The Amriza Family

Berbagi Ilmu dan TIPS kepada siapa saja

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Anak Sudah Punya Passport RI, bukan WNI?

Note ini aku copas dari FB nya mbak Meidya Derni...

Penting bagi anda yang saat ini menetap dan melahirkan di USA.' Silahkan di baca2 link nya dan cek ke KBRI/KJRI setempat kali2 saja ini berlaku untuk semua Negara *****

Kenapa pemerintah RI tega sekali mempersulit rakyatnya? Lha anak sudah punya passport, dan passport RI sudah dipakai kok yach masih disuruh bikin sertifikasi kewarganegaraan RI.

Jadi fungsinya passport itu apa? Bukankah di passport sudah jelas-jelas ditulis: Warganegara: Indonesia.

Lha kok kemudian kewarganegaraan tidak diakui dan disuruh bikin sertifikasi lagi? Apa tidak cacat hukum?

Pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2006, sudah jelas anak dari pasangan WNI adalah WNI.

Biayanya nggak kira-kira, pemerasan legalkah?

1. Biaya Pendaftaran US$ 106.00/ anak

2. Biaya Legalisasi fotocopy Kutipan Akta Kelahiran US$ 20.00

3. Biaya Legalisasi fotocopy Kutipan Akta Perkawinan/Buku Nikah atau Akta Perceraian/Surat Talak/Perceraian atau Keterangan/Kutipan Akta Kematian US$ 20.00

4. Biaya pemberian salinan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang menyatakan memilih Kewarganegaraan RI US$ 53.00 dibayar pada waktu menerima salinan Surat Keputusan tersebut.

Teman yang di DPR ataupun di pemerintahkan atau mereka yang ngerti UU tersebut kasihani anak-anak kami yang tidak mengerti apa-apa. Mereka yang jadi korban.

Buat teman-teman yang di USA yang belum tahu adanya aturan "ajaib" silahkan baca ini Catatan dari Mbak Dwitra

Tadi saya dan suami datang ke Penyuluhan di KBRI soal Kewarganegaraan Ganda yang ditawarkan kepada anak-anak yang lahir dari salah satu orangtua WNI atau orangtua dua-duanya WNI tapi si anak lahir di luar Indonesia.

Sebelum mulai dengan beberapa hal yang saya tangkap dari pembicaraan tadi dan sempat menjadi konsen saya, ada beberapa hal yang harus SEGERA dilakukan oleh para immigran Indonesia disini, yaitu :

1. SESEGERA mungkin mendaftarkan anak-anaknya ke KBRI, karena peraturan ini hanya berlaku sampai 1 Agustus 2010. Kalau tidak mendaftarkan sampai tanggal itu, ada kemungkinan anak Anda kehilangan kewarganegaraanya , walaupun dia sudah mempunyai Paspor Indonesia. Karena saat memperbarui Paspor anak Anda, kalau tidak bisa menunjukkan Affidavit ( untuk anak-anak yang lahir sebelum 1 Agustus 2006 )dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia., anak Anda tidak akan diperbolehkan memperbarui Paspornya. Jadi otomatis anak Anda akan kehilangan kewarganegaraan Indonesianya. Untuk anak-anak yang lahir sesudah 1 Agustus 2006, berhak langsung mendapatkan Kewarganegaraan Ganda tanpa Affidavit ?? ( kalau nggak salah begitu ), tapi tetap ahrus mengurus permohonan dll ke Perwakilan Pemerintah Indonesia setempat.

2. Surat Keputusan Undang-undang itu ada disini http://www.embassyofindonesia.org/consular/pdf/Kewarganegaraan_Indonesia_Ganda_Terbatas.pdf

3. Formulir Pendaftaran dan persyaratannya ada disini http://www.embassyofindonesia.org/consular/pdf/formAnak3.pdf ( note : Harus ada pas foto anak terbaru berwarna ukuran 4X6 cm sebanyak 6 (enam) lembar dan meterei ).

4. Detil biaya ada di bawah dari email mas Harry Tirta, tapi kira-kira setiap anak $ 200 ( kas/ Money Gram/ Bank check / no personal check ).

5. Detil Tanya Jawabnya ada disini http://www.embassyofindonesia.org/consular/tanyajawab.htm

6. Kalau misalnya satu dan lain hal, orangtua tidak mendaftarkan anaknya sampai tanggal 1 Agustus 2010, maka si anak tidak bisa memperbarui/memperpanjang paspor Indonesianya , jadi otomatis kehilangan kewarganegaraaanya.

Kalau hal ini terjadi, cara untuk mendapatkan kembali kewarganegaraan yaitu : Cara pendaftaran kewarganegaraan Indonesia bagi anak yang lahir di Amerika Serikat setelah 1 Agustus 2010 untuk selanjutnya dilakukan langsung di Indonesia melalui proses pewarganegaraan (pasal 8 UU No. 12 tahun 2006) dan salah satu syaratnya adalah bahwa pemohon harus tinggal di Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut (pasal 9 UU No. 12 tahun 2006). ( Asumsi saya: kalau hal ini terjadi, dan si anak harus mengajukan proses kewarganegaraan lagi, artinya selama tinggal di Indonesia dia akan diperlakukan sebagai WNA -- harus keluar dulu ke luarnegeri tiap tahun untuk memperpanjang izin tinggalnya ??? )

Salam, Meidya

Menjadi Ibu Itu Susah-Susah Gampang!?

Kalimat itu sering kali aku dengar. Dulu saat masih melajang, aku sama sekali tidak ambil pusing dengan kalimat tsb, di anggap angin lalu aja. Tapi setelah menjadi seorang ibu, aku baru memahami arti yang tersirat dari kalimat itu.

Yup… right! Jadi ibu itu memang susah-susah gampang. Kenapa aku bisa berkata begitu? Ya…karena memang menjadi seorang Ibu itu tidaklah mudah. Setelah wanita di takdirkan memiliki anak, maka tanggung jawab wanita tersebut semakin bertambah. Bukan hanya mengurus dirinya sendiri, tapi harus mengurus patner hidup dan tentunya buah perkawinan mereka.

Sesusah apa sih menjadi ibu itu? Sebenarnya, tolak ukurnya tergantung masing-masing pribadi kali ya… tapi kalau menurutku, ketika aku menjadi Ibu, aku langsung di hadapkan dengan berbagai dilema, mulai yang tingkat penyelesaiannya kecil hingga yang besar. Alhamdulillah semua bisa teratasi dengan baik.

Oke untuk sekedar sharing saja, berikut ini dilemma yang pernah kualami….

Tahun pertama menjalani peran ibu. Aku mendapat banyak pengalaman yang baru, saking barunya aku terpacu untuk mulai mencari informasi tentang parenting, melalui media buku, media online, ataupun ikutan milist yang khusus menampung para Ibu untuk berbagi cerita tentang keluarga, anak dan dunia wanita.

Media-media ini banyak membantuku dalam membesarkan putraku. Masa-masa BabyBlues yang banyak di alami oleh ibu di muka bumi, sempat aku alami juga. Aku sempat merasa tertekan saat putraku ber-usia di bawah 6 bulan. Sebenarnya aku malu mengakuinya, kala itu ritme tidurnya membuatku parno. Tapi untunglah semua bisa terlewati dengan mulus dan happy

Di tahun kedua, persoalan yang kuhadapi semakin banyak. Yang paling membekas adalah, ketika semua orang yang kutemui berkomentar seperti ini…

1. “Anaknya belum bisa ngomong!?”

