ and your organ will be itchy.”
To my surprise, he understands what I'm saying (or seemingly understands) as he suddenly stop touching it and asking me, “Is Bacteria an Ant?”
“Yes.” Replied me while smile at him.
“So, Ant will eat my organ, Mom?”
And I said. “Sure. So please don’t do that again, OK.”
Now, I can breathe normally. But still, I worry because this is the first time I gave lesson of, what we used to call, “sex education” to my kid. And I think there are going to be some more of the lessons I would need to give. So, he could understands anything about sex in the correct manner. Hopefully everything will end good and I can pass this test and become a good mother to him .
Anyway, since I realize the bad exposure may come from frankly everywhere, especially TV, I told everyone at home to watch what my kid watch. No grown up movies, sinetron, gossip show and mature advertising when my kid watching or even only in front of TV unless me or my husband watching or close next to him.(SA/2008)
Kerap kali kalimat, "Bunda nggak teman nih!" atau "Ayah nggak temen nih!" terlontar dari bibir mungkil putraku, Ryuga.
Tentu saja aku dan suami bertanya-tanya dalam sukma (halah). Dari mana sih ia mendengar kalimat itu? Kok bisa, ia berkata seperti itu?
Dan, yang membuat kami makin penasaran, adalah penempatan kalimat Ryuga itu sangat tepat. Makin bingung deh, mimik dan bahasa tubuhnya pun ikut mendukung
.
Kalimat sakti itu akan keluar bila kami tidak memenuhi/mengabulkan permintaannya atau ia jadikan alasan bila sedang tak ingin di ganggu. Awal mendengarnya berkata seperti itu, kami sering kali senyam senyum, habis menggemaskan sih
.
Tapi, makin lama kok agak-agak ganggu juga ya. Soalnya kalimat itu di jadikan senjata oleh nya.
Seperti siang tadi, ketika Ayahnya menelpon kerumah kalimat sakti itu keluar lagi:
A: "Ryu sedang apa?"
R: "Ayah, nggak teman nih!"
A: "Loh, kok nggak teman??"
R: "Habis, Ayah sih marahin Bunda ku!"
Ayahnya bingung, kok tau? Memang nya Bunda telpon Ryu ya? (Ups. tadi memang sempat kesal dengan Ayah Ryu
)
Misua, langsung calling aku dan cerita. Aku pun bingung kok bisa ngomong gitu. Wong aku sama sekali nggak curhat-curhat kok padanya. Selidik punya selidik ternyata saat itu ia lagi sibuk main, dan nggak mau di ganggu
. Duh, alasannya itu loh, bikin orang heboh aja.
Jadi, mulai hari ini aku mau coba cuekin dia, kalau kalimat sakti itu keluar lagi. Akan ku coba untuk tidak bereaksi, tersenyum atau pun mencounter kalimatnya
.
Oh iya, adakah, teman-teman yang punya pengalaman mirip denganku? Share dong, kali aja trik teman-teman bisa aku aplikasikan

Bagi, mommies yang saat ini anaknya belum bisa bicara, atau terlambat bicara atau malas bicara. Sabar sabarlah. Tak perlu grasak grusuk. Apa lagi latah bawah anak ke 'terapi wicara.'
Sabar, sabar dan sabar saja. Ups, tentunya si anak tetap di stimulasi, dengan mengajaknya berbicara yang baik dan benar.
Mengapa saya suruh mom's bersabar? Karena, ketika si anak sudah merasa siap atau ingin bicara, maka moms akan di hadapkan dengan situasi yang terkadang membuat kita menjadi terpojok, hingga akhirnya jadi pingin kabur dari depannya. Atau, paling apesnya, mulut ini ingin sekali teriak, "BISA DIAM TIDAK!!!"
Sigh, itu lah yang kerap kali aku alami akhir-akhir ini. Bila Ryuga ku sedang ngoceh. Duh! Bagai tak ada capeknya ia menanyakan ini itu. Ada saja topik yang dia angkat, dan ada saja cela yang membuatnya bertanya. Seperti semalam, ketika saya sedang memakai kan nya piyama tidur. Kami terlibat percakapan seperti ini.
R: "Bunda ini apa?" sambil menunjuk gambar Batman dan Flash di 'celdam' nya.
B: "Batman." Jawabku singkat. Mulai lagi deh percakapan tak ber ujung, pikirku.
