Siapa sih yang nggak tau serial LOST?
Gue rasa, hampir semua orang juga tau serial fenomenal ini. Serial yang di buat oleh JJ Abrams sutradara muda, ganteng dan bertangan dingin.
Gue ingat saat pertama kali nonton serial ini di indovision. Waktu itu gue nggak begitu tertarik. Suami dan adik ipar gue aja yang maniak.
Waktu LOST yang tayang di Indovision itu masuk episode 3 (kalau ndak salah ingat) gue baru mau ikutan nonton. Tau nggak sih, yang buat gue bisa tertarik untuk ikutin serial ini. Tak lain dan tak bukan Karena suami gue, maklum saja kalau sudah nonton LOST serasa dunia ini milik dia seorang. Gue dan anak gue kayak nggak exist deh. Duh! hiperbola banget ya.
Tapi begitulah kenyataannya. Jangan coba gangguin dia kalau LOST sedang tayang. Dan, alhasil gue jadi penasaran!!.
Dengan sangat terpaksa gue coba ikutan nonton. Eh... ndilala gue jadi ketagihan juga. Sampai sekarang gue masih maniak dengan serial ini.
Dan nggak terasa serial ini sudah masuk season 3 loh... Gue semakin greget setiap kali selesai nonton Episode barunya. JJ Abrams memang paling jago deh mempermainkan perasaan penonton.
"Penasaran!!"
Itu yang gue rasakan sampai saat ini...Tau gak sih, saking penasarannya, gue sampai rela baca PLOT summary nya di sini .
Senin 5 Maret rasa penasaran gue terobati akhirnya gue bisa nonton Season 3 dan sampai episode ini ceritanya "Seru seru seru...."
Anywey, untuk yang baca jurnal ini dan sama sekali belom tau Serial LOST, coba deh main-main ke LINK yang gue kasih di atas, kali aja elo jadi ikut suka dengan serial yang menurut gue sih fenomenal!
Entahlah, menurut anda bagaimana?
Alhamdulillah ucap syukur tak henti keluar dari bibirku. Buah hatiku genap ber usia 2 tahun 10 Bulan. Bahagia rasanya melihatnya tumbuh dengan baik.
Terlebih lagi banyak perkembangan baru yang Ryuga perlihatkan pada kami; mulai dari penguasaan kata, minat yang besar terhadap apa saja, empati terhadap teman dan keluarga di rumah, dan yang baru saja sukses itu adalah toilet training.
Untuk penguasaan kata, bisa di bilang di usianya yang sekarang inilah Ryu menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Bagai air yang keran-nya baru di lepas Ryu bisa bertutur dengan jelas!! Tentunya dengan aksen dan khas anak-anak.
Juga, banyak kalimat-kalimat ajaib yang keluar dari bibir mungilnya. Kalimat-kalimat yang kerap kali membuat kami tersenyum saat mendengarnya.
“Bunda, kakak capek!” ujar Ryu tiba-tiba.
Aku kaget mendengar kalimat itu di ucapkan oleh Ryu. Aku segera melihatnya “Capek, kenapa kakak?” tanyaku cepat.
“Capek mimi susu, Bun!” jawabnya polos.
Ealaaa ternyata Ryu sudah bisa meng-ekpresikan apa yang ia rasakan, pikirku senang. Saat itu aku segera menghampiri Ryu lalu memeluknya erat.
Saat sedang mencari sesuatu di atas lemari. Aku mengambil sebuah kursi plastik untuk di jadikan pijakan. Baru saja aku naik di kursi itu Ryuga yang tiba-tiba muncul di belakangku menergurku.
“Bunda, jangan naik-naik kursi, nanti bunda jatuh! Sakit lo!” ujarnya serius.
Aku seketika menoleh melihat Ryuga. Aku kaget sekali mendengar teguran Ryu. MasyaAllah Ryu bisa tau apa itu bahaya. Dan rasanya kok JIPLAK banget ya. Aku merasa pernah menegurnya dengan kalimat itu, hehehehe.
Satu lagi kalimat Ryu yang menarik.
“Aku mau beli ini bunda…” ujar Ryuga antusias melihat iklan makanan yang muncul di TV. Aku spontan kaget!
“Apa nak?”
“Aku mau beli itu bunda…” kembali ia menunjuk iklan itu.
‘Aku!! Ak!? Ryuga barusan bilang Aku?’ Aku hanya bisa tersenyum dalam hati mendengar ucapannya. Ini kali pertama ia menyebut dirinya dengan kata AKU biasanya juga bilang KAKAK, welldone kiddo!.
Tau gak sih, percakapan di atas itu hanya segelintir dari perkembangan bicara Ryu akhir-akhir ini. Masih banyak lagi cerita – cerita lucu, seru dan membahagiakan yang ia tunjukan.
Tetapi kadang aku merasa mabok juga menghadapi Ryu dengan segala macam pertanyaan polosnya dan segala macam keusilannya. Penasaran keusilan apa yang bisa di perbuat anak sekecil Ryu? Mmmm nanti aja kali ya di sambung di jurnal selanjutnya, aku mau istirohat dolo.
Maklum ini sudah kecapean, karena setibanya di rumah kami harus meladeni Ryu main, maklum saja Ryu gak mau main kalau bukan dengan ortunya. Ryu begitu kangen dengan kami makanya ia hanya mau di pegang dan di ladeni oleh Bunda & Ayahnya, Syukur Alhamdulillah.
Ya… memang sih kadang-kadang kalau sudah terbawa suasana capek aku akhirnya give up dan minta time break bentar sama Ryu. Duh!! Kalau mengingat masa itu, rasanya berdosa banget !! Kok aku give up begitu aja, la wong Ryu jarang ketemu kami dan rasanya wajar saja to… kalau ia maunya main dan di urusi sama Bundanya hehehe
Skali lagi aku akui menjadi orang tua itu susah susah gampang. Butuh kesabaran ekstra untuk bisa menjalaninya. Dan, to be honest sampai saat ini aku masih belum bisa lulus tes kesabaran itu, hikshikshiks.
I lope you Ryu Omar Amriza...