2. “Kok kurus sih? Susah makan ya?”

3. “Kapan nambah adik buat putranya!”

Awalnya, aku masih bisa cuek. Namun, hampir setahun kuping ini mendengar ketiga pertanyaan itu selalu di lontarkan, tentu saja aku menjadi sedikit kesal dengan ketiga pertanyaan itu, karena pertanyaan-pertanyaan nggak penting itu terkadang membuat suasana hatiku berubah down. Aneh ya…ternyata Syndrome Babyblues yang kualami di tahun kedua memiliki anak, ya… ke tiga pertanyaan di atas… bukan lagi masalah susah tidur, anak yang petakilan, atau tantrum!

Hhmmm… saat ini adalah tahun ke tiga aku memiliki anak. Tahun ini merupakan tahun yang sangat berarti buatku, karena kali ini aku sedang mengalami fase baru lagi dalam perkembangan anakku, ia sedang aktif-aktifnya bertanya. So many question deh, sampai-sampai saking banyaknya, di dalam tidurpun pertanyaannya masih terngiang di telinga.

Well, aku hanya bisa berharap di tahun ketiga menjadi ibu, aku bisa lebih baik lagi, lebih sabar, lebih bijak dan lebih pengertian… AMIEN.(SA/2007)

Pentingkah Melabel diri untuk Bayi kita?

By: Shrie Amriza
Terbit di WRM

Dear Mommies, pernah ga sih mengalami kejadian dimana si kecil yang berusia 12 bulanan ternyata lebih familiar mengucapkan atau memanggil Ayah, Papi, Papa, atau Abi dan kata-kata itu bisa di ucapkan secara sempurna, ketimbang saat sikecil mengucapkan kata Mama, Bunda, Umi dan Mami.

Bagaimana ya perasaan seorang Mom bila ini terjadi? Kira-kira ada tidak pengaruhnya untuk si anak kelak? Ada pendapat yang beredar di masyarakat, bila hal ini terjadi maka si anak nanti cenderung lebih menyayangi dan dekat dengan ayahnya ketimbang sang ibu.

Walaupun hal tersebut sampai saat ini masih merupakan mitos yang beredar di masyarakat dan belum ada penelitian yang di lakukan secara ilmiah untuk membuktikan hal tersebut, namun sepertinya banyak kalangan ibu yang mengalaminya.

Aku adalah salah satu yang mengalami hal tersebut, ini dimulai sejak jagoanku belajar berbicara. Kata pertama yang ia bisa ucapkan dengan jelas adalah Papa, dan berikutnya Ayah (kebetulan aku biasa memanggil suami Ayah).

Saat itu Aku hanya berpikir mungkin sekarang dia lebih gampang melafalkan kata ayah, tapi anehnya hingga ia berusia 17 bulan, kata Bunda belum pernah aku dengar terucap oleh anakku.

Namun aku selalu berpikiran positif terhadap perkembangan jagoan aku, tetapi belakangan ini kok aku jadi merasa iri dengan suami ya, soalnya aku merasa jagoan kami lebih dekat dengan Ayahnya ketimbang Ibunya. Misalnya, aku dan suami selalu pulang kantor bersama-sama.

Saat tiba dirumah, anakku selalu menyambut kami dengan memanggil ayahnya dan langsung minta digendong. Sedangkan Ibunya dicuekin aja tuh. Sedih kan rasanya kalau capek setelah kerja seharian eh dicuekin sama baby yang dikangenin seharian.

Berangkat dari situ, Aku berusaha untuk introspeksi diri, dan coba melihat “flashback”, dan memahami keadaan yang sebenarnya. Akhirnya aku berkesimpulan mungkin kedekatan anakku dengan ayahnya disebabkan oleh jagoan kami bingung karena sedari lahir Aku sudah melabel diri Aku dengan sebutan “Bunda”, sementara kata bunda sangat sulit ditiru oleh bayi yang sedang mengenali lingkungannya, terutama mengenali kedua orang tuanya.

Kalau aku telaah secara awam, kata BUNDA mengandung huruf-huruf yang pengucapannya sulit untuk ditiru oleh bayi yang baru belajar bicara. Lagipula kata bunda bukan merupakan kata yang dapat diucapkan dengan singkat.

Bayi-bayi yang aku amati umumnya lebih mudah mengucapkan kata Mama, tetapi karena kata Mama tidak pernah kami sebut kepada anak kami, maka sampai sekarang sangat jarang kata Mama diucapkan oleh jagoanku.

Mengingat anakku sudah 1,5 Tahun dan penerimaannya terhadap lingkungan semakin baik, saat ini Aku sedang mencoba menstimulasi si jagoan agar mampu mengucapkan kata Bunda. Caraku mudah saja, kata BUNDA aku sebut dengan sesering mungkin di setiap saat ada anakku. Anehnya, beberapa waktu kemudian, bukannya kata BUNDA yang disebut oleh si jagoan malah yang terucap adalah kata lain yaitu “Mama”.

Kalau Aku amati sepertinya jagoan kami mengenal kata Mama dari anak tetangga kami yang sudah bisa panggil Mama dengan baik. Kembali Aku bertanya dalam hati “Apakah penting melabel diri kita, kemudian memaksa si kecil menyebutkannya?” (SA)

[A] Melakukan Perawatan Spa di Rumah.

By: Shrie Amriza
Terbit di WRM, January 17, 2007

SPA atau Solus per acqua berasal dari kata Latin yang artinya penyembuhan. Sejak dulu perawatan tubuh SPA yang menggunakan medium air ini dipercaya bisa melahirkan harmonisasi dan keseimbangan bagi tubuh, tidak hanya itu Spa juga bisa membuat badan kita menjadi lebih bugar.

Untuk menikmati perawatan Spa, kita harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Tidak heran bila Spa jadi produk yang mahal dan identik untuk kalangan artis atau kalangan yang berduit saja. Selain itu masalah waktu juga sering menjadi alasan kita untuk tidak melakukan SPA.

Nah untuk itu kenapa tidak mencoba melakukan Spa sendiri di rumah?. Selain biayanya murah meriah, mom pun bisa menentukan waktunya sendiri, tanpa mengganggu aktifitas di rumah.

Berikut ini beberapa perawatan SPA yang bisa mom lakukan sendiri di rumah :

- Scrubbing Scrubbing atau pengelupasan sel kulit mati. Fungsinya untuk mengangkat kulit mati dengan menggunakan lotion khusus scrub atau ramuan tradisional yang mengandung butiran halus, oleskan ke wajah atau tubuh saat mom sedang mandi. Perawatan scrub mampu me-ngeluarkan racun dan efektif melancarkan sirkulasi darah. Lotion scrub ini bisa di temui di toko yang menjual alat-alat kecantikan.

- Masker Kalau mom rutin melakukan perawatan ini, kulit pasti akan lebih indah dan sehat. Jenis masker yang beredar di pasaran saat ini pun sangat beragam, ada yang berbentuk cairan bening, berwarna, bubuk atau lembaran. Agar hasilnya terlihat bagus, pastikan moms memilih jenis masker yang sesuai dengan kulit wajah moms.

- Pijat, paling baik di lakukan bila badan sedang terasa pegal atau letih, karena aliran darah dalam tubuh jadi lebih lancar. Sebaiknya saat di pijat, gunakan minyak yang mengandung aroma terapi. Kalau mom melakukan pijatan sendiri, pijat saja titik-titik pegal pada tubuh dengan menggunakan jari atau alat pijat.

