The Amriza Family

Berbagi Ilmu dan TIPS kepada siapa saja

Happy 3rd Anniversary to U & Me

Syukur Alhamdulillah masih di percaya sama yang di-Atas, kontrak kami 3 tahun yang lalu masih di perpanjang oleh-Nya.

Tidak mudah menjalani tahun ini, banyak rintangan dan cobaan yang menghampiri. Godaan juga tidak mau kalah... selalu datang disaat yang tidak tepat!. Tapi sekali lagi, Syukurr Alhamdulillah kami masih di beri kepercayaan untuk melanjutkan kontrak yang telah kami setujui 3 tahun lalu.

"Happy Anniversary, ya bunda" bisiknya lembut. Hah! tumben ingat? ultah ku aja ia lupakan ko annyversary kami malah ia ingat? jangan-jangan ia pasang timer nih? pikirku nakal "Oh iya sama2" ucapku singkat tanpa basa-basi gini nih kalau termasuk tipe cewek TIDAK romantis, susaah banget mau keluarin kata-kata manis dan mesra even di hari special begini hehehee.

Today is our special day, same with other day's.

Have a nice day!

Jakarta, 3 Agustus 2006

Info foto: Anyer 2000

[FF] N G I N T I P !

Category: Flash Fiction
Word: 323 Words

Nikmatnya nyeruput kopi panas di pagi hari, di temanin sebatang rokok kretek hasil comot dari kantong Likin yang masih terlelap dalam tidurnya, rupanya ia lembur lagi semalam.

Dordordor.. terdengar pintu kontrakankku di gedor dari luar dengan kasarnya "siapa sih pagi-pagi sudah namu?," aku beranjak menuju pintu. Baru saja tanganku akan meraih gagang pintu, kembali terdengar suara gedoran yang makin dasyat, saking dasyatnya tetangga radius 3 km juga bisa mendengar suara gedoran itu.

"Oh mbak, ada apa?" rupanya Mbak Desi yang ngontrak persis di sebelah kontrakanku, kami sama-sama kontrak di rumah kontrakan Bu'le Wardi. Aneh mau apa ia pagi-pagi gini, dan tumben ia namu ke kost kami?, gumanku dalam hati.

"Kamu Yadi kan?" tanyanya penuh amarah sambil menunjukku dengan jemari kecilnya yang hampir saja mencolok mataku.

"Iya, kenapa mbak" jawabku sedikit kaget.

"Kamu jangan kurang ajar sama perempuan ya!" ucapnya dengan nada yang semakin tinggi, kemarahannya pun terlihat tidak dibuat-buat.

Membuatku jadi serba bingung ko pagi2 dapat makian seperti ini "Saya salah apa Mbak?" tanyaku lagi.

"Jangan pura-pura ya?, kamu kan ngintip saya sedang mandi, ayo serahkan rekamannya, serahkan buktinya," bagai di sambar petir di pagi nan cerah ini aku kaget karena di vonis ngintip.

"Hah! Ngintip? Yang benar saja? Saya ga ngintip mbak!" ujarku membela diri.

"Kamu jangan bohong, ayo ngaku saja dan serahkan rekamannya!" paksanya lagi.

"Rekaman apaan sih mbak? Saya gak punya barang-barang seperti itu, HP aja gak ada" ujarku lagi.

"Kamu jangan main-main ya, kamu bisa tau akibatnya kalau dalam waktu 24 jam kedepan kamu tidak ngaku dan menyerahkan rekamannya!" ujarnya mengancamku dan berlalu meninggalkan diriku yang terbengong-bengong, membuatku menginggat kejadian beberapa hari yang lalu tanpa sengaja aku melihatnya mandi di lantai 2 kontrakan kami melalui celah dari tripleks yang dipasang tidak rata oleh Pa'Le Wardi.

Kuisap sisa rokok kretek yang masih terselip di jemariku dan bergegas masuk kedalam.

(Terinspirasi oleh kisah nyata yang dialami oleh seorang teman di Mangga Besar , Jaksel-Jan 2006)

The Amriza

Popular Posts

My Biz Online!

Ngobrol Yuk...

Gtalk: aurelly.one

My Email:
bunda.ryu@gmail.com