R: "Oh Batman. Dia sedang apa?"
B: "Mau terbang." Singkat saja.
R: "Memang bisa terbang?"
B: Mampus deh. Terjebak deh gue, ratapku. "Bisa."
R: "Terbangnya gimana bunda?"
B: "Begini." Sambil ku praktekkan.
R: Diapun ikut gayaku. "Nah, kalau ini siapa?" Nunjuk Flash yang ada di samping Batman.
B: "Flash"
R: "Sedang apa?"
B: "Lari."
R: "Cara larinya gimana."
B: Aku langsung praktek, lagi.
R: "Kok Flash nggak bisa terbang?"
B: "Iya nggak bisa aja." Udah mulai capek. Soale aku baru balik kantor dan belum makan. Tolonggg...
R: "Kalau batman?" Gubraxx balik lagi!?
B: "Batman, bisa." Pls, jangan di ulang dong, ratapku dalam hati.
R: "Kalau kakak bisa terbang nggak?"
B: "Cobain, bisa nggak!?"
R: "Nggak bisa. Bisa lompat aja."
B: "Berarti nggak bisa ya?"
R: "Iya." Asyikkkk dia pasti berhenti nih. Aku sudah siap-siap, mau kelonin dia. Eh-alaah rupanya nyambung lagi, saat kami sudah tiduran. "Kalau bunda bisa terbang nggak?"
B: "Nggak."
R: "Kok nggak bisa."
B: "Bunda nggak punya sayap, sih."
R: "Kakak punya sayap nggak bisa terbang." Sigh, terjebak lagi.
B: "Itu kan sayap baju kakak. Bukan sayap beneran."
R: "Oh gitu ya..." Selamat...selamat, pikirku. "Kalau Ayah?"
B: "Nggak bisa juga."
R: "Kalau TV??"
B: Aiiiihhh Capek deh.
So, Mommies. Jangan kwatir lagi ya. Saat - saat seperti ini pasti akan dialami si kecil. Dan, ketika saat itu tiba bersiap-siaplah menyesali segala kekwatiran yang mom's alami ketika ia belum bisa berbicara dengan lancar.
Happy Parenting.
Hari ini agenda di sekolah Ryuga adalah, penyuluhan orang tua murid tentang pentingnya TES IQ yang akan di lakukan dalam waktu dekat ini(minggu depan.)
Ketika menerima undangan, terus terang saya nggak minat. Soalnya jadwalnya hari kerja. Ya sudah, saya suruh saja adik saya yang kebetulan masih libur kuliah untuk menggantikan saya.
Inti dari hasil pertemuan itu, adalah sbb:
- Anak PG tidak wajib ikut.
- Anak TK A boleh dan tidak.
- Anak TK B wajib ikut.
** Dan tentu saja, hal bayar membayar sangat di highlight .
Oke, syukurlah PG tidak wajib ikut, secara saya juga agak-agak kurang sreg bila Ryuga akan di tes IQ sekarang. Rasanya belum perlu dan juga apa bisa maksimal penilaiannya, mengingat tingkat konsentrasi anak seperti Ryuga ini sangat minus
.
Well, liat saja nanti lah, bila Ryuga sudah TKB.

Sudah lama sekali saya tidak meng updated perkembangan jagoan kecilku
Ryuga. Waktu? Yup... lagi-lagi waktu yang menjadi kendala. Belakangan ini perhatianku tersita oleh project lain, akibatnya rutinitas saya menulis di blog pun jadi sangat terbatas.
Rrrghhh, kenapa sih waktu ini sangat singkat, hanya 24jam! Bagi saya24 jam sangatlah kurang, bukannya saya tidak bersyukur, namun kenyataannya memang begitu. Jarum jam cepat sekali berputar, tak terasa sudah jam 1 dini hari. "Huaaaaa, suami tercinta pun sampai di abaikan!"
Well, mumpung ada waktu, saya tak menyia-nyiakannya. Akan kutulis garis besar perkembangan
Ryuga , sebenarnya sih yang paling mencolok itu perkembangan bicara nya.
Perkembangan bicara.
"Fiuhh," perkembangan yang satu ini benar-benar menakjubkan. Dari bibir mungilnya bisa terangkai kalimat yang membuatku tak percaya seorang anak usia 3thn mampu merangkainya.