- Aromaterapi di percaya dapat menstimulasi kerja otak agar lebih rileks saat tubuh di pijat atau berendam, karena aromaterapi ini wewangian yang di hasilkan dari bunga atau tumbuh-tumbuhan. Jenis aromaterapi juga sangat beragam, mulai dari essential oil, bunga kering, sampai dengan lilin. Pilihlah aroma terapi sesuai kebutuhan moms.

- Meditasi bisa di lakukan di mana saja, yang penting tubuh dan pikiran moms harus rileks. Namun akan lebih bagus kalau meditasi di lakukan di tempat terbuka, di-iringi suara musik lembut atau gemericik air yang mengalir.

Jadi SPA pun bisa di lakukan sendiri dengan biaya yang murah meriah. Hanya saja perlu di perhatikan, bila sebelum moms melakukan Perawatan SPA sebaiknya mom menyiapkan alat-alatnya terlebih dahulu. (WRM/SA-2007)

[A] Kiat Mengajarkan Batita Berterima Kasih

By: Shrie Amriza

Terbit 26 December, di WRM

Karena berterima kasih adalah tata krama pergaulan yang paling utama di samping mengucapkan 'permisi' atau 'maaf', maka sangatlah penting bila kita sebagai orang tua mulai mengajarkan anak batita, khususnya yang berusia 2 tahun untuk belajar mengucapkan terima kasih, sejak dini.

Tidak mudah mengajar anak usia 2 tahun untuk mengucapkan terima kasih, sebab keterampilan ini sangat baru untuk mereka dan di perlukan kiat khusus untuk mengajarkannya.

Untuk mempermudah mommies, berikut ini beberapa kiat khusus untuk mengajarkan si kecil berterima kasih:

1. Berilah teladan. Ucapkanlah terima kasih tiap kali si kecil melakukan sesuatu, walaupun sepele-untuk kita. Ingatlah bahwa si kecil selalu menyaksikan tindakan kita dan mereka akan belajar dari sana.

2. Ucapkan "Terima kasih" dengan jelas dan tulus. Anak batita akan mendengar dengan baik tiap kata yang mommies ucapkan, jika mommies ingin si kecil mampu mengucapkan "Terima kasih" maka sangatlah penting bila moms mengucapkan kata terima kasih dengan lafal yang jelas, wajah cerah dan senyum merekah. Bukan hanya mengucapkan terima kasih alakadarnya.

3. Jangan terlalu menuntut. Terkadang mommies mengharapkan anak batitanya mengucapkan terima kasih dengan sempurna dalam kesehariannya, hal ini dianggap tuntutan yang berebihan. Bila moms terlalu memaksa, mungkin saja si kecil malah jenuh dan malas melakukannya. Harus di ingat bahwa ini adalah keterampilan yang baru buat mereka, jadi sebaiknya di lakukan dengan hal-hal yang ringan dulu, seperti ucapkan terima kasih saat ia makan dan bermain dengan yang ada di rumah. Secara perlahan setelah mereka sudah bisa mengucapkannya baru mulai tingkatkan ke level yang lebih tinggi lagi seperti mengucapkan terima kasih kepada teman bermainnya, sekolah.

4. Jadikanlah "Terima kasih" sebagai kebutuhan. Begitu si kecil sudah menguasai kata terima kasih, maka jadikanlah ucapan terima kasih itu sebagai kebutuhan, kapanpun ia menerima kebaikan dari orang lain. Tugas moms dalam hal ini, lagi-lagi memberi contoh bagaiman berterima kasih pada orang lain yang terlah berjasa pada sikecil. Mungkin hal itu sepelah buat kita tapi ini sangatlah penting di lakukan, contoh; kita berterima kasih pada si Mbak yang telah menyiapkan makanan atau memandikannya, dlsb.

5. Bersikaplah Konsisten. Bersikaplah konsisten menerapkan Terima kasih pada sikecil, karena anak batita menyukai konsistensi, kecuali si kecil terlihat kewalahan dengan peraturan terima kasih yang moms terapkan.

6. Beri Penghargaan. Penghargaan - misalnya berupah pelukan, pujian atau acungan jempol bila si kecil berterima kasih lewat ucapan atau tindakannya. Namun sekalipun ia tidak melakukannya, entah karena si kecil sedang lupa atau enggan, sebaiknya moms tetap bersikap positif, perlakuan negatif seperti memarahi, mencela, apa lagi menghukum-hanya akan membuat anak semakin menolak semua usaha moms untuk mendidiknya menjadi anak yang pandai berterima kasih. (SA/2006)

** Sumber tulisan: Segala sumber

[A] Pahami Karakter Makan Batita Anda

By: Shrie Amriza
Publish at WRM

"Pusing deh nyuapin putraku, selalu saja makanannya di keluarin lagi!."
"Aku bete sekali dengan putriku, kalau di ajak makan bawaannya malah rewel."
"Anakku labih parah lagi, selalu minta jalan-jalan ke taman, sesampainya disana malah tidak mau makan?."

Haruskah saat makan jadi saat-saat yang tidak menyenangkan buat Anda dan Batita anda? Harusnya sih tidak. Tapi pada kenyataannya kita selalu di buat kesal oleh tingkah batita yang tidak antusias bila acara makan tiba. Dari Majalah Parents Guide yang saya baca, Sangat penting memahami karakter Batita untuk membuat kegiatan makannya menjadi menyenangkan.

Seperti apa karakter makan batita?
Batita menganggap diri mereka dapat melakukan apa saja yang berlangsung di sekitar mereka. Mereka ingin mencoba sagala sesuatu dengan energi, rasa ingin tahu yang kadang membahayakan diri mereka, kadang batita ini pun sangat tegas, sehingga penolakan-penolakan dari mereka sering terlihat. Sebaiknya kita sebagai orang tua membuat batasan-batasan yang tegas untuk batita kita, dan membiarkan mereka menikmati kebebasannya dan mengeksplorenya dalam batasan-batasan yang telah kita buat.

Sampai di mana tanggung jawab kita sebagai Orang tua?
Interaksi kita dengan si kecil kadang hanya berisi "ngotot ngototan". Kita berkeras membuat mereka membuka mulut dan si kecil berkeras mengunci mulutnya rapat–rapat. Kita memaksa si kecil menghabiskan makanannya, si kecil malah asik membuang makanannya.

Berikut tanggung jawa orang tua, menurut ahli psikolog anak dan ahli gizi anak Ellyn Satter dalam bukunya "How to Get Your Kid to Eat... But Not too Much":
* Membeli dan memilih bahan makanan
* Membuat dan menyajikan makanan
* Mengatur waktu makan
* Menyajikan makanan dalam bentuk yang dapat di pegang
* Mengenalkan cara makan yang mudah di kuasai
* Membantu anak berpartisipasi dalam acara makan keluarga
* Membantu anak menyelesaikan makannya

Dan yang berikut ini bukan tanggung jawab orang tua:
* Berapa banyak anak makan
* Apa yang anak makan
* Selera makan (kapan si kecil lapar)

Sering kali 3 poin yang menjadi tanggung jawab si kecil, kita sebagai orang tua justru mengendalikannya. Pantas saja si kecil jadi bertingkah!. (SA/WRM/2006)

[A] Tips Menggunting Kuku Bayi

Kebanyakan bayi terlahir dengan kuku yang panjang, putih dan tampak lemas. Walau kukunya tampak lemas, kuku tersebut dapat menggores wajah imutnya. Sementara bila mau mengguntingnya terkadang kita ragu atau takut akan melukai jari mungilnya.

