The Amriza Family

Berbagi Ilmu dan TIPS kepada siapa saja

Cara Jitu Mengatasi Susah Tidur

By: Shrie Amriza Publish at WRM

Bila mom tidur lebih panjang selama ‘weekend’ dari pada hari kerja dan merasa ngantuk juga lesu di siang hari, ada kemungkinan mom kurang tidur. Karena, pada umumnya orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap malam.

Tetapi, untuk beberapa wanita yang sedang mengalami kondisi seperti; Menstruasi, Hamil dan Ibu yang baru melahirkan, sangat susah mendapatkan waktu tidur yang ideal tersebut.

Biasanya, hal yang menyebabkan tidak idealnya waktu tidur kita (mommies) dan Ibu bekerja adalah keadaan lingkungan dan tuntutan aktifitas yang tidak dapat di hindari, misalnya: Mengurus bayi yang sakit, kelelahan karena over aktifitas di siang hari, banyak pikiran, mengerjakan pekerjaan kantor di rumah, dan lain sebagainya, bisa membuat waktu tidur yang di butuhkan oleh tubuh kita, menjadi berkurang.

Dan karena tubuh manusia sudah di atur oleh Sang Pencipta untuk tidur sesuai dengan waktu ideal maka bisa di pastikan ketika waktu tidur kita kurang gejala-gejala seperti: Gangguan memori (sering lupa), ‘moody’, gampang depresi, menurunnya energi (gampang lelah), dan menurunnya daya tahan tubuh sangat mungkin akan kita rasakan.

Bila mom memang sulit memperoleh tidur malam yang ideal atau sangat susah menikmati tidur yang nyenyak, di bawah ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu mom mengatasi hal tersebut :
1.  Usahakan tidur malam pada setiap waktu yang sama dan bangun di saat yang sama.
2. Jangan tidur di siang hari, karena bisa membuat mom kurang ‘ngantung’ saat malam hari.
3. Hindari kopi, rokok, dan minuman beralkohol saat menjelang malam. Karena kafein dan nikotin yang terkandung di dalam rokok dan kopi, dapat mencegah mom untuk tidur.
4. Lakukan olah raga secara teratur. Namun sebaiknya jangan melakukan olahraga 3 jam menjelang waktu tidur mom.
5. Jangan makan makanan berat menjelang tidur.
6. Pastikan cahaya sesuai dengan kebutuhan, tenang dan tidak terlalu dingin. Jika cahaya menjadi masalah, coba gunakan ‘sleeping mask’. Kalau terlalu berisik gunakan ‘ear plug’. Intinya buat kamar tidur mom senyaman mungkin.
7. Hindari menggunakan tempat tidur selain untuk tidur dan berhubungan intim dengan pasangan mom.
8. Jika masih tetap tidak bisa tidur dan tidak merasa ‘ngantuk’, bangunlah dan coba cari kegiatan yang bisa membuat mom bisa merasa ‘ngantuk’ seperti membaca buku dlsb. (Catatan: Jangan memaksakan mata mom untuk tidur, karena semakin di paksa maka rasa ‘ngantuk’ akan semakin jauh.
9. Jika mom merasa sulit tidur karena banyak memikirkan hal-hal yang akan di lakukan esok hari, buatlah ‘to do list’ sebelum mom memutuskan kembali ke tempat tidur. Hal ini akan membantu mom melepaskan diri dari hal-hal yang mencemaskan.
10. Untuk mom yang baru saja melahirkan, coba ikuti ritme tidur si kecil. Jadi ketika si kecil sedang terlelap sebaiknya mom ikut tidur juga.

Intinya: Sesuaikan tips diatas dengan situasi dan kondisi mom, serta lakukan tips tersebut secara konsisten ‘maximal’ 6 minggu. Semoga tips ini bisa membantu mom dalam mengatasi kebiasaan susah tidur yang di alami.

