The Amriza Family

Berbagi Ilmu dan TIPS kepada siapa saja

Finale for Heroes Season One

Yup... akhirnya season finale sudah aku selesaikan. Mmm... seru banget deh endingnya.

Oh iya untuk yang tidak tau apa itu Heroes, silahkan baca yang INI dahulu ya, biar mengerti.

Trus, di season satu ini serial Heroes terdiri dari 23 Episode dengan judul setiap episode, sbb:

01 "Genesis"

02 "Don't Look Back"

03 "One Giant Leap"

04 "Collision"

05 "Hiros"

06 "Better Halves"

07 "Nothing to Hide"

08 "Seven Minutes to Midnight"

09 "Homecoming"

10 "Six Months Ago"

dst...

22 "Landslide"

23 "How to Stop an Exploding Man"

Maaf ya, tidak semua judul aku tulis, kepanjangan sih. Serial ini membuatku jadi terobsesi, bayankan aku selalu mantau perkembangan ceritanya every day. Hal pertama yang aku lakukan untuk memulai hari adalah men-klik link wiki yang INI . Thanks to Mbah Wiki , anywey :)

Di 4 episode terakhir, kemampuan para heroes semakin kuat saja. Seperti Hiro yang akhirnya bisa mengontrol kemampuannya untuk menghentikan waktu. Ada juga Sylar yang semakin banyak membunuh para Heroes dan automatis kekutannya jadi bertambah, wih semakin berat saja menghadapi si Sylar ini. Dan... yang terpenting my favorite one, Peter Petrelli, waohhh dia semakin cool, kekuatannya juga sudah semakin tinggi.

Aku nggak sabaran nih tunggu Season 2 nya, apa lagi saat baca di Wiki bakalan ada pendatang baru yang ablitiy nya juga kuat. Wah ini bakal jadi musuh para Heroes kali ya, secara Sylar di ending cerita sudah di kalahkan, tapi.... sayang dia tidak mati, and I know... dia pasti bakal balik dengan kekuatan yang semakin tinggi pula.

Well... met berharap-harap cemas deh, semoga saja Tim Kring bisa membuat Season dua Heroes lebih seru dari yang pertama.

Info: Pic from Wikipedia

Kosong...!

Biasanya kalau pulang kerja, aku selalu di jemput suami, tapi berhubung beliau harus meeting dadakan, jadinya aku pulang sendirian, naik kereta Depok express.
Terburu-buru aku ke stasiun Juanda untuk mengejar kereta yang berangkat jam 5.20PM, tapi sayang hari itu aku tidak beruntung, kereta baru saja melintas saat aku tiba di lantai 3 tempat kereta selalu berhenti.

Dengan perasaan sedikit kesal aku cari tempat duduk di pinggir jalur 2, menunggu kereta selanjutnya yang akan tiba jam 6PM, kalau tidak molor!!.

Ku keluarkan buku, dengar MP3 dan aku langsung larut dengan musik yang mendayu-dayu itu.

Tak berapa lama seorang menghampiriku. Ku angkat wajah dan hatiku langsung trenyuh, melihat seorang ibu muda yang sangat kumel berdiri di depanku, ia mengulurkan telapak tangannya, sementara tangan satunya mengendong seorang bayi mungil, dari balik gendongan sarung yang kucel itu, aku bisa memastikan bayi itu belum ber usia 1 bulan.

“Buat makan…” ujarnya lirih. Dan aku makin tersentuh.

Aku ibah melihat anaknya, sedih memikirkan nasipnya. Tapi, aku kesal melihat ibu muda itu, bagaimana tidak, di jari tangan yang ia gunakan untuk menopang bayinya, terselip rokok yang masih menyala.

Seketika rasa ibah ku hilang, samar kulihat asap rokok masuk kedalam gendongan. Ingin kutegur dia, tapi saat melihat mata ibu itu, tatapannya kosong, seperti mayat hidup saja yang berdiri di depannku, ku alihkan tatapan ke tangannya yang ia ulurkan, aku semakin kesal, karena banyak bekas sayatan disana… aku tau dan yakin sekali kalau itu adalah bekas sayatan untuk menggunakan obat terlarang.

‘Duh… mengapa sih masih ada saja orang yang berpikiran sempit seperti itu, mengapa sih mereka tidak berusaha merubah hidupnya secara wajar. Apa ia sudah give up menghadapi kerasnya hidup? Sehingga uang hasil ngemisnya pun di habiskan untuk membeli obat terlarang dan rokok??’ Pikiranku langsung sibuk membuat analisa tentang masalah yang menimpa ibu muda itu. Dan ia pun berlalu dari hadapnku.

Ia menjauh dan mataku lekat memandanginya, ia berhenti dan duduk di dekat tiang, 5 meter dari tempatku. Bayi mungil itu ia tidurkan di sela pahanya, lalu ia pun mengeluarkan uang hasil kerjanya, tampak pecahan seribu, lima ribuan menggunung di sana, dengan cekatan ia memasukkan uang itu kedalam kantong plastik hitam, sesekali ia mengisap rokoknya. Mulutnya komat kamit dan pandangannya masih kosong…!(SA/2007)

The Amriza

Popular Posts

My Biz Online!

Ngobrol Yuk...

Gtalk: aurelly.one

My Email:
bunda.ryu@gmail.com