Diperlukan strategi khusus saat akan menggunting kuku bayi, selain itu mom harus extra hati-hati agar jari mungilnya tidak ikut tergores gunting!. Berikut ini beberapa hal yang perlu di perhatikan Sebelum dan Saat menggunting kuku si kecil:

* Sebelum Menggunting Kuku.

Siapkan peralatan yang di butuhkan, yaitu;

- Gunting kuku, pilih yang berujung bulat agar tepinya tidak melukai jari. (sebelum digunakan, bersihkan gunting kuku dengan kapas yang sudah di beri Alkohol)

- Kapas

- Air Matang

- Alkohol 70%

- Obat Merah / Antiseptik (Bila di perlukan)

* Saat Menggunting Kuku

- Gunting kuku si kecil setelah ia selesai mandi, sebab kukunya jadi agak lunak. Atau gunting kukunya saat ia sedang terlelap tidur.

- Pada bayi, bila jari-jarinya masih dalam posisi menggenggam, secara perlahan buka genggamannya dengan cara meletakkan ibu jari Mom di bagian luar telapak tangan si kecil, sementara jari Mom yang lain masuk ke bagian dalam telapak kanannya.

- Tekan dengan lembut jari yang kukunya akan digunting dengan ibu jari dan telunjuk kiri Mom. Lalu, gunting kuku si kecil dengan tangan kanan Mom.

- Jangan terlalu dalam memotong kuku si kecil. Gunting bagian kuku yang putih saja dan sisahkan sedikit.

Aktifitas potong kuku ini akan sering dialami oleh mom yang baru mempunyai bayi dikarenakan kuku bayi sangat cepat tumbuhnya. Gunting kuku si kecil bila panjang kukunya kira-kira 1-2 mm, bila tidak segera di potong maka kukunya bisa melukai wajah atau menjadi sarang kotoran dan kuman penyakit.

Jangan panik bila jari mungilnya sedikit berdarah. Segera bersihkan lukanya dengan kapas yang sudah di basahi alkohol, lalu olesi dengan obat Merah atau Antiseptik. Semoga TIPS diatas bisa mengurangi keraguan atau rasa takut mom saat menggunting kuku si kecil. Selamat mencoba. (WRM/SA)

Categories: Parenting

[A] Stretch Marks

Bagi kaum perempuan Stretch Marks adalah mimpi buruk. Garis-garis berwarna putih seperti kulit jeruk di bagian tubuh, atau yang lebih di kenal dengan sebutan stretch marks merupakan hal biasa yang sering di temui pada wanita, apa lagi wanita yang pernah hamil. Beberapa mitos yang beredar mengatakan kalau stretch marks muncul akibat kebiasaan menggaruk terlalu keras saat sedang haid atau hamil.

Tapi tahukah moms kalau sebenarnya stretch marks itu juga di alami oleh laki-laki? Dari beberapa artikel yang saya baca, ternyata laki-laki yang sering melakukan gerakan olahraga angkat berat sangat potensial mengalami stretch marks, guratan putih halus itu akan muncul di lapisan kulit kedua atau dermis yang sifatnya elastis.

Bagaimana sih timbulnya stretch marks? Biasanya stretch marks diawali dengan timbulnya guratan berwarna kemerahan yang secara perlahan-lahan berubah berwarna keputihan atau lebih terang dari warna kulit mom. Saat kulitnya masih berwarna kemerahan, moms masih menanggulangi dengan mengoleskan putih telur, tunggu sekitar 15 menit kemudian dibersihkan. Yang sulit itu ketika sudah berwarna keputihan, inilah yang susah di hilangkan dan butuh perawatan khusus.

Sebenarnya Stretch marks ini tidak mengganggu kesehatan, tetapi hanya menggangu penampilan saja. Oleh karena itu, banyak sekali produk kecantikan yang di tawarkan dengan dalih dapat menghilangkan stretch marks, mulai dari lotion, krim khusus, pemijatan sampai dengan penggunaan sinar laser.

Stretch marks biasanya muncul di daerah payudara, perut, pinggul atau paha. Mengingat Stretch marks sulit untuk dihilangkan, maka sebaiknya sedini mungkin moms melakukan berbagai tindakan pencegahan. Simple saja, biasakan hidup dengan sehat, makanlah dengan pola gizi yang seimbang, olahraga teratur, mengkonsumsi air putih minimal delapan gelas sehari dan tidak mengkonsumsi lemak jenuh.

Untuk moms yang senang mengkonsumsi kopi, teh, minuman beralkohol atau rokok, maka sebaiknya segera mengurangi kebiasaan itu atau di hentikan saja, karena pola hidup yang tidak sehat bisa memicu timbulnya stretch marks. Dan mulai-lah mengkonsumsi, Sayuran hijau, buah-buahan, bawang bombai dan bawang putih yang sangat baik untuk pembuangan lemak, atau racun dari tubuh dan yang terpenting bisa menghindari munculnya stretch marks.(WRM/SA)

Sumber: Berbagai Sumber

[A] Menyiasati si Kecil yang Sembelit!

By: Shrie Amriza

Publish di WRM

Si kecil susah Buang Air Besar? Adalah kejadian yang sangat tidak nyaman untuknya, tidak heran jika si kecil menjadi rewel bila saat mulesnya tiba, ia akan berusaha habis-habisan membuang pupnya. Tapi pupnya hanya keluar sedikit, berbentuk bulat dan keras. Mengakibatkah Anusnya menjadi lecet dan terkadang mengeluarkan darah karena iritasi.

Apa sih yang menyebabkan si kecil sembelit? Secara umum sudah kita ketahui, bayi yang mendapat ASI Eksklusif jarang sekali terkena sembelit atau susah BAB. Karena ASI mengandung enzim-enzim yang bisa membantu proses pencernaan, bila di perhatikan kotoran yang di keluarkan pun hampir selalu lunak.

Sementara itu kebanyakan anak–anak yang menkonsumsi susu formula cenderung mengalami sembelit. Penyembabnya antara lain karena susu sapi memiliki komponen yang berbeda dengan ASI. Misalnya; Susu sapi memiliki protein kasein yang lebih tinggi (Kasein adalah bagian yang paling sulit dicerna oleh usus manusia).

Apalagi bila si anak mempunyai system pencernaan yang belum optimal maka peluang untuk terkena sembelit semakin besar. Untuk anak yang lebih besar, biasanya sembelit disebabkan oleh makanan yang di konsumsi, kurang serat dan kurang cairan. Selain itu, sembelit juga dapat terjadi bila si anak kurang menggerakkan badan atau sering menahan BAB.

Bila mom tidak ingin melihat si kecil mengalami sembelit, dibawah ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah sembelit:
1. Berikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan.
2. Apabila si kecil terpaksa harus mengkonsumsi susu formula, sebaiknya konsultasi dengan DSA agar dapat memilih susu formula yang tepat
3. Biasakan si kecil menkonsumsi makanan yang berdaya serat tinggi, seperti: buah-buahan dan sayuran.
4. Berikan air putih dalam jumlah yang cukup. Air putih befungsi melunakkan kotoran agar mudah di keluarkan.