Karena tanpa kita sadari tidur merupakan kebutuhan dasar manusia, sama pentingnya dengan kesehatan dan pola makan yang baik, serta olahraga. Tidur malam yang cukup kadang menjadi cara terbaik untuk mengatasi stress, menyelesaikan masalah, atau memulihkan diri dari sakit.(WRM/SA/07)

Sumber Tulisan:
* Majalah Parents Guide
* Mailing List We R Mommies

Tragedi Kunci

Sebenarnya kejadian ini sudah terjadi 2-3 bulan yang lalu. Cerita ini sengaja aku tulis disini karena aku berharap tulisan ini bisa menjadi pelajaran/alert buat mommies yang punya anak usia 2 tahun keatas, untuk lebih berhati-hati dengan yang namanya KUNCI.

Aku mulai saja ceritanya...

Beberapa bulan terakhir Ryuga putraku senang sekali main-main dengan yang namanya kunci. Ia senang memasukkan kunci kedalam rumah kunci, lalu di keluarkan dan begitu seterusnya.

Setelah jago--memasang dan melepas--ia mulai belajar memutar kunci itu ke arah kiri (posisi MENGUNCI). Hanya butuh waktu sebentar, dia pun langsung menguasai tehnik tersebut.

Satu minggu kemudian Suamiku cerita, kalau anak bosnya yang berusia 3thn, baru-baru ini, tanpa sengaja mengunci dirinya di dalam kamar, dan ia tidak dapat membuka kembali. Saat itu aku hanya komentar, "Ayah kesian amat!! trus bisa keluar lagi ndak?" Intinya aku BIASA saja menanggapi cerita itu, aku sama sekali tidak mengambil moral of the story dari cerita tersebut *sigh*

Well, kejadian tidak enak itu akhirnya aku alami juga. Saat itu, aku sedang di rumah dan Ryu mulai sibuk bermain dengan kunci. Kali ini yang di mainin adalah kunci yang nyantol di pintu kamar tidur, dan dengan suksesnya dia mengunci dirinya di dalam kamar.

Aku baru sadar anakku melakukan itu saat ia tidak muncul-muncul di depanku dan tidak ada suaranya sama sekali. Ketika aku melihat pintu kamar yang tertutup rapat aku sudah ada firasat! Aku coba buka pintu itu dan ternyata... pintu tersebut memang TERKUNCI. Aku mulai gelisah Ryu pasti di dalam...!!

Aku coba panggil. Benar saja dia menyahut "Bunda... bundaa, buka pintu bunda... " mendengar teriakannya membuatku mulai bingung, apa lagi dari dalam kamar terdengar suara isak tangis.

Pelan-pelan aku coba pandu dia cara membuka kunci. Namun sayang, usahaku sia-sia. Setelah 5 menit didalam kebingungan, aku baru sadar kalau kamar tidurku ada jendalanya *sigh*

Aku segera ke jendela untuk melihatnya. Dia sedang menangis sambil mencoba memutar kunci tersebut. Saat ia melihatku, tangisnya semakin kencang.

"Buka pintu bunda, kakak mau ke uar. Buka bunda..." Raungnya di tengah tangis.

Rasanya, kasihan sekali melihat Ryu seperti itu. Ingin kuterobos jendela yang berteralis itu, tapi apa dayaku. Akhirnya aku hanya bisa merayu-nya untuk tenang, aku panggil dia mendekat di jendela dan aku membelai rambutnya dan Ryu butuh waktu untuk bisa tenang. Ya, kira-kira 5 menit.

Setelah dia lebih tenang, aku menyuruhnya mencoba menarik kunci yang ada di pintu. Tapi usahanya masih saja sia-sia, kunci itu masih nyangkut. Saat itu terlintas di benakku untuk mendobrak pintu itu, aku sudah pasrah!!.

Tetapi belum sempat aku berdiri untuk mencari seseorang. Ryuga akhirnya berhasil memutar kunci itu ke arah kanan, terdengar suara "KLIK". Aku langsung lari ke pintu itu dan segera ku buka, aku memeluknya erat dia kembali menangis dalam pelukanku.

Benar-benar pengalaman yang tidak menyenangkan, aku merasa bodoh sekali saat itu. Bayangkan, anak terkunci di depan hidungku dan aku tidak bisa berbuat banyak!!! Sedih rasanya. Semoga saja kejadian itu tidak terulang lagi, amien. (SA/07)

The Amriza

Popular Posts

My Biz Online!

Ngobrol Yuk...

Gtalk: aurelly.one

My Email:
bunda.ryu@gmail.com