Bagaimana saya tidak takjub, soalnya
Ryuga ini kan termasuk anak LATE TALKER, ia baru bisa mengucapkan beberapa kata dengan artikulasi yang
'lumayan' ketika ia berusia 2.5th. Bayangkan saja bagaimana kwatirnya saya melihat perkembangan bicaranya. Untungnya ada artikel-artikel
Ibu Julia yang selalu menentramkan hati, dan membuat saya PD jaya menstimulasi
Ryuga hingga akhirnya ia pun lancar berbicara dengan artikulasi yang
'benar' dan dapat merangkai kalimat yang "Amazing" menurutku.
Mau tau seperti apa? Di bawah ini contoh percakapan kami:
Ryuga: "Bunda." Panggilnya tiba-tiba.
Aku: "Iya sayang." Jawabku, sambil ku peluk-peluk dia yang sedang leha-leha di atas tempat tidur.
R: "Kakak , senang sekali."
B: Kupandangi ia. "Senang kenapa nak!?"
R: "Senang, soalnya ada bundaku. Ada ayahku."
Huhuhu, jujur saya saja nggak kuat dengar kalimat
Ryuga. Dan seketika, niat untuk menjadi FTM (Full Time Mom) kembali menari-nari di benak saya.
Ada lagi nih perbincangan kami, yang menurut saya maknanya dalam sekali.
Bunda: "Kakak, Bunda capek sekali!!" Aku curhat padanya ketika baru balik dari kantor. Saat itu kami berdua saja di dalam kamar tidur.
Ryuga: "Capek kenapa bunda?" Tanyanya antusias.
B: "Capek banget, soalnya jalanan macet sekali, bunda di jalan 2.5 jam," dia masih antusias mendengar saya curhat, "badan bunda saja sampai sakit!"
R: "Makanya bunda mimi dulu, makan dulu. Biar nggak capek. "
Huaaa, asli deh seketika saya berasa nggak capek. Saya juga senang sekali, soalnya
Ryuga sudah mulai menunjukkan empatinya. Ini hanya segelintir percakapan kami yang bisa kutulis, masih banyak lagi tapi rasanya jurnal ini akan jadi PUANJANG deh kalau saya teruskan :-)
Oh, iya sejak 3thn,
Ryuga sudah kami masukkan ke Play Group yang berbasic Agama Islam. Kami sengaja memilih TK berbasic Agama agar
Ryuga bisa mendapatkan ilmu Agama sejak dini. Sebulan pertama sekolah, ia sama sekali tak menunjukkan kemajuan. Malah, saya sedikit kwatir soalnya Ryuga ini paling tidak mau di atur di dalam kelas, ia hanya mau bermain sendiri dan cuek dengan Ibu guru. Mmm... ya sampai sekarang juga sih, padahal sudah masuk bulan ke-5 hehehehe. Tapi, menurut assistantnya, 70% ia sudah bisa kompromi dengan Ibu Guru.
Syukur Alhamdulillah, suatu kali ketika kami sedang duduk santai di kamar, tiba-tiba saja Ryuga melafalkan doa makan. Saya dan suami takjub karena ia melafalkannya dengan benar. Sayangnya... saat saya suruh dia mengulang, yang ada malah bacaanya lompat-lompat dan terkadang di sisipkan kata-kata favoritenya, seperti; kodok, tikus, sampah, dlsb nya.
Semoga deh, di PG Ryuga bisa enjoy dan apa yang ia alami bisa ia nikmati. Sejujurnya, saya suka merasa sedih, karena tidak dapat memantau proses bermain/belajarnya di PG, maklum saja saya kerja, Ryuga hanya di dampingi Assistannya.
Saya jadi deg-deg-kan dan penasaran menunggu December 29, 2007 soalnya hari itu akan di bagikan hasil Evaluasi Belajar. Saya sih tidak terlalu berharap banyak dengan hasil evaluasinya, maklum saja, saya memasukkan Ryuga ke PG dengan tujuan agar perkembangan bicaranya terstimulasi. Kalaupun ada perkembangan/kemampuan lain yang ia dapat, itu hanya bonus saja :D
Wah, malam kian larut. Waktunya beristirahat. Saya sudahi jurnal tentang perkembangan Ryuga, InsyaAllah kalau sempat akan saya updated lagi, agar kelak saya bisa me-review perkembangannya. Duuuh, bahasanya mulai ngaco, maklum sudah menjelang midnight sih *nyengir.*