Bila sembelit sudah terjadi, Mom dapat melakukan tips berikut:
1. Untuk bayi, tekuk kedua pahanya kearah perut. Tindakan ini akan meningkatkan tekanan di dalam perut, dan menyebabkan kotoran terdorong keluar.
2. Untuk merangsang rasa ingin BAB pada bayi, lakukan pijatan lembut di bawah pusar dengan konstan selama 2 - 3 Menit.
3. Beri buah atau jus buah yang mengandung serat tinggi.
4. Cari tau penyebab sembelit si kecil terlebih dahulu sebelum mom memberikan obat pencahar. JANGAN tergantung pada obat Pencahar.
5. Bila segala cara sudah di lakukan dan si kecil masih bermasaalah dengan BAB nya, sebaiknya konsultasi dengan DSA. (SA/2006)

[A] TIPS Memilih Nursing Bra (BH Untuk Menyusui)

Nursing Bra atau BH menyusui adalah BH yang didesain khusus untuk Ibu yang sedang menyusui. Di desain dengan kelepak (flap) yang bisa dibuka-tutup pada bagian mangkuk (cup) BH, memudahkan busui (ibu menyusui) bila akan menyusui bayi nya.

BH menyusui tidak wajib dipakai oleh busui, BH ini bersifat sebagai alat bantu saja, bila busui merasa tidak nyaman memakai BH menyusui ini, maka tidak ada pengaruhnya terhadap kwantitas atau kwalitas ASI yang di keluarkan.

Jika mom memutuskan untuk memakai BH menyusui pada saat menyusui si kecil, berikut TIPS memilih BH menyusui yang aku kutip dari Majalah parents Guide edisi Februari 2006 :
- Belilah BH menyusui di pertengahan atau akhir kehamilan, atau ketika BH yang mom gunakan selama hamil sudah tidak nyaman lagi.
- Belilah minimal dua buah BH, agar mom selalu mempunyai persediaan BH bersih.
- Jika susah menentukan ukuran BH dengan tepat, siapkan BH lebih dari dua, dengan ukuran mangkuk yang berbeda-beda. BH dengan ukuran mangkuk yang lebih besar dipakai saat payudara sedang penuh-penuhnya. BH dengan ukuran mangkuk paling kecil dipakai saat payudara dalam kondisi tidak terlalu penuh/bengkak.
- Pilih BH yang bisa menopang payudara dengan baik tapi masih punya cukup ruang di puncak mangkuk untuk menyisipkan bantalan ASI (nursing pads).
- Jika memilih BH yang berkelepak, carilah yang elastis dan kelepaknya mudah dibuka dengan satu tangan (biasanya dikaitkan dengan klip plastik ke tali bahu, atau ketengah BH).
- Jika memilih BH tanpa kelepak, carilah yang tali bahunya mudah diturun-naikkan dengan satu tangan (biasanya bertali lebar, terbuat dari bahan yang lembut, tipis dan elastis, serta tidak memakai kawat penopang. BH jenis ini lebih cocok dipakai di rumah.
- Jika ukuran payudara sangat besar, utamakan memilih BH yang mampu menopang payudara dengan baik. (Disarankan memilih BH dengan kawat penopang)
- Jika mom berencana memerah ASI dengan pompa, pilihlah BH yang bukaan kelepaknya cukup lebar agar corong pompa bisa menempel dengan baik pada payudara. (SA)

Sumber Tulisan :
- Segala Sumber
- Majalah Parents Guide

Note: Artikel ini juga publish di WRM
** [A] = Artikel

[A] Si Dua tahun Yang Malas Berjalan!

By: Shrie Amriza

Publish at WRM

“Bu, Si Oel masa sampai sekarang belum bisa jalan?” ujar Mbak Iya assistanku di rumah. “Masa sih? Dia kan sudah dua tahun?”. “Iya bu, soalnya Oel di gendong terus sih, makanya malas jalan!.”

"Anak usia dua tahun malas berjalan? Normal-kah perilaku Oel?" Pertanyaan yang menggelitik benakku saat itu.

Pada umumnya setelah anak mampu berjalan, maka keterampilan motoriknya akan berkembang dengan pesat. Rasa ingin tahunya yang sangat besar mendorongnya melakukan hal-hal yang menantang bahaya, dan ia tidak pernah lelah dengan segala aktifitasnya, mulai dari berlari, meloncat dan memanjat.

Anak usia ini juga semakin baik mengendalikan badannya. Kecepatan perkembangan fisik dan kemandiriannya yang mulai muncul menjadi hal yang perlu mom perhatikan.

Tapi, kalau si dua tahun sering menerima bantuan dalam melakukan berbagai keterampilan fisik, seperti; sering di gendong atau diletakkan di kereta dorong, maka ia akan ‘ketagihan’ dengan bantuan itu dan akhirnya ia malas berjalan atau melatih perkembangan motoriknya.

Apalagi, pada usia ini anak sedang berada dalam fase yang gemar menolak desakan orang tua, dan membuat usaha kita untuk mengajaknya mulai berjalan menjadi sia-sia. Akibatnya, si kecil tampak seperti anak yang tidak aktif atau pasif.

Jika si dua tahun mom mengalami hal diatas, beberapa TIPS dibawah ini yang dapat dicoba untuk ‘memaksa’ nya kembali menggemari aktifitas berjalan, sebagai berikut:
- Jika si dua tahun merengek minta di gendong, coba buat kesepakatan dengannya. Seperti; Mom setuju mengendongnya bila ia berhasil berjalan ketempat tempat tertentu.
- Jadikan aktifitas berjalan bersama-sama sebagai suatu aktifitas yang menyenangkan, sehingga ia pun mengikutinya dengan gembira.
- Kebanyakan anak kecil senang berperilaku seperti orang dewasa minta tolong kepadanya untuk mengambilkan sesuatu untuk mom. Seperti; Saat berbelanja di supermarket minta ia membantu mom mengambilkan belanjaan yang mom inginkan.
- Kadang anak merasa frustasi karena merasa kecil ketika berjalan dengan orang dewasa, suatu kali cobalah berjongkok agar tinggi mom dan di kecil sejajar.
- Jangan pernah mendesaknya untuk buru-buru berjalan. Ikuti irama langkahnya agar si kecil tidak frustasi. - Jangan lupa untuk memuji si kecil bila ia mau berjalan bersama mom. (SA/2006)

[A] Empat Perilaku Lazim Yang Tidak Boleh Di Biarkan

By: Shrie Amriza
Publish at WRM

"Anaknya nakal sekali!"
"Anaknya kenapa suka memukul?"
"Hati-hati jangan dekat dengannya ia suka menggigit!"

Ungkapan-ungkapan diatas menjadi sarapan pagi bagiku waktu mudik ke kampung halaman beberapa waktu yang lalu, awalnya aku hanya bisa terseyum bila mereka mengatakan itu, tapi lama kelamaan kuping ini merah juga di sindir dengan ungkapan seperti itu dan membuatku jadi lebih memperhatikan tingkah putraku (23 Bulan) dengan seksama.

Benar saja apa yang mereka ungkapkan, ternyata putraku menunjukkan perilaku “lazim” yang tidak boleh dibiarkan. Disaat aku semakin gundah dengan sikap putraku, ada Artikel di Majalah Parents Guide , edisi April yang cocok dengan masalah yang sedang aku hadapi.

Di Artikel tersebut di jelaskan bahwa Ada 4 perilaku “lazim” yang kita temui pada batita dan tidak boleh dibiarkan, adapun perilaku tersebut adalah sbb:

1. Perilaku Menggigit
Putraku senang sekali menggigit, perilaku ini pernah terjadi saat ia sedang tumbuh gigi, tetapi setelah fase awal tumbuh giginya selesai perilaku itupun berangsur-angsur hilang. Tetapi, belakangan ini perilaku menggigitnya muncul lagi bila kami melarangnya disaat ia sedang melakukan hal-hal yang menurut kami membahayakan dirinya.

Menurut American Academy of Children and Adolescent Psychiatry (AACAP) kebanyakan anak mulai menggigit secara agresif antara usia 1 - 3 tahun. Perilaku menggigit ini tidak boleh di biarkan karena anak sedang menguji kekuasaannya, atau untuk mencari perhatian. Beberapa anak menggigit karena merasa tidak bahagia, cemas atau cemburu. Apapun alasannya, anak tidak boleh dibiarkan menggigit, agar ia tidak menganggap perilaku tersebut aman.

Bagaimana cara menghentikan perilaku tersebut? :
- Saat anak menggigit, katakan “jangan” dengan tenang dan tegas. Pegang/tahan tubuhnya dengan lembut. Jika aksi gigit tak juga dihentikan, cobalah menerapkan konsekuensi negatif. Misalnya, tak menggendongnya selama 5 menit setelah ia menggigit.
- Jangan pernah menunjukkan kepada anak bahwa aktifitas menggigit itu adalah perbuatan yang lucu atau ungkapan rasa gemas yang wajar.
- Jangan menggigit anak untuk menunjukkan betapa sakitnya menggigit itu. - Jika cara-cara di atas tidak efektif, cobalah berkonsultasi dengan ahlinya.

2. Perilaku Memukul/Mendorong
Perilaku inipun sering kali di tunjukan oleh putraku beberapa bulan terakhir ini, bila ia sedang bermain dengan teman sebayanya ataupun yang lebih tua darinya, tidak segan-segan ia memukul/mendorong mereka. Bukan disaat sedang berebut mainan saja, tetapi saat sedang berdiam diripun ia melakukannya.

Tentu saja perilaku ini membuatku melarangnya keluar untuk bermain dengan temannya, karena kerap kali teman-temannya tidak mau bermain dengan putraku atau menjauhinya. Aku tau sikapku melarangnya untuk bermain malah menjadi boomerang baginya, karena ia akan merasa perilaku memukul/mendorongnya ini tidak mengapa ia lakukan dan perilaku ini akan menjadi kebiasaan.

Bagaimana cara menghentikan perilaku tersebut?
- Biarkan anak tetep bermain dan bersosialisasi dengan temannya. Dan di saat anak akan memukul/mendorong anak lain, segera katakan dengan tegas “Jangan Pukul. Sakit!” tahan tangannya dan jauhkan dari anak yang dipukulinya. Lalu beri perhatian yang lebih pada anak yang dipukulinya. Jangan pernah membalas memukul anak untuk menunjukan betapa sakitnya dipukul, atau untuk menghukumnya.
- Jika anak sering memukul/mendorong, lakukan upaya pencegahan begitu ia terlihat sangat frustasi atau terganggu. Alihkan perhatiannya atau jauhkan ia dari situasi yang membuatnya frustasi. Awasi lebih ketat setiap kali ia bermain dengan anak lain. Selidiki kemungkinan adanya masalah, misalnya: ia sedang sedih atau marah, pernah menyaksikan atau menjadi korban kekerasan fisik, dlsb.
- Jangan biarkan anak menyaksikan atau terlibat dalam permainan “berantem-berantem”, dengan siapapun.
- Jika bantuan memukul/mendorong tak juga hilang, carilah bantuan professional.

3. Perilaku Menantang Bahaya
Anak usia 1-3 tahun sedang mengalami perkembangan motorik yang sangat pesat. Anak sangat antusias belajar berjalan, berlari dan memanjat. Rasa ingin taunya sangat besar membuat anak ingin menjelajah lingkungannya dan menguji respons orang terhadap perilakunya.

Disisi lain ia belum memahami bahaya-bahaya besar yang timbul akibat perilakunya tsb. Hal ini pun dialami oleh putraku, ia kerap kali menunjukan perilaku menantang bahaya, seperti: Ingin berjalan sendiri di Jalanan umum tanpa mau di pegang orang dewasa, Berlari kencang dan sengaja menabrak tembok, Memanjat pagar rumah, memanjat lemari, menarik-narik kabel listrik, dlsb.

Masih menurut artikel di Majalah Parents Guide, “Perilaku-perilaku tersebut dapat berakibat fatal untuk anak seusia ini dan anak perlu di ajar untuk takut terhadap bahaya-bahaya besar. Membiarkan anak menantangnya dengan tujuan ‘agar anak menjadi pemberani’ terlalu beresiko.”

Bagaimana cara menghentikan perilaku tersebut?
- Jika anak sedang mendekati bahaya, segera katakan dengan tegas “jangan” (dan langsung diikuti dengan konsekuensinya, misalnya, “panas” atau “nanti jatuh, sakit!”). Ucapan ini harus disertai dengan ekspresi ketakutan yang sungguh-sungguh. Bila perlu tahan tubuhnya agar tidak meneruskan aksinya, dan alihkan dari sumber bahaya.
- Bila anak sering menantang bahaya, buatlah pengaman yang memadai di dalam rumah.

4. Perilaku Melempar-lempar Benda Rasa ingin tau anak seusia ini sangat besar, anak penasaran mengamati ‘apa yang akan terjadi’ bila benda di lempar, dan anak juga ingin tau reaksi orang bila ia melempar sebuah benda.

Tidak aneh bila putraku pun sering melempar mangkok makannya, gelas minumnya, remote control dan kadang HP akupun menjadi bahan eksperimennya. Kenapa perilaku ini tidak boleh dibiarkan? Karena beberapa benda yang di lempar bisa membahayakn dirinya atau orang lain. Misalnya, ia bisa terpeleset oleh makanan yang ia lempar, ia bisa cedera oleh serpihan benda pecah belah yang ia lempar, dlsb.

Bagaimana cara menghentikan perilaku tersebut?
- Saat anak sedang melempar-lempar, segera katakana “jangan” dengan tenang dan tegas. Tahan tangannya yang di gunakan untuk melempar dam alihkan perhatiannya agar kita bisa mengambil benda yang akan ia lempar. JANGAN pernah memaksa membuka genggaman tangan anak, agar ia tidak menganggap pemaksaan fisik di perbolehkan.
- Jika anak sering melempar-lempar, jangan meletakkan benda berharga atau benda pecah belah di dekatnya.
- Salurkan hasrat dan energi anak untuk melempar-lempar, dengan menyediakan bola plastik warna warni dan keranjang transparan sebagai sasaran melempar. (SA/2006)

Inspirasi Artikel:
* Berbagai Sumber
* Majalah Parents Guide, Edisi: April 2006
* American Academy of Children and Adolescent Psychiatry (AACAP)

[A] Ibu Hamil Nyetir

By: Shrie Amriza
Publish at WRM

"Bolehkah bila Ibu hamil menyetir kendaraan sendiri?, Adakah tips untuk Ibu hamil menyetir mobil?".

Pertanyaan tersebut diatas sering kali kita dengar di tanyakan oleh Ibu hamil yang mempunyai aktifitas sangat padat, seperti; mengantar dan menjemput anak, berbelanja ke supermarket, ke dokter dan segudang aktifitas lainnya, yang mengharuskan mereka mengendarai kendaraan sendirian.

Boleh tidaknya ibu hamil menyetir kendaraan sebenarnya masih pro kontra, sebagian orang mengganggap itu tidak masalah karena kehamilan jangan sampai menghambat aktifitas seseorang.

Tetapi sebagian lagi menggangap aktifitas menyetir kendaraan untuk ibu hamil ini tidak di anjurkan apa lagi bila ibu hamil mengalami gangguan kehamilan seperti; ada kelainan pada plasenta, ada bekas operasi Caesar sebelumnya, sering di landa mual pada semester pertama kehamilan dan untuk kehamilan yang memasuki semester terakhir diyakini sangat mengganggu karena kondisi perut yang semakin membesar.

"Menurut Dr. Nurwansyah, SpOG dalam sebuah artikel di majalah Parents Guide edisi January 2006, beliau menyarankan Ibu hamil untuk tidak mengendarai kendaraan, sebaiknya ibu hamil meminta bantuan orang lain utuk melakukan itu, karena pusing dan mual sering melanda ibu hamil pada semester pertama kehamilan, belum lagi kondisi jalan yang sering membuat stress yang dapat memicu terjadinya kelahiran premature.

Bila memang sikon mengharuskan ibu hamil menyetir kendaraan sendiri, maka beliau menyarankan untuk ekstra hati-hati dan siap menanggung resiko." Ibu hamil boleh saja menyetir kendaraan sendiri sejak usia kehamilan memasuki semester pertama sampai semester terakhir, tetapi pada saat memasuki minggu ke 37 dianjurkan tidak mengendarai kendaraan karena ini bisa memicu terjadinya kontraksi.

Perlu diingat juga untuk tidak memaksakan menyetir kendaraan pada saat kondisi tubuh sedang tidak fit, dan yang terpenting pilihlah kendaraan yang mudah di kendarai atau kendaraan yang tidak banyak goncangan seperti mobil sedan dan berjenis "automatic".

Berikut ini Tips untuk Ibu Hamil, saat menyetir kendaraan :
* Atur posisi duduk, Mundurkan sedikit jok kursi anda dan aturlah agar jarak perut dan setir tidak terlalu dekat. Selain itu, sanggah pinggang anda dengan bantal kecil agar tidak berasa pegal.
* Hindari sepatu berhak tinggi, Sepatu jenis ini bisa menimbulkan tekanan di daerah punggung bagian bawah sehingga bisa memperparah nyeri punggung yang anda rasakan.
* Tetap wajib menggunakan sabuk pengaman, aturlah posisi sabuk pengaman anda dengan nyaman.
* Jangan pernah memaksakan diri anda, bila kondisi tubuh sedang tidak fit urungkan niat untuk menyetir kendaraan sendiri bila itu terjadi.
* Jangan mengendarai mobil di daerah yang rawan kemacetan, karena kemacetan dapat membuat anda stress.
* Selalu berdoa, semoga di beri kesehatan oleh-Nya. Selamat menyetir sendiri buat mom yang sedang hamil, semoga anda dan janin selalu di beri kesahatan. (WRM/SA/2006)

Inspirasi Artikel:
* Majalah Parents Guide (Edisi Janury 2006)
* Mailing List We R Mommies
* [A] = Artikel

[A] Pemahaman Mereka Bayi (1 Th - Up)

By: Shrie Amriza
Publish at WRM

Adalah hal yang sudah umum kalau para Ibu sering ditanya mengenai pemahaman sang baby terhadap lingkungannya. Sebagai Ibu dari Bayi 18 Bulan, aku sering ditanyakan mengenai pemahaman Sang Anak oleh Suamiku dan orang-orang sekitarku.

Sebenarnya sejauh mana ya anak usia 1 atau menjelang 2 tahun memahami lingkungannya? Apakah mereka sudah bisa mengerti bahasa kita orang dewasa ataukah mereka memiliki “bahasa” yang berbeda yang harus kita simak dan mengerti? Jangan pernah menganggap remeh perkembangan anak yang berusia setahunan, walaupun mereka belum bisa berucap seperti kita.

Karena dimasa-masa emas ini mereka sedang tumbuh dengan cepatnya dan mulai dapat memahami tentang diri, orang tua dan lingkungan rumahnya. Umur setahunan boleh dibilang adalah saat dimana bayi dalam kegiatan berekplorasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, sekaligus sedang belajar.

Didalam situsnya, Children Hospital Boston menyebutkan bahwa menjelang usia 18 bulan anak sudah mulai dapat memahami simbol–simbol. Mereka telah dapat mengerti hubungan antara objek dan artinya.

Untuk mempermudah Mommies mengetahui apa saja yang umumnya sudah dipahami oleh Sang Bayi, berikut ini beberapa contoh "Tonggak pemahaman" atau hal - hal umum yg dapat dipahami oleh anak usia 18 bulan yang aku kutip dari majalah Parents Guide:

Memahami siapa dirinya.
Anak akan mengerti dan mengenali dirinya, bila ia melihat dirinya di foto atau pada saat dia bercermin. Anak juga akan menoleh jika namanya di panggil. Mengerti nama anggota tubuh. Contoh: Bila kita tanya hidung mana? Maka ia akan menunjuk hidungnya.

Dapat melambaikan tangan.
Bila orang - orang terdekatnya pergi maka ia akan melambaikan tanganya, begitu juga bila ia akan pergi kesuatu tempat maka ia akan melambai.

Memahami perintah dan pertanyaan simple.
"Mana bonekanya?" atau diperintah "Ambil bonekanya!" maka ia akan menunjuk atau mengambil bonekanya.

Memahami hubungan sebab akibat lebih baik.
Tingkah anak marah-marah kepada kakak dan pengasuhnya menunjukkan bahwa anak seusia ini paham bahwa jika ia menampilkan "emosi/ekspresi marah" maka orang lain akan menurutinya.

Memahami ada sesuatu di dalam sesuatu.
Anak seusia ini paling gemar membuka/menutup laci, lemari pakaian, lemari es, atau box. Ini menunjukan bahwa ia paham bahwa di balik sebuah objek mungkin ada objek lain.

Memahami kegiatan di sekitarnya.
Keinginan anak untuk bermain khayalan/pura - pura, misalnya ia pura – pura menyapu lantai atau menyuapi bonekanya, ini menunjukan bahwa anak memahami kegiatan yg terjadi di sekitarnya, dan memahami kegunaan benda seperti sapu dan sendok tersebut.

Semoga dengan memiliki pengetahun atas pemahaman Sang Bayi, Mommies dapat semakin mudah berinteraksi dan menjadi Sahabat terbaik Sang Bayi tersayang yang pada akhirnya dapat membantu anak belajar berkomunikasi dan berinteraksi. Jadi sebenarnya siapa yang belum mengerti, kita atau mereka?.(SA/2006)

[A] Bagaimana Kompromi Dengan Waktu Tidurnya?

By: Shrie Amriza
Publish at WRM

Ketika waktu tidurnya tiba si kecil masih saja energik dengan segala macam kegiatannya; berlari, bermain, ngoceh dan segudang kegiatan lainnya.

Kita berpikir, ia pasti sudah mengantuk karena tanda tanda kelelahan dan rasa ngantuknya sudah terlihat seperti; sesekali ia mengucek kedua matanya, sering menguap dan gampang kesal.

Karena melihat sinyal ngantuknya, segera kita membimbingnya ke kamar tidur dan menidurkannya di ranjang. Bukannya tidur malah si kecil turun dan dengan riangnya kembali mengajak seisi rumah untuk bermain, bila kita tidak menanggapinya maka ia akan berontak dan menangis, serasa si kecil ini punya stok energi yang banyak sekali, bukannya lelah malah ia makin bersemangat.

Menghadapi si kecil yang bertingkah seperti diatas memang sangat menguras tenaga dan emosi. Bukan saja emosi kita mungkin juga emosinya, jika perebutan jam tidur ini berlangsung setiap hari, bisa jadi ritual ini menganggu ritme dan ketentraman seisi rumah.

"Bagaimana cara kita mengatasi perebutan jam tidur ini?" Jangan stres, coba ciptakan rutinitas tidur untuknya.

Karena rutinitas tidur setiap anak berbeda beda, buatlah rangkaian rutinitas yang sesuai dengan kondisi keluarga, terutama jam berapa rutinitas tidur malam itu di mulai setiap malam dan segala rangkaian prosedur pendukungnya, kita juga harus konsisten dengan ritual tidur ini bila ingin berhasil.

Berikut ini contoh rangkaian rutinitas sebelum tidur yang saya kutip dari rangkuman diskusi mommies di mailing list We R Mommies:
* Tentukan waktu tidur (jam berapa ritual tidur akan di mulai)
* Sebelum Jam tidur nya tiba, cobalah Cuci atau Washlap tangan, muka, kakinya.
* Ajak Ia untuk menggosok gigi
* Memakai Piyama atau Baju tidur
* Mengucapkan selamat tidur pada seisih rumah
* Menuju kamar / Tempat tidur
* Membacakan buku cerita atau dogeng
* Ajak Ia berdoa sebelum tidur
* Memberikan ciuman selamat malam Menerapkan rutinitas tidurnya ini akan lebih mudah, jika Anda menjaga keteraturan kegiatannya sepanjang hari.

Jika bayi memiliki rutinitas; tidur siang, makan, bermain, mandi, makan sore kemudian bersiap-siap tidur malam, yang dilakukan secara teratur setiap kegiatan tanpa berubah dari hari ke hari, maka dapat dipastikan perebutan jam tidur ini akan di menangkan oleh Anda. (SA/2005)

Jangan Bingung Bila Bayi Anda Rewel

By: Shrie Amriza
Publish at WRM

Bila bayi mommies yang biasanya "anteng" tiba tiba rewel hingga membuat mommies kebingungan, sudah dapat dipastikan si kecil memiliki masalah khusus yang dirasa mengganggu dirinya. Di sini, tugas para mommies lah untuk mencari sumber penyebab masalah serta sedapat mungkin mencari alternatif tindakan antisipasi agar "ketidaknyamanan" yang dirasakan si kecil dapat berkurang.

Salah satu sumber referensi yang dapat digunakan untuk mencari tindak antisipasi adalah melalui "sharing" pengalaman para mommies yang pernah mengalami masalah serupa.

Berikut dapat mommies simak beberapa penyebab umum timbulnya kerewelan pada bayi seperti: kolik, flu, demam, ruam popok dan gusi gatal beserta tips dan trik menghadapinya yang didapatkan dari hasil "bagi pengalaman" para mommies yang tergabung di We R Mommies. Selamat membaca!

Kolik
Kolik bayi adalah istilah yang dipakai untuk keadaan dimana bayi terus menerus menangis secara berlebihan. Kolik atau sakit perut yang datang secara bergelombang (spasmodik). Tetapi karena bayi belum bisa mengeluh maka tidak bisa dipastikan sebab bayi menangis. Jika tidak bisa menemukan sebab yang jelas seperti rasa lapar, popok bayi basah, demam, maka bayi yang menangis secara berlebihan dianggap sebagai kolik bayi.

Diduga penyebab terjadinya Kolik mungkin disebabkan oleh kejang otot didinding susu, udara dalam usus dan gangguan pencernaan. Akibatnya, bayi Anda merasa tidak nyaman dan lebih rewel.

Untuk mencegah terjadinya gangguan ini, sesaat setelah diberi minum atau makan, sebaiknya si kecil ditepuk-tepuk supaya bersendawa. Apabila usaha diatas tidak berhasil, diamkan dengan cara-cara yang biasanya cukup berhasil seperti dipeluk erat-erat, diayun-ayun, dimandikan, diberi dot, atau dinyanyikan. Tapi bila ia terlanjur kolik, berilah obat tetes anti kolik, sesuai petunjuk dokter. Obat tetes kolik dapat dibeli di apotek.

Tidak ada cara yang manjur untuk mencegah kolik bayi, tetapi dari beberapa artikel. Orang tua biasa mengusahakan untuk menghilangkan penyebab-penyebab yang mungkin terjadi dengan cara sebagai berikut:
* Pastikan bahwa lubang botol bayi sudah sesuai besarnya untuk mencegah bayi menelan terlalu banyak udara sewaktu minum.
* Usahakan supaya bayi bersendawa dengan baik setiap habis minum.
* Hindarkan jangan sampai bayi terlalu lapar/harus menunggu lama untuk minum asi.

Flu & Demam
Bayi sangat rentan terhadap Flu. Umumnya flu ringan akan sembuh dengan sendirinya setelah 2-3 hari, sekalipun tidak diobati. Tetapi, bayi yang terkena flu biasanya rewel dan sulit makan, karena ia tidak leluasa bernapas melalui hidungnya. Kalau sudah begini, jangan terburu - buru langsung di bawah ke dokter beberapa tips dan trik simple sebagai berikut:
* Jangan panik ketika anak mulai terserang demam, flu .
* Kalau flunya di barengi dengan panas, ukur suhu tubuh si anak. Ada batas suhu, apakah anak masih termasuk normal atau tidak, gunakan Kompres untuk mengurangi panas pada anak. Kalau masih belum reda berikan penurun panas.

Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter, menurut American Academy of Pediatrics (AAP) sebagai berikut:
v Bila bayi berusia <> 38C
v Bila bayi berusia 3 - 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C
v Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C
* Berikan cairan seperti Air putih sesering mungkin.
* Supaya "ingus" tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami flu apa lagi pada malam hari, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung
* Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih yang di teteskan Minyak kayu putih setelah anak tidur.
* Beri Paracetamol - bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)
* Untuk pencegahan, sering - sering cuci tangan, hindari kontak dengan penderita flu, Jaga kebersihan rumah seperti Kamar tidur, Kamar Mandi, Dapur dsb.

Ruam popok
Kulit bayi umumnya sangat sensitif. Tak mengherankan jika banyak bayi yang menderita ruam popok. Biasanya ruam timbul karena si kecil alergi terhadap amoniak yang terkandung dalam urinnya, atau bisa juga karena ia alergi terhadap bahan dasar popok. Pada kebanyakan kasus, ruam dapat disembuhkan dengan salep kulit yang diberikan oleh dokter. Akan tetapi, untuk menghindari ruam popok, tidak ada salahnya bila si kecil memakai popok berulangkali pakai yang terbuat dari kain tetra. Bukan hanya itu, Anda juga harus rajin mengganti popoknya yang basah.

Gusi Gatal
Umumnya si kecil mulai tumbuh giginya ketika berusia 7 bulan. Pada waktu giginya menembus gusi, biasanya timbul rasa tak nyaman yang disebabkan oleh gusinya yang meradang. Akibatnya si kecil pun rewel. Sebenarnya gangguan ini dapat diatasi dengan memberinya jel atau sirop penghilang rasa sakit. kalau pertumbuhan gigi bayi Anda juga disertai demam, jangan lupa berikan obat penurun panas. Jika panasnya terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.

Sumber:
* Mailing List We R Mommies
* American Academy of Pediatrics (AAP)
* Segala Sumber
* Info Foto: Ryuga usia 5 Bulan.

The Amriza

Popular Posts

My Biz Online!

Ngobrol Yuk...

Gtalk: aurelly.one

My Email:
bunda.ryu@